Chapter 43

1160 Words

"Besok aku harus pergi ninggalin kamu." Deg! Tubuh Dira membatu ketika mendengar perkataan suaminya. Pergi meninggalkannya? Maksudnya? Dira membenarkan posisi duduknya, kedua tangannya ia letakkan di atas punggung tangan suaminya sambil menatap lekat-lekat iris berwarna hitam itu. "Pergi ninggalin aku? Maksud kamu apa?" Dira bertanya dengan suara bergetar, air matanya sudah tidak dapat ia tahan lagi. Mendengar perkataan suaminya membuat hatinya sedih. Sadar istrinya menitikkan air mata, Fadli cepat-cepat mengusap air mata Dira dengan ibu jarinya. "Jangan nangis." Bukannya berhenti, Dira malah semakin terisak. "Kamu nyuruh aku jangan nangis, tapi perkataan kamu tadi bikin aku nangis," ucapnya lirih. Fadli menarik tubuh Dira, membawanya ke dalam pelukannya. Diusapnya punggung serta kep

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD