Saya tidak tahu apa ini benarr! namun kenyataanya mereka ada dan nyata walau hati ini menolak serasa ada yang lain dikehidupan ini..ya Tuhan sebenarnya apa yang terjadi padaku? ini serasa asing dan lain, namun aku harus mengikuti peranku yang sekarang..karna aku tidak tahu sebenarnya..haruskah aku lari??tapii mau lari kemana?ini kehidupanku yang sekarang bukan mimpi, mungkin yang kemarin adalah mimpi?? ya sudahlah!! lupakan saja!!biarkan ini mengalir dengan sendirinya, berhembus mengikuti arah angin,
"Nona!!sudah sampai.." kata Indah membangunkan Jessy,
Lalu Jessy membuka matanya dan melihat orang sekitarnya yang sudah siap di depan pintu mobil yang sudah terbuka,
"Silahkan nona.." Rara langsung memapahnya,
Rumah yang begitu besar nan megah dengan taman halaman yang luas membuat Jessy terperanga saat keluar dari mobil, sampai-sampai Jessy memutar badannya untuk melihat semuanya.
"Luasss sekali halaman rumah ini... rumahnya begitu besar dan megah! kira-kira berapa orang yang tinggal dirumah sebesar ini yach!!" kata Jessy dalam hati yang kagum melihat rumah dan sekitarnya.
"Nonaa ayoo!!" ajak Indah melihat nonanya yang masih terpaku, lalu Devfan meraih tangannya dan menggandengnya bak permaisuri yang membuat mereka semua tersenyum.
"Tunggu!!" seru Jessy berhenti, "ini rumah siapa??"
"Kenapaaa? nona masih gak ingaat!!_iniii tempat tinggal nona yang sekarang...tempat tinggal tuan dan nyonya." jelas Rara dengan nada bicara tegas
"Benarkah!!??" tanya Jessy, "rumahku..?masa iya,rumahku sebesar ini..apa ada yang salah.." Jessy menggerutuk lirih.
"Kalau ini tempat tinggalku yang sekarang..memangnya dulu tinggal dimana??" tanya Jessy
"Ya..disini nonaaa hehehe.." jawab Rara yang tertawa kecil,
"Kenapaaa ..apa masih belum yakin!pelan-pelan nanti terbiasa.." hibur Devfan,
"Oh iyah, kenapa kepulanganku tidak ada keluarga yang menyambutku yah!?apalagi.. menjemputku," tanya Jessy kembali
Devfan yang tersenyum hanya menepuk telapak tangan Jessy yang digenggamnya sambil berkata,
"Aayoo jalaan!"
Jessy menganguk dan mengikuti kemana mereka akan membawanya, perlahan-lahan memasuki rumah besar itu. Disetiap langkahnya dibuat dengan rasa decak kagum disetiap sudut ruangannya yang begitu besar dan megah, dengan pernak-pernik hiasan yang terpajang apik beserta perabotan-perabotan mewah dan mahal terlihat sangat cantik nan indah. Saat memasuki ruang utama disuguhkan pemandangan yang mengagumkan sebuah lampu besar yang terpasang diatas langit-langit bagaikan sebuah istana.
"Belum pernah aku lihat rumah sebesar dan semegah ini..?sungguh menajubkan!!" kata Jessy dalam hati dengan menatap sekitarnya.
"Akhirnya kamu pulang juga..syukurlahhh!" kata seorang wanita yang menuruni anak tangga, lalu Jessy yang tak mengalihkan pandangannya terus menatapnya
"Mamah!!" sapa Jessy yang terkejut dan mencoba memeluknya namun langkah wanita itu terus berjalan lurus tak menghiraukannya.
"Maafkan mamah!!mamah masih banyak urusan!kalian berdua urus nonamu dengan baik." katanya sambil berlalu
"Mamah!!kenapa tidak menyambut kepulanganku?? ..apa ini sikap mamah!?" tanya Jessy yang lantang
Nyonya itu hanya berhenti dan tersenyum sinis, lalu tiba-tiba Jessy lari dan memeluk dari belakang dengan perasaan rindu pada sang ibu. Nyonya itu hanya terdiam membiarkan Jessy memeluknya tanpa mengucapkan sepatah kata atau membalas pelukannya diam terpaku sampai akhirnya Jessy melepaskan tangannya karena sang ibu bersikap dingin padanya
Kenapa?kenapa dengan ibuku?ia seperti bukan ibu yang aku kenal!!kenapa sikapnya dingin seperti ini..apa.salahku?
Jessy hanya diam memandangi tubuh ibunya yang tak membalas menyambutnya, hanya berdiri dan tak mau melihat wajahnya dan akhirnya Jessy membalikan badan membelakangi ibunya yang hanya diam.
"Mamah! apakah anakmu ini mempunyai banyak dosa.. sampai mamah tidak mau melihatku! apalagi mau memelukku!! sebenarnya aku sangat merindukan mamah!! ..aku ingin pelukannya mamah! dan.. ciuman hangatnya mamahh!! ..sejak terbangun, aku hanya melihat mamah sekali dan hari ini mamah bersikap dingin padaku! apa mamah sedang berpura-pura atau marah padaku??" ucap Jessy dengan nada sedih,
"Banyak urusan yang harus saya selesaikan..kamuu harus istirahat dengan baik dikamarr!!kedua pelayanmu akan melayanimu dengan baik dan semua pelayan disini juga akan melayanimu dengan baik tidak ada kekurangan untukmu.. kamu akan baik-baik saja.." ucapnya tanpa membalikan badan lalu iapun pergi dengan seorang asisten yang patuh mengikutinya.
Jessy merasa terkejut dan tidak menyangka bahwa ibunya bersikap seperti itu, tatapan Jessy yang terus menatap sang ibu pergi dengan tak berkedip.
Apa benar dia ibu kandungku??senyum itu..dan keramahan itu..apa itu milik ibuku?
"Sebenarnyaaa apa yang terjadi pada mamah, sampai.. mamah bersikap seperti itu padaku??waktu itu.. dia dapat tersenyum dan memelukku.. namun sekarang sikapnya begitu dingin, seakan tidak menginginkanku..?" kata Jessy yang terus memandangi langkah ibunya.
"Nonaa jangan diambil hati dengan sikap nyonya.., nyonya memang seperti itu..kan nona juga ta uu..."
"Tau apaaah!!" Jessy memotong,
"Eemmm..tauu nyonya emang orangnya seperti itu..!!" ujar Rara yang terlihat ragu
"Maksudnya??" tanya Jessy,
"Yaaaa nyonya terkadang bersikap baikkk kadang juga bersikap _ yaaa seperti itu.." jawab Rara
"Memangnya dia kenapa??" tanya Jessy kembali
"Oh, iiituu apaaa yahh!??" Rara berusaha berfikir, "ahhh apaa yahh, ituuu depresi...." ucap Rara dengan ragu
"Depresi??" tanyanya
"Iyah!! nyoyaaa terkena depresiii!!" karang Rara untuk meyakinkan Jessy
Indah dan Devfan hanya memperhatikan Rara yang sedang berbohong dan berusaha mengikuti maksud dan tujuan Rara,
"Memangnyaaa tekanan besar apa yang membuat mamah jadi seperti itu..." Tanya Jessy penasaran
"Eeemmmm" Rara berusaha berfikir,
"Sudahlah!! Jess..semua baik-baik saja..hanya menunggu waktu yang tepat untuk kau mengerti..lambat laun kamu juga akan mengerti dengan sendirinya!!seiringg dengan pulihnya ingatanmu.." kata Devfan yang mencoba menenangkan Jessy
"Nonaa jangan terlalu difikirkan, semua baik-baik saja..kami akan membantu nona untuk mengembalikan ingatan nona..dan kami dapat dipercaya untuk menjaga nona." kata Indah dengan khawatir
Rasanyaaa.. ada sesuatu yang disembunyikan! sikap mamah tadi.. berbalik dari pertama yang aku lihat! keramahan ituuuu..apakah palsu!??
Jessy terlihat memikirkan sesuatu tentang ibunya, merekapun segara membawa Jessy kekamarnya walau Jessy masih ingin melihat mamahnya.
***
Terlihat Jessy sedang merenung duduk dibalkon jendela kamar yang mengarah kebun taman belakang rumah yang cukup luas dan asri.
Sebenarnyaa ada apa dengan mereka...kepulanganku tidak disambut dengan senang!! sudah seharian aku berada dalam kamar ini, tak satu orang keluargaku yang menjengukku..melihat kedaanku..siapakah aku ini?? kenapa? semua orang menghindariku..semua pelayan disini nampak takut melihatku!!hanya mereka berdualah yang selalu ada bersamaku..Rara dan mbak Indah selalu menjagaku..siapakah aku??dan..kenapa hanya mereka saja yang patuh terhadapku!ada apa ini sebenarnya??teman!!teman yang setia dan selalu ada hanya dia..?kenapa dengan orang-orang ini..mereka selalu membantuku dan sayang padaku..sedang yang lain nampak benci padaku..
"Nonaaa!!ayo makan dulu.." kata Indah mengejutkan, "sejak pulang nona melamun terus..jangan terlalu dipikirkan nona..sejak dulu nona bisa melewatinya!! nonaa harus kuat dan lebih bisa bersabar" kata Indah dengan menghidangkan makanan,
"Benarkah!!apa banyak masalah yang aku hadapi??"
"Benar..tapi nona orang yang hebat!!nonnaaa harus terus semangat!!" Indah mencoba menghilangkan keraguan nonanya yang nampak lesu tidak b*******h,
"Mbaa apa tahu.. dimana papah??" tanyanya
"Tuan bilang minta maaf!!beliau segera kembali.." jawab Indah
"Papah orang yang sangat sibuk yach!" kata Jessy
Indah hanya dapat mengangguk, walau Indah sudah sangat lama ikut keluarga mereka tapi Indah tak banyak tahu tentang rahasia keluarga mereka yang sebenarnya, yang Indah tahu Jessy tak pernah akur dengan keluarganya sendiri. Jessy orang yang diasingkan dan dibenci semua orang karena keangkuhan dan kesombongannya namun dihati kecil Indah, Jessy adalah orang baik yang terselimut kabut hitam.
Tok,tok,tokkkk!!
Lalu Indah segera membuka pintu atas perintah Jessy, lalu dilihatlah Jessy seorang laki-laki paruh baya yang masih didepan pintu dengan membawa seikat bunga
"Papah!!" Jessy berlari memeluknya, "papah kemana sajaa!!apa papah baik-baik saja??"
"Maaf!!papah terlambat! papah janji tidak akan mengecewakanmu lagi..papah janji..apaa kamu akan marah sama papah!!" kata Jemmy dengan mata yang berkaca-kaca,
"Kenapa papah menangis...papah apa yang membuatmu menangis..saya senang papah baik-baik saja..papah tidak perlu minta maaf!! bila sampai aku marah..aku adalah anak yang tidak berbakti!!maafkan aku pah, telah menjadi anak yang tidak berbakti.." kata Jessy memeluk dan bermanja pada Jemmy
"Pah, aku laparr.. aku mau makan, mba Indah menyiapkan makanan untukku..aku ingin disuapi papah!! itu hukuman papah tidak menjemputku!!" kata Jessy manja dan membawa papahnya masuk,
Jemmy terkejut sekaligus senang dengan sikap putrinya yang berubah manja. Saat memasuki kamar putrinya air matanya menetes bahagia. Pertama kalinya ia masuk ketempat tidur putrinya yang selama ini ia abaikan hingga tertutup rapat-rapat buat dirinya, rasa malu dan haru bercampur aduk dalam dadanya selama 28 tahun baru kali ini dirinnya menginjak kamar putrinya sendiri. Jemmy terus memandangi setiap sudut kamar dan isinya, bagaimana putrinya menyukai setiap hal yang ada dikamarnya warna dan design kamarnya pun Jemmy tidak pernah tahu, apalagi tentang apa yang disukai putrinya.
"Papah!!ayoo suapi aku..!!" ajak Jessy,
Jemmy tersenyum sambil memandangi putrinya yang manja lalu iapun masukan suapan pertamanya, dengan menggunakan tangannya karena Jessy menolak mamakai sendok,
"Makan dari tangannya papah enak sekali.." kata Jessy dengan merayu
Jemmy merasakan tangannya yang tersentuh mulut putrinya pertama kalinya dalam hidup sebagai ayah, Jemmy sangat terharu dan menyesal namun ia pun bersyukur masih mendapatkan kesempatan untuk bisa berada disamping putrinya.
"Sekarang..papah yang makan!! Aaa buka mulutnyaa!"
Lalu Jemmy membuka mulutnya dengan merasakan suapan pertamanya yang didapat dari putrinya,
"Bagaimana??enakkan!!ayo.. papah makan, biar Jessy suapi papah,"
Merekapun makan dengan gembira antara ayah dan anak yang saling menyuapi dengan candaan-candaan kecil yang dibuat Jessy, Indah yang yang melihat pemandangan itu sangat terharu dengan mata yang berkaca-kaca.
"Nonaa tuann bahagialah!!seharusnya memang kalian seperti itu.. antara kalian tidak perlu ada dendam yang tersimpan" kata Indah dalam hati.
