Dira baru saja selesai mengerjakan pekerjaan rumahnya. Meskipun ini hari libur, ia tetap bangun di pagi hari, mengerjakan tugasnya sebagai seorang istri. Jika dulu se-masanya belum menikah, ia terbiasa bangun siang ketika hari libur, berbeda dengan sekarang yang setiap hari selalu bangun di pagi hari. Dira merenggangkan otot tangannya. Kemudian mengambil semangkuk nasi goreng yang berada di depannya, lalu membawanya menuju meja makan. Dengan senyum manis yang terus mengembang di bibirnya, Dira melangkahkan kakinya menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Menaiki satu persatu anak tangga sembari bersenandung kecil. Setibanya di depan pintu kamar, ia segera membuka pintunya, dan mendapati suaminya yang masih tertidur pulas di balik selimutnya. Dira geleng-geleng kepala. "Bini ngebabu, l

