eps 6 apa ini yang namanya cemburu?

5005 Words
"oh yaaa, wahhh makasih Rafka" Hani terlihat tersenyum senang "Hani ini juga ada burger loo kusus buat kamu dari Rafka" jelas Rere lagi "wahhh, banyak banget loe bawa makanan Raf," Hani terlihat semakin senang.. Rafka hanya tersenyum. "emm Raf bawa makanan bawaan mu ini kedapur bersma Hani" Rere memberikan tas makan umitu pada rafka lagi "biar gue aja Raf, gue akan siapin di piring, gue juga mau ambil gelas didapur" ucap Hani "kalo gitu loe bantuin Hani Raf," sambung Rere "yaudah gua bawain ini kedapur" ucap Rafka . "ohh makasih" ucap Hani . lalu berjalan menuju dapur diikuti Rafka. "yeeeess aku berhasil yeee" Rere kegirangan "oh loe ngapain? " tanya ilham nyamperin Rere. "Rafka udah dateng, dia bawa ayam kentaki itu adlah makanan kesukaan Hani, dia juga bawain satu burger khusus untuk Hani." ucap Rere sedikit pelan "hah yang bener, tak kusangka Rafka peduli beneran sama Hani, " ilham ikut kegirangan. "dah yuk kita gabung sama yang lain, biarin Hani sama Rafka berduaan", Rere mangajak ilham gabung lagi sama yang lain Hani sedang mengambil piring untuk wadah ayam kentaki. mengambil mangkuk untuk menaruh saos. "sini biar aku aja yang nyiapin ayam kentaki nya, itu burger buat loe, loe makan sendiri ya, gak enak sama yang lain", ucap Rafka sedikit canggung " iya thanks ya Raf, aku suka banget sama burger" Hani duduk di kursi dapur tak langsung memakan burger itu. Hani malah mengambil Ponsel miliknya lalu memotret beberapa kali burger tersebut mancari cari angle yang pas. Rafka tersenyum melihat tingkah Hani. "buat apa di foto? " tanya Rafka "emm gpp, buat kenang kenangan hehehehe" jawab Hani malu "dah buruan makan! " ucap Rafka "iyaaaa" Hani memakan bugernya,. sementara Rafka sedang menuang saos ke dalam mangkuk. "Rafka mau? " sambil mengacungkan burger kedepan muka Rafka "ah, enggak usah loe makan aja" "loe incip dikit yaa, "! ini enak banget sumpah" pinta Hani "gaaaakkk.... Hani langsung menyuap kan burger kemulut Rafka. Rafka sangat salah tingkah, d**a nya berdebar hebat. " appan sih dia, dia selalu buatku salting"? batin Rafka "enak kan? " tanya Hani sambil tersenyum "Rafka hanya membalas senyum Hani. " Rafka melihat Hani makan belepotan sekali, tanpa dia sadar dia mengelap ujung bibir Hani nyang belepotan. Hani terkejut, mata nya membelalak menatap Rafka sedekat itu. dada nya berdebar Hebat. "ahhh Rafka loe sweet banget/" batin Hani Rafka tersadar tangannya sedang berada di pipi Hani. langsung melepaskannya. "udah gede, makan belepotan banget" ucap Rafka salting "oh ya, hehehe " Hani tersenyum malu "udah gue bawa ayam ini kesana duluan" ucap Rafka meninggalkan Hani Hani tersenyum senyum memegang pipi nya. merasakan debaran di d**a nya. ini sudah ke berapa kalinya d**a berdebar karna Rafka. Hani segera menyelesaikan makan burger nya, lalu kembali bergabung dengan teman temannya. sambil ngobrol sambil ngemil, ilham sedang berlomba dengan johan. mereka berlomba adu panco iseng iseng. semua bersorak, sebagian mendukung ilham sebagian mendukung johan. "ayooo ayooo johan johan" "ayo ayooo ilham ilham" sorak suara penyemangat dari kubu masing masing. setelah bertahan sekitar 10 menit ilham menyerah. memang johan sangatlah kuat, dia memilih postur tubuh yang bagus karena dia rajin nge gym. ilham meringis, mengakui kekalahannya. "ayooo sapa yang mau lawan johan ayoo maju para lelaki" ucap Rere dengan suara kencang. Rangga merasa tertantang. dia ingin membuat Hani terpesona padanya. "ayoo gue mau lawan loe jo" rangga maju kedepan johan . "yuuuuuuuuuu" semua bersorak menyemangati johan dan Rangga. pertandingan kali ini cukup sengit. pertahanan Rangga juga Bagus. dan pada akhirnya johan menyerah kekuatan nya sudah habis, yang pertama dia sudah tanding melawan ilham lalu rangga yang cukup kuat juga. Rangga dengan tersenyum bangga malam ini. Hani pun tersenyum padanya kagum. Rafka melihat saat Hani tersenyum pada rangga, itu sangat membuat nya merasa kesal. tiba tiba tubuhnya terasa panas. "sudah sudah pertandingan nya, kita lanjutin makan pizza ini dulu lah " ucap lili Rangga melihat tak sekalipun Hanin menyentuh atau memakan pizza yang dia bawa. malah memakan ayam yang rafka bawa. Rangga mengehela nafas sedikit kecewa. dia merasa Hani memang sedang ada sesuatu dengan Rafka. terbesit fikiran Rangga untuk menantang Rafka bermain panco. "emm Raf, loe mau main panco lawan gue? " tanay rangga "ah ngapain, gak usah lah aku lagi males" jawab Rafka Rere tau maksut rangga menantang Rafka, mungkin karena rangga merasa ada sesuatu antara Hani dan Rafka. "kenapa loe takut kalah? " pertanyaan Rangga memancing emosi "apa guee kalah" Rafka tersenyum kecut "ya trus kenapa loe gamau lawan gue? " tanya Rangga suasa mendadak Hening dan canggung, semua anak memandang kearah Rafka yang seperti menunjukan ekspresi emosi karena perkataan Rangga. "gue lagi males" jawab Rafka singkat "halah loe pasti takut kalah lawan gue, ya kan? " Rangga memancing Rafka "sudahlah ngga, kita makan aja dulu sekarang" ucap lili "oke kita tanding sekarang" sahut Rafka. Rafka sudah benar benar emosi dengan kata kata Rafka Hani sedikit takut melihat ekspresi Rafka. Rafka emosi seperti akan marah. Ilham melihat wajah Rafka sangat serius. saat ini Rafka sangat emosi. ilham mencoba mengenakan Rafka. ilham sangat tahu sifat sahabat nya sejak kecil itu. "jangan emosi bro, gak enak dilihatin anak-anak yang lain, disini banyak cewe, apalagi kita sedang dirumah Hani" bisik Ilham pada Rafka "gua bakal bikin tangan nya patah," ucap rafka pelan "jangan gitu donk, udah lawan dia santai aja, jangan banyak mengeluarkan tenaga, loe pasti menang tanpa harus mengeluarkan banyak tenaga, jaga emosi loe" ilham mencoba menenangkan Rafka. Rafka dan Rangga duduk berhadapan. bersiap memulai adu panco. "siap.... mulai" suara Rere memberi aba aba suara sorak mereka kembali terdengar. Hani hanya bertepuk tangan tanpa mengeluarkan kata kata. Hani bingung mau mendukung siapa. Rangga adalah temannya sejak SMP sedangkan RAfka,... entahlah apa arti Rafka dalam diri Hani. kenapa sangat berat mendukung salah satu dari mereka. Hani lebih memilih untuk tak mendukung siapa siapa. ekspresi Rangga terlihat sangat kewalahan, rangga mencoba bertahan ma lawan Rafka. sedangkan Rafka tak berkedip tak juga menggerakan tanggan nya, usaha Rangga melawan pun juga tak menggerakkan tangan Rafka. "s****n dia kuat sekali" batin rangga "loe terlalu sombong dan banyak omong" batin Rafka. setelah beberapa suasana semakin panas, Rangga sudah benar benar kehilangan tenaga. dan akhirnya Rafka menggerakkan Tangan nya untuk menjatuhkan tangn Rangga. Rafka sangat santai. "yyyeeeeeeeeeeeee.... Rafka menang...... yeee eee" sorak suara dari kubu Rafka