Tiga Puluh

1567 Words

*** Kupikir aku benar-benar sanggup menceritakan semuanya pada Mas Azam ketika diriku tepat berada di depannya. Kupikir aku siap menerima tanggapan Mas Azam soal apa yang akan kuberitahu padanya. Namun, aku tidak sekuat itu. Diriku tidak bisa melakukannya karena tak ingin mengambil resiko. Bisa saja Mas Azam tidak percaya dan berbalik membenciku, tapi yang paling menakutkan adalah Mbak Lia akan bertindak untuk membalas perbuatanku. Tidak masalah bila hanya diriku saja yang terluka, lalu bagaimana jika yang ikut terluka adalah bayi yang sedang aku kandung? Aku menggeleng tegas. Tidak! Aku tidak bisa melakukan itu. Aku harus tetap tutup mulut demi melindungi anakku yang sedang bertumbuh. “Loh, Nira? Kamu ngapain keluar lagi? Mas kan udah bilang tunggu di sana,” ucap Mas Azam setelah men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD