*** Rupanya, rahasia perselingkuhan Mbak Lia dan dokter Arga benar-benar membuatku kepikiran. Suasana mengajar jadi tidak konndusif gara-gara pikiran itu. Diriku hampir saja mengacaukan pekerjaanku seharian ini. Aku juga sering melamun entah itu di kantor ataupun ketika sedang mengajar. Bagaimanapun juga, sulit rasanya menerima keadaan saat ini. Terpaksa berbohong pada Mas Azam membuatku sangat amat tersiksa. Aku berubah. Lebih diam dari biasanya. Perubahan itu pun tercium oleh Ibu Rani, guru yang memang paling dekat denganku. Ibu Rani memberanikan diri untuk bertanya padaku. “Apa yang terjadi, Ibu Nira? Kenapa wajah Ibu muram sejak pagi?” Aku sempat terkejut. Namun, tak pantas bila aku mendiamkannya dan mengabaikan pertanyaan itu. “Nggak apa-apa, Bu Rani,” jawabku. “Pasti ada a