atas kemenangan Rafka. Hani ikut bersorak sorak. "kuat juga loe" ucap rangga "makanya jangan kebanyakan ngomong" jawab Rafka "sudah yaaa sudahhh kita sudahi tanding panco nya, aku rasa udah cukup lah yaaa menunjuk kan siapa yang terkuat disini?", ucap Rere.. " iya bener mending kita cari permainan lain yang tak membutuhkan tenaga." lili memberi saran "giliran anak cewek donk yang main" jawab roni " bener tuh sahut" johan "permainan apa coba?' tanya Rere " gimana kalo kita main PS aja", mika memberi saran "hah game di PS,? emang kalian bisa?" tanya ilham "ya Maka dari itu, game di PS kan biasanya laki laki yang main nah sekarang kita coba wanita yang main", jelas mika " setuju, " ucap Rere "boleh boleh" sambung Hani "loe punya PS Han?" Tanya johan "em bukan punya gue, punya kakak gue ada kok, sebentar gue ambilin dulu dikamar kakak " Hani mengambil PS dikamar kakaknya. dia juga membawa beberapa memori yang berisi game. tentunya milik kakaknya. Melihat Hani turun dari tangga kerepotan Rangga nyamperin Hani dan membantu Hani membawa PS nya. Rafka melihat Hal tersebut, sangatlah membuat dirinya merasa kesal. apalagi Hani terlihat akrab dengan Rangga. tertawa tersenyum ngobrol sambil berjalan. "kenapa sama gue, kenapa gue kesel lihat Hani sama Rangga sedekat itu,? apa gue jeles? nggak nggak nggak mungkin" batin Rafka "temen temen sini, kita Maennya depan TV donk" Hani memanggil teman temannya untuk masuk ke ruang TV. semua masuk, ada yang duduk di sofa ada yang duduk lesehan di karpet, tentu nya makanan juga dibawa masuk. Rangga menyambungkan PS ke Televisi. johan membantu memilih game yang cocok untuk dimain kan anak cewe. "salah satu diantara kalian ada nggak yang pernah main PS? " tanya roni "gue pernah sesekali" jawab mika "yang lain gak ada? Hani? " tanya ilham "gue enggak terlalu suka maen game, terkadang kalau kkakak gue agi maen aku cuma liatin aja gitu heheheh" jawab Hani udah siap nih siapa yang mau maen duluan? tanya Rangga "aku aja deh, " jawab Hani "lawan Aku ya Hani", mika mengambil stik PS satunya " waaahhhhh mika jangan kalahin aku yaa, kamu kan suka main game" ucap Hani tak percaya diri "kamu pasti bisa Hani" ucap mika sebelum memulai permainan johan menjelaskan bagaimana cara bermain game ini. Hani memperhatikan penjelasan johan dengan serius. Dan waktunya permainan dimulai semua bersorak mendukung kubu masing masing. tentunya Rangga mendukung Hani. bahkan rangga duduk dibelakang Hani. Rafka melihat Hal itu semakin kesal. tapi dia penasaran cara bermain Hani. apa Hani bisa bermain game. Mika tampak percaya diri karena dia tahu Hani tak suka main game, tentunya Mika akan sangat gampang mengalahkan Hani. Hani cukup gerogi memegang stik PS itu. dari belakang rangga berbisik, "PD aja gue bantuin cara nya Han" Hani bahkan tak menggubris bisikan Rangga, dia terus memainkan stik PS ditangannya. Hani merasa ini pengalaman baru cukup sulit ternyata main PS. rangga dari belakang Hani terus menginstruksi Hani. sedangkan mika bertahan tanpa bantuan. mika cukup bagus dalam bermain game. Rafka sangat kesal melihat Rangga yang mencoba dekat dekat dengan Hani. ilham mengetahui ekspresi Rafka, dia cukup tau kalau Rafka sedang jeles. tapi ilham gak mungkin godain Rafka, bisa bisa Rafka ngamuk. "Hani ayoook kalahin muka! " terdengar suara Rere mendukung Hani "mika mika mika mika" suara lili dan roni menyemangati mika "mika ini beneran susah banget, kamu santai banget sih", Hani mengajak bicara mika " kamu harus fokus Han biar bisa kalahin aku! " jawab mika sangatlah seru melihat pertandingan ini. Hanya Rafka yang tidak menikmati nya. Rafka berjalan ingin duduk didekat kolam ikan. "eh loe mau kemana? " cegah ilham "gue mau cari angin bentar, jangan ikutin gue! " Rafka pergi ke teras samping dan duduk di kursi dekat kolam ikan. ilham sengaja membiarkan Rafka sendiri disana, daripada disini dia pasti panas melihat rangga yang deket deket sama Hani. ilham merasa Rafka jeles. tapi tentu saja Rafka tidak akan mengakui. toh diantara Rafka dan Hani belom ada hubungan yang serius. entah apakah Rafka akan berani mengakui apa yang dia rasakan. game over___ "yaahhh aku kalah" Hani meng sedih "hehehehe gpp Hani kamu sudah hebat" ucap rangga "sekarang gantian lili lawan Rere, nanti yang baru lawan mika" ucap johan "oke" jawab lili dan Rere barengan. mereka memulai permainan, Rere dan lili tampak bersemangat. Hani sedang meneguk minumnya. "kok Rafka gak ada, dimana dia? gumam hanin dalam hati " eh ham, Rafka kok gak ada?" tanya hani pada ilham "oh dia di teras kolam ikan" jawab ilham "ngapain? " "cari angin katanya" "ohhhh," "loe mau nyamperin Rafka?" tanya ilham pada Hani "nggak ah takut ganggu dia" jawab Hani "apaan sih Han, kan lo yang punya rumah" "iya sih, siapa tau dia lagi pengen sendiri, soale tadi dia tampak sangat emosi, waktu rangga memaksa nya bermain panco" "Rafka memang tak suka jika ada orang yang meremehkan nya, wajar donk, ya kan, ? oh ya Han, loe gak lagi jalin hubungan kan sama si rangga? " "apaan sih ham, ya enggak lah, Hani sama rangga itu kenal dari SMP, dan Hani juga gamau jalin hubungan sama rangga" "looh kenapa? dia pintar dan juga tampan" "selama ini gue kenal sama dia emang kayak gak ada rasa apa apa, terlihat akrab karena udah kenal lama,. gue rasa sebatas teman lebih baik" jawab Hani "oke sip berarti emang gue sama Rere harus lebih usaha supaya Hani makin deket sama Rafka. gue mau sahabat gue nemuin sesorang yang tepat" batin ilham "loe samperin Rafka gih Han, bawain dia gitar! kakak loe pasti punya kan? " ilham mengarahkan agar Hani nyamperin Rafka "Rafka bisa main gitar? " tanya Hani "ya bisa donk Han, main musik adalah hobi nya, kesenangannya selain ke pegunungan", jelas ilham " ywdah gue ambil gitar kak Sam dulu, ". Hani bergegas ke kamar kakak nya mengambil gitar. lalu pergi ke teras samping rumah. tak lupa Hani juga membawakan satu botol minuman isotonik untuk Rafka. semua teman teman Hani sedang fokus pada permainan Rere dan lili. " Rafka kok disini sendirian aja, nih minum buat loe" Hani duduk disebalah Rafka dan memberikan minum "loe kok kesini"? tanya Rafka " kenapa? hani gak boleh ya kesini? " "ya gpp, kan tadi loe lagi main game" "gue udah kalah hehehe, emang dasar nya gue gak bisa main game" "oh gitu" "loe masih marah? " tanya hani pada Rafka "marah, marah apaan maksud loe"? " tadi waktu ditantangin main panco sama rangga, aku liat kamu emosi karna perkataan rangga" "dia terlalu sombong". " udah nggak usah dipikirin donk Raf, toh loe yang menang" hani tersenyum kata kata hani membuat Rafka sedikit tenang. "oh iya Raf, nih! "" hani menyodorkan Gita pada Rafka "gitar," "iya itu gitar, kata ilham kamu suka main musik, jadi gue bawain gitar kak Sam buat loe, coba donk mainin satu lagu buat gue! " ini pertama kalinya ada cewe meminta Rafka memainkan gitar didepannya. Rafka sangat gugup. "loe mau lagu apa? " tanya Rafka " emm, Hal Hebat" "oke, tapi kali ada salah nya jangan diketawain ya! eh loe bisa nyanyi juga bareng ya, " "ahh Hani malu, suara Hani jelek" "belom juga nyanyi" u Rafka mulai memainkan gitar di pangkuan nya. Hani menatap Rafka dalam dalam. "tak kan siakan dia belum tentu ada yang sperti dia satu dunia tau , aku bahagia banyak pasang mata saksi nya " tak kan duakan dia belum tentu esok kan masih ada. kesempatan tak datang kedua kalinya hargai dan jaga hati nya begitulah reff di lagu ini, Rafka sngat lihai memainkan gitar, suara nya juga dalam dan enak didengar. Hani benar benar terpesona melihat Rafka bermain gitar dan bernyanyi. "udah yaa, nanti anak anak denger gue malu" setelah satu lagu selesai Rafka menghentikan main gitar nya "yahh kenapa malu Rafka, permainan gitar loe bagus suara loe juga dalam banget enak didengar. " puji hani "ah apaan sih" Rafka salting mendengar pujian Hani untuknya "yaudah kita gabung lagi aja sama temen temen yaa! , tapi loe harus janji sama gue, kapan kapan nyanyiin lagu lagi"! pinta Hani " lah kenapa gue harus janji sama loe? " "ya pokok nya gue mau lihat loe main gitar dan bernyanyi lagi titik",. ucap Hani agak bingung kenapa dia maksa Rafka hahaha " dasar bawel" goda Rafka "kok gitu sih loe Raf, padahal gue abis muji permainan gitar loe kok malah loe bilang gue bawel" "lha emang iya loe bawel" Rafka semakin menggoda Hani "ah au ah capek, loe pasti gitu sama gue, bentar bentar baik bentar bentar ngeselin" Hani cemberut "eh eh loe kok cemberut gitu sih" "abis loe itu ngeselin Raf", " yaudah yaudah Rafka minta maaf ya Hanindya...! " "apa? kok gue gak denger kayak ada orang bicara"? hani malah ganti menggoda Rafka " Rafka minta maaf Hanindya, Rafka janji bakalan main gitar lagi buat Hanindya" bisik Rafka didekat telinga Hani. dada Hani berdebar lagi mendengar nya. Hani jadi salting. dia hanya tersenyum kecil lalu berjalan masuk ke ruang TV bergabung dengan yang lain. Rafka sendiri juga bingung, kok dia nurutin aja apa mau hani. Rafka seperti terakhir oleh Hani. d**a selalu berdebar jika dia sedang bersama Hani. "apa bener gue jeles liat rangga deket deket sama Hani? kalu gue jeles artinya gue suka sama Hani, ah gak mungkin. tapi kalo beneran gue suka Hani, apa Hani juga suka gue? " batin Rafka Rafka masuk kedalam bergabung dengan anak anak lain,. ilham melihat kedatangan Rafka kembali, ilham melihat raut wajah Rafka yang sudah tenang. Dia merasa lega. "pasti karena dia habis bersama Hani, emang bener Hani lah yang bisa membuat Rafka luluh" batin ilham pertandingan antar lili dan Rere dimenangkan oleh Rere, dan sekarang Rere sedang tanding dengan mika. Rere juga cukup baik bermain game. pertandingan game antara Rere dengan mika sangat panas. Rere mempunyai strategi permainan yang cukup bagus untuk melawan mika. mika emang kayak cewe cewe gamers gitu. cerdik sekali. pertandingan sengit antara mika Dan Rere sudah berakhir dengan Mika sebagai pemenang nya. tentu mika yang menang, mika sangat lihai memainkan stik PS. "mika kamu emang gamers sejati" ucap Rere "ah enggak ah", mika tersenyum malu " iyaa emang diantara kita berempat mika lah yang suka bermain game" sahut lili "selamat ya mika nih aku kasih kamu hadiah atas kemenangan mu" Hani menyodorkan satu cup ice cream buat mika "waaahhh Hani, tau aja yang mika suka" ucap mika kegirangan "nah looh Hani, para cowo yang menang gak dikasih, tuh Rafka tadi menang kan", ucap Roni " hehehehe maaf ini khusus cewe" ucap Hani sambil ketawa Rafka hanya tersenyum melihat tingkah Hani. waktu menunjukkan pukul 21.20, Rafka menyuruh ilham agar mengajak anak anak pulang karena nggak enak berada dirumah anak cewe malam malam. sudah waktunya untuk pulang karna hari sudah larut malam. saat para sahabat dan teman Hani berpamitan pada Hani untuk pulang, "assalamu'alaikum" terdengar suara mama Hani memasuki Rumah "waalaikumsalam" semua serempak menjawab "mamah udah pulang? " Hani mendekat pada mama nya "iya, eh ada temen temen Hani, sudah makan semuanya? " tanya Ratna "sudah tante" jawab mereka serempak "malah dah kenyang tan" imbuh Rere "assalamu'alaikum" kusuma memasuki rumah "waalaikumsalam" terdengar lagi jawaban kompak "loo ada temen Hani", ucap kusuma " iya pah, seneng deh Hani ada yang nemenin malam ini dia jadi gak sendirian " ucap Ratna "oo iya temen temen yang belom pernah ketemu sama mama papa aku, kenalin ini mama aku dan papa aku, aku juga punya kakak laki laki tapi sedang tidak ada dirumah" Hani memperkenalkan orang tua nya pada teman temannya "Hani kita balik dulu ya dah malem ini" ucap ilham "loohh tante sama om baru dateng kalian langsung pulang" jawab Ratna "kita emang baru aja siap siap untuk pulang tan, karna udah malem gak enak juga malam malam masih bertamu" jawab Rere "yaudah kalian ati ati ya semua nya" jawab Ratna "baik tante om kita pamit dulu yaaa! " semua teman dan sahabat Hani bersalaman dengan mama papa Hani. Rafka berada diposisi paling belakang saat bersalaman pada orang tua Hani. kusuma melihat Rafka dengan seksama "anak ini terlihat beda dari yang lain" batin kusuma Hani mengantar teman temannya sampai depan pagar. "gue pulang dulu ya"! ucap Rafka " em iya hati hati Raf! " jawab Hani "oke" Rafka masuk kedalam mobil dan Rafka lagi yang harus nyetir mobil, karna ilham dah duluan masuk di kursi samping kemudi. Hani masuk kembali kedalam rumah, dia membereska piring dan gelas, juga sisa sisa makanan tadi, ada mbakbtri juga tentunya. karna mbak Tri selalu menunggu Ratna pulang kerja baru dia juga akan pulang. Hani juga mengembalikan PS dan gitar milik kakak nya. ***___- "kriiiiiiiiiiiinnnnnggggg" jam bekerja Hani berbunyi. waktu menunjukkan pukul 05.00. "sudah pagi" Hani bangun lalu mandi, minggu pagi bingung mau ngapain, biasanya Hani joging bersama sang mama, tapi Kaki hari belom boleh dibuat berlari. Hani pergi ke dapur untuk mengambil air minum, "Hani sudah bangun" mama Hani sudah berpakaian olahraga "udah ma, mama mau joging? " tanya Hani "iyaa nih mau berangkat nunggu papa sebentar" jawab sangat mama "yaahhh Hani gak bisa ikut donkkk", Hani nampak sedih " Hani belom boleh berlari nak" ucap sang mama "yawdah baik baik dirumah, papa sama mama joging sebentar ya" " iya maa. " Hani keluar ke teras samping, dia menghiruo udara pagi sang sejuk. Hani mengambil selang lalu menyiram beberapa tanaman disana, dia melihat kursi yang berada di samping kolam. dia teringat saat tadi malam Rafka menyanyikan lagu yang dia minta. Hani benar benar terpesona, dia jadi senyum senyum sendiri mengingat Hal itu. setelah menyiram semua tanaman Hani masuk kedapur