Jemmy yang sangat menyesal akan momen-monen bahagia bersama kedua putrinya terlebih pada Jessy yang sudah tidak menginginkan dirinya lagi tidak mau mengakuinya sebagai papahnya membuat Jemmy selalu dihantui rasa bersalah, dan kini atas kejadian kecelakaan yang dilami Jessy membuat Jessy menjadi orang yang lebih terbuka pada dirinya dan mau menerima dirinya kembali seutahnya hal ini adalah kesempatan yang paling ditunggu Jemmy selama bertahun-tahun untuk menebus kesalahannya pada Jessy, walau dia memiliki dua putri namun sifat dan wataknya sungguh jauh berbeda. Jessy merupakan anak yang sulit didekati dan mempunyai sifat pendendam sedang Anne walau tak sering ia perhatikan namun Anne adalah seorang anak yang pengertian, baik dan mempunyai toleransi yang tinggi Anne tidak pernah menyalahkan kedua orang tuanya walau Annepun kecewa dengan sikap kedua orang tuannya yang selalu tidak memperhatikannya namun Anne tidak pernah menunjukan kebenciannya terhadap mereka Anne adalah orang yang acuh dalam menyikapi permasalahan walau sebenarnya Anne orang yang sangat peduli.
***
Tokk,tokk,tookkk!!
Tokk,tokk,tokkk!!
Suara ketukan pintu yang terdengar berkali-kali dari balik pintu
"Mbaaa!!! kenapa harus ketok pintu sih.. tinggal masuk ajah!! kayak biasanya kanapa sih!!" teriak Jessy
Tok,tok,tokkk!!
"Sudah dibilangin!! masih sajah," Kata Jessy menggerutuk, "mbaaa masuk ajah,"
"Boleh papah masuk!!" katanya mengejutkan Jessy
"Papah!! kenapa harus minta ijin...akukan putri papah!! kalau Jessy tidak mengijinkan! apa papah tidak akan masuk!! papahh aku putrimu!! seberapa banyak kesalahanku apakah papah akan memaafkan putrimu ini..?tetapi bila papah salah pada anakmu ini! masihkah aku berhak untuk tidak memaafkan papah!? setiap orang mempunyai kesalahan namun bila orang tua mempunyai salah pantaskah seorang anak menghujatnya! tidak papah, tidak!! bagaimanapun papah sebagai orang tua.. saya sebagai seorang anak harus menghormati dan menghargai apa yang diberikan papah kepadaku walaupun suka atau tidak suka..saya tetap menghargai dan menjalani keputusan papah, walau harus sakitpun saya terima pah,"
Mendengar ucapan putrinya, mata Jemmy langsung berkaca-kaca, rasa bersalah yang mendalam pada putrinya selama ini membuat Jemmy sangat malu.
"Pagi-pagi seperti ini... apa yang membuat papah datang kemari.. apaaa papah kangan dengan putrimu yang cantik ini!! hehehe..." katanya dengan bercanda,
Jessy mencoba menghibur papahnya yang terlihat sedih dengan mengajaknya bercanda.
"Iyah! papah saanggaattt meeriindukan putriku yang canntik ini..." balas Jemmy mengoda putrinya lalu Jemmy memeluk putrinya seakan telah terpisah dengan waktu yang sangat lama,
"Papah jangan menangis.. Jessy akan selalu temani papah!! seperti Jessy memeluk papah, Oh yah!! papah belum jawab pertanyaan Jessy!!" katanya kembali,
"Apa kamu mendengar suara perut papah yang laparr?" kata Jemmy
"Eemmm papah lapar yahh!!"
"Iyah, ayoo kita makan!!" ajak Jemmy terhadap putrinya yang masih berpeluk manja, lalu merekapun keluar tak disangka Indah hanya terdiam saat melihat keduanya keluar sedangkan yang Indah bawa adalah sarapan buat Jessy
Saat keduanya keluar bersama untuk makan, hampir semua pelayan yang ditemuinya terkejut, seakan melihat hantu dipagi hari, para pelayanpun mulai bergosip kesana kemari melihat pemandangan tidak biasa selama bertahun-tahun lamanya. Keduanya yang sudah lama tidak berbicara kini tiba-tiba jalan bersama bergandengan tangan dengan manja, seorang ayah dan anak yang saling merindu. Jessy yang selalu terlihat angkuh dan berkuasa kini seperti anak kecil yang sedang merengek kapada ayahnya. Tuan Jemmy al farid orang yang sangat dingin dan garang telah berubah menjadi orang yang hangat dan penuh kasih sayang seakan menimang putri kecilnya yang sangat manja dan nakal. Wajah keduanya terlihat cerah ceria sepanjang jalan penuh dengan kecerian tersirat dari tawa canda mereka.
"Ayo cepat makan!!papah sudah lapar banget nihh" seru Jemmy yang mengajak duduk putrinya,
"Wahhh makanannya banyak sekali pah!! meja makan ini juga besaarr!!" gumam Jessy melihat sajian makanan yang banyak diatas meja makan yang besar.
"yah!! papah siapakan semua ini untukmu!! pilih yang kamu suka.." jelasnya karena Jemmy tidak pernah tau makanan kesukaan putrinya.
"Semua ini untukku??" tanyanya heran
"Iyah!! untukmu..!! pilih yang kamu suka.." jawab Jemmy
"Apa boleh??"
"Tentu sajaa!! pelayan!! tanyakan nonamu ini makanan apa yang ia mau.." perintah Jemmy kepada salah sutu pelayan yang masih berjejer dibelakangnya.
"Papah makannya banyak yah??semua ini.. untuk kita berdua!??" tanya Jessy
"Huahahahaaaa!! bisa saja putriku bercanda.." Jemmy tertawa
"Makanan sebanyak ini!! mana sanggup menghabiskannya pah!!"
"Hah,hah,haaa!!!"
"Pah!! kenapa mamah tidak makan bersama?? _lalu...kemana perginya adik nakalku?"
Mendengar pertanyaannya, Jemmy hanya tersenyum dan menahan sedih karena selama ini Jemmy hanyalah seorang diri istri dan anak-anaknya telah jauh darinya.
"Emmm.. mamah kayaknya sudah keluar pagi-pagi.. dan... Anne masih belum pulang!!"
"Kamanaaa anak nakal itu pergi pah!!" tanya Jessy
"Aahh.. perut papah lapar sekali.. apa sudah bisa dimulai nona..." Jemmy mengalihkan topik bicara,
"Hi,hi,hi,hiiii...baiklah!! papah, kita akan habiskan semua ini.." kata Jessy dengan semangat
"Kauu....mau habiskan!! semua??" tanya Jemmy heran,
"Hemmmm.." senyum Jessy, "iyah!!"
"Hahh!! hah,hah,hahaaaaaaa" Jemmy menertawakan putrinya
"Okehhh, sekarang..papah mau makan yang mana dulu??" tanyanya menantang Jemmy, lalu Jemmy menunjuk makanan yang akan dimakannya dan Jessy pun masih memintanya kembali untuk memilih makanan yang disuka.
"Ini? ini? ini? apa ini...ayoo papah pilih yang mana lagi??"
"Sudah cukuuupp!! apa yang kamu mau makan sekarang?" tanya Jemmy saat makanannya sudah berada dalam piringnya
"Apakah papah senang??" tanya Jessy menunggu sang papah menjawab, lalu Jemmy mengangguk dengan senyum terharu. "papah kok, baper yach!!selalu terharu..Jessy senang kalau papah bahagia..jangan baperan dong..pah!! Jessy sayang papah, Jessy akan selalu temani papah! akan aku buat papah senang dan bangga pada Jessy.." Jessy tersenyum, "Oh ya.. apa semua makanan ini punyaku???" tanya Jessy kembali
"Iyah, semua punyamu..." jawab Jemmy senang,
"Bolehh??" tanyanya kembali, Jemmy hanya mengangguk Jessy yang tersenyum seakan menyusun rencana memberi tanda pada semua pelayan yang berdiri dibelakangnya untuk mendekat.
"Kalian kemarilah!!" seru Jessy menyuruh kelima pelayan yang berdiri di belakangnya,
"Sekarang..kalian boleh mengambil semua makanan ini dan dibagikan untuk semua." katanya selesai ia mengisi piringnya
"Kalian kenapa masih berdiri saja..? ayooo ambil!! inikan punyaku..aku bagi buat kalian! ayoo ambil...!!" seru Jessy
Namun semua pelayan masih tetap tidak mau mengambilnya, Jemmy hanya tersenyum dan berkata, "kalian ambil sajah..nonamu ingin memberikan pada kalian..!!"
