Chapter 37

1090 Words

Dira menyenderkan kepalanya di bahu Fadli. Ia sangat lelah seharian ini menghabiskan waktunya untuk berkeliling-keliling mall bersama suaminya. "Baby nya kapan ya, keluarnya?" Fadli bertanya sambil mengelus-elus perut Dira yang masih rata. Di dalam pikirannya, ia sudah membayangkan betapa bahagianya ia ketika anaknya lahir ke dunia. Ia sudah sangat tidak sabar menunggu waktu itu tiba. Tangan Dira ikut mengusap-usap perutnya. Ia menolehkan kepalanya ke samping sambil menampilkan senyum manis. "Masih lama Papa, tunggu delapan bulan lagi," katanya dengan suara yang ia buat seperti suara anak kecil. Fadli ikut tersenyum, ia gemas ketika mendengar suara Dira yang terdengar begitu imut di telinganya. Tangannya terulur untuk mencubit gemas pipi Dira kemudian mendaratkan kecupan singkat disan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD