“Aku sudah menyuruh Bailey untuk memanggilkan dokter. Tunggulah sebentar lagi.” Orchidia mengusap kening Lucas yang berkeringat dingin dan terasa panas, wajah pria itu juga pucat. Lucas sakit. Padahal, tadi saat Orchidia datang, pria itu terlihat baik-baik saja. “Aku tidak perlu dokter, Orchidia,” ucap Lucas dengan suara purau. “Kau membutuhkannya. Aku juga sudah mengabari Mommy Maria.” Lucas memejamkan matanya saat rasa pusing menyerang kepalanya. “Kau pasti belum makan? Perutmu berbunyi dari tadi,” ujar Orchidia. “Aku lupa kapan terakhir kali aku makan.” Orchidia mencebikkan bibirnya pelan. Ia mengambil mangkuk bubur yang sudah disiapkan pelayan namun belum disentuh sama sekali. “Sekarang kau makan sambil menunggu dokter.” “Perutku mual. Aku tidak berselera makan.” “Kau harus mak