"Baaik tuan!!" jawab salah seorang pelayan,
Lalu mereka mengambil semua makanan yang ditawarkan Jessy dengan senang hati, Jessy dan Jemmy hanya tersenyum bahagia, terlihat wajah yang berseri-seri diantara mereka berdua ayah dan anak kini terlihat kompak Jemmy kini merasa sangat bahagia dapat merasakan kebersamaan keluarga,
Betapa bahagianya aku, kini hidupku tidak terasa sepi..seperti terlahir kembali! setelah sekian lama hidup dalam kesendirian dan kehampaan!! tidak seorangpun yang dapat memberikan senyum tulus dan bahagia.. hari ini!! aku merasakan perasaan yang luar biasa..betapa aku telah menjadi seorang ayah yang sesungguhnya untuk anakku!! senyummu..hari ini adalah senyum bahagia!! tanpa rasa dendam, matamu?? adalah mata yang berbeda!! mata yang penuh cinta dan kasih sayang..maafkan papah, yang selama ini telah mengabaikanmu!! rasa bencimu yang mendalam menjadi jurang diantara kita. Tuhan..terimakasih Engkau telah mengembalikan anakku..dalam keadaan yang tulus dan penuh cinta.., terimakasih Tuhan.., terimakasih!!
***
Jessy mengendap-endap nampak mencari dan penasaran pada sesuatu yang berada dikamarnya,
"Ini isinya apa yah.." Jessy mengeser sebuah kaca yang berukuran besar, "wahhh!! ternyata ini almari pakaiannyaa!!pantesan saya cari gak ada..ternyata dibelakangnya!!haduhh.. saya lupa kok, keterlaluan yach??kamar ini memeng unik dan bagus terlihat elegan ..sangat nyaman!!aku suka kamar ini, kamar dambaan setiap wanita.., sungguh aku orang yang beruntungg!! hemm..." Jessy senyum-senyum sendiri setelah berbicara sendiri, lalu matanya tertuju ke sebuah pintu
"Heeehh!! ini pintu apa yach??kamar mandi? bukan, lahh!! kok susah dibuka!!" kata Jessy yang berusaha membuka pintunya,
"Nonaaa??" seru Rara yang tiba-tiba muncul mengagetkan Jessy,
"Haduh!!Raraa!!!!bikin kaget ajah!"
Rara tersenyum, melihat nonanya terkejut
"Ini pintu apah?kok, susah dibuka??" tanya Jessy penasaran
"Begini..cara bukanya ya nona..." Rara menunjukan nomor sandi pintunya, "tuh..kan kebukaaa pakai perasaan dong.."
"Iihh, kamu!!"
"Silahkannn nonaaa.." kata Rara
"Waaaahhh apa ini???" Jessy terkagum dengan isi ruangan itu, yang merupakan sebuah penyimpanan gaun-gaun bagus lainnya berserta perhisan-perhiasan, aksesoris, jam tangan, tas, sepatu dan sandal dengan berbagi merk ternama,
"Banyak sekali baju-baju ini!!!waahhh bagus-bagus!!indah sekali gaun-gaun ini.. waahh..luar biasa!!sangattt menakjubkan!!ya..Tuhan!!ini benar-benar surganya wanita!! apa ini semua milikkuu??? " katanya dengan girang, lalu Jessy berfikir sambil berkata, "kemana aku akan mengenakan semua pakaian bagus ini dan berhiasan sebanyak ini???" tanya Jessy yang terkagum melihat barang-berharga yang jumlahnya tidak sedikit, Rara hanya tersenyum melihat tingkah Jessy.
"Benar-benar luar biasa!! seperti toko dalam kamar ajah," gumamnya kembali, "wow!! bagus seekaliii...apa semua ini asli??" tanya Jessy saat melihat perhiasan-perhiasan yang terpajang rapi didalam lemari kaca, Jessy lalu membukanya walau hanya untuk sekedar melihat-lihat saja namun sesekali mencobanya lalu iapun terpukau dengan sepatu-sepatu yang berjejer dengan jumlah yang tidak sedikit.
Sungguh ini barang-barang milikku??begitu banyaknya semua ini? hemm ..berapa banyak uang yang aku keluarkan untuk membeli semua ini yah??
"Oh yah!! menurutmu aku ini orang yang seperti apa?" tanya Jessy pada Rara,
"heh! emm..nonaku.. orang yang baik hati dan tidak sombonggg he,he,he.." jawab Rara dengan bercanda
"Seriussss!!gak pakai bercandaaa" kata Jessy kesal,
"Apa yang bisa saya deskripsikan tentang nonaa?? nonakan, orangnya gak bisa ditebak!!" jawab Rara
"Darimana saya dapat menghasilkan uang sebanyak ini?? bisa membeli barang-barang bagus dan mewah ini? bukankah semua ini! uang yang tidak sedikit jumlahnya? aku masih belum mengerti darimana aku mendapatkannya?" ujar Jessy yang tidak percaya
"Apaaaa nona meragukan kekayaan nona sendiri?? ihzzz nona ini..kekayaan yang dimiliki keluarga nona tidak akan habis tujuh keturunan" jawab Rara
"Hah, hem,hem,hemm benarkah??"
"Tentu benar nonaaa" jawab Rara tersenyum
"Terserahh!!" jawab Jessy melotot pada Rara dengan agak kesel karena mengagap Rara tidak serius menjawab namun Rara tetap cengengesan membuat Jessy semakin kesal.
***
Jessy terlihat buru-buru keluar kamar sampai-sampai hampir mau nabrak Indah yang sedang membawa sarapan paginya
"Eehhhh nona mau kemana..ini sarapannya.." teriak Indah
"Iihh! mba Indah!!sarapannya dibawah!!kenapa dibawa kesini sih.." Jawab Jessy cepat,
"Halahhh.. dia mau sarapan dibawah! apa gak salah dengar..!!" ujar Indah kembali
Jessypun segera keluar dengan cepat karena kali ini dia bangun terlambat takut membuat ayahnya menunggu lama, teringat kata papahnya dihari kemarin saat makan bersama yang berkata, "Setiap pagi papah akan menunggumu untuk sarapan bersama." kata-kata itu membuat Jessy sangat gembira untuk pertama kalinya Jessy merasakan sesaat tersadar dari komanya.
Jessy takut mengecewakan papahnya, karena itu sehabis bangun tidur Jessy hanya mencuci mukanya dan langsung pergi kemeja makan dengan masih menggenakan piamanya.
"Pah!! sudah menunggu lama yach??" kata Jessy saat sampai dimeja makan langsung duduk dimeja samping ayahnya.
Saat melihat Jessy Jemmy hanya tersenyum melihat putrinya yang tidak biasa, dan Anne yang tanpa disadari sudah berada dimeja makan ia berhenti memasukan makanannya dan melihat Jessy yang tidak biasa.
"Heemmzz.." Anne menahan tawa
"Heyy kamu..sejak kapan ada disini?" tanya Jessy melihat Anne tersenyum
Lalu Jemmy memberi isyarat pada Anne untuk tidak menertawakannya, seketika Anne menyadarinya.
"Duduklah nak!! ayo kita makan!" kata Jemmy
Namun Jessy nampak aneh dengan adiknya yang selalu menahan tawa akan dirinya
"Ada apah??apa ada yang salah?" tanya Jessy heran,
"Emh!! tidak !!" jawabnya tidak peduli dengan melahap kembali makanannya,
"Kenapa kamu baru kelihatan?" tanya Jessy pada Anne
"Aku baru pulang tadi" jawabnya dengan santai
"Darimana sajah??" kata Jessy nampak ingin tahu
Anne berhenti melahap makannya dengan menatap kakaknya Jessy yang nampak cerewet, lalu Anne tersenyum dan kembali memakannya. Jessy yang terlihat takut saat Anne menatapnya lalu dibingungkan lagi saat Anne tersenyum kembali acuh padanya.
Jemmy yang memperhatikan kedua putrinya hanya tersenyum dan menggengam tangan Jessy
"Makanlah..!! kamu tidak akan membiarkan papah menunggu lamaa kan??"
Jessy menjawabnya dengan senyum namun nampaknya masih penasaran dengan sikap adiknya tersebut, Jessy melihat ayahnya dan segera mengisi piring yang sudah disiapkan oleh para pelayannya.
"Maaf pah, Jessy terlambat!!" kata Jessy
"Tidak apah... melihat kita bisa makan bersama.. papah sudah sangat senang.."
Anne kembali berhenti melahap saat mendengar ucapan papahnya yang melunak kepada Jessy, lalu Anne memandang keduanya yang tidak biasa
"Ada apa dengan mereka??" kata Anne dalam hati,
"Anne..papah minta maaf atas semua sikap papah!!" kata Jemmy melihat Anne yang nampak penasaran, "Papah harap kalian berdua bisa saling menggasihi satu sama lain." kata Jemmy kepada kedua putrinya,
Anne merasa canggung dengan sikap papahnya yang tidak biasa dan membuat Jessy penasaran atas ucapan sang papah
"Sebenarnya ada apa yah..antara aku dan Anne?? kenapa keluarga ini.. nampak aneh sekali, " kata Jessy dalam hati,
Anne terlihat acuh namun dilihat dari raut wajahnya tersimpan kesedihan yang sangat mendalam, lalu Jessy melihat papahnya yang tersenyum padanya.
"Papah! apa yang membuatmu tersenyum..?? apa..ada sesuatu diwajahku! karena aku belum mandi.." kata Jessy yang agak malu
"ups!!hah,hah,haa..." tawa Anne tiba-tiba
"Kanapa!! ada yang lucu.." kata Jessy agak kesal
"Hah,hah,hahaaaa!! akhirnya!! saya bisa melihat seorang putri kecantikan belum mandi.. hihihiiiii !! ahhh...pemandangan yang sangat langka, perlu diabadikan!! saya foto ahh.." Anne langsung mengambil foto dari ponselnya yang lalu mengejutkan Jessy
"Hey!!!! kamu...apa yang kamu lakukan!!!" teriak Jessy
Anne tidak peduli dan terus memfotonya sebanyak ia bisa walau Jessy terus berteriak melarangnya, Anne nampak tidak peduli sementara Jemmy sang papah hanya senang melihat kedua putrinya yang sedang bercanda, nampak pada wajah yang bahagia dan terus tertawa, semua pelayapun ikut merasakan kebahagian dan kecerian yang belum pernah dilihatnya.
Tiba-tiba seorang nyonya ratu duduk didepan mereka berdua dan kedua pelayannya langsung melayani sang nyonya untuk menyajikan dan membatu mengambilkan makanannya yang membuat mereka terdiam dan melanjutkan makan. Sementara Jessy hanya menatap dan memperhatikan sang ibu yang datang tanpa suara hanya sempat melirik dirinya sebentar itu membuat Jessy sangat penasaran dengan ibunya. Dilihatnya dari atas kebawah lalu melihat samping-samping ibunya yaitu kedua pelayan yang sibuk melayaninya, lalu Jessy melihat kearah Anne dan ayahnya yang menikmati hidangan tanpa suara. Jemmy mulai memperhatikan Jessy yang dari tadi tidak menyentuh makanannya, lalu Jemmy memberi isyarat dengan suara pelan menyuruh Jessy untuk segara menghabiskan makanannya. Melihat sang ibu yang nampak hati-hati dalam makan dan mengambil sesuatu membuat Jessy agak geram
"Inih, orang susah bangett!!mau makan aja...repotnya minta ampun!" katanya dengan agak kesal, melihat sang ibu memilah makanan dengan teliti dan steril dalam menggunakan alat-alat makan, "hah!!cuma makan sedikit?? ya Tuhan orang macam apa lagi! hanya kayak gitu aja.... repotnya minta ampun!!" gumam Jessy dalam hati. Sementara sang nyonya menyudahi makannya dengan minum jus yang sudah disiapkan khusus dengan berbagai ramuan yang dimasuk-masukan satu persatu kedalam segelas jus tersebut.
"Mahh!!apa sudah selesai??" tanya Jessy namun tidak dijawabnya sang nyonya masih melanjutkan ritual makannya, yang membuat Jessy akan tertawa namun takut dosa.
Lalu sang nyonya meninggalkan meja makan tanpa mengucap sepatah katapun, Jessy lansung terperanga melihat sikap ibunya.
"Hah!! kok, itu...itu?? pergiii begitu saja!! apa benar itu mamah kita?? setiap pagi seperti inii!??" Jessy melihat ayah dan adiknya, "pahhh!! kenapa diam!! ..kurasaaa kalian semua ini aneh!!" kata Jessy kesal.
"Kamu..yang aneh..!!" kata Anne
"Saya????"
"Tuh, aneh kamu!!" hardik Anne
"Loh, kok saya??"
"Kamu ituu anehhh, kenapa?? hari ini.. kamu duduk dimeja makan ini.. sudah aneh!!apalagi..tanya ke mamah!! mustahil aneh!! bangett, ..oh yah pah, sudah selesai makan.. saya pergi dulu.." lalu Anne meninggalkan tempat duduknya dan sebelum beranjak Anne berbisik pada Jessy, "kamu belum mandiii itu annehh! hih,hih,hiii..." tawa Anne yang berlalu,
Jessy hanya terdiam penasaran dengan sikap orang-orang yang menggangap dirinya aneh, lalu ia melihat kepada ayahnya sambil tersenyum malu
Sebenarnya apa yang terjadi pada diriku..bukannya mereka yang bersikap tidak biasa?tidak seperti keluarga semestinya? malah saya yang dianggap aneh! standar seperti inikah yang dianggap biasa? sebuah kelaurga harmonis? hemmmm.. sepertinya harus dirubah standarnya.. karnaaa saya kurang nyaman seperti ini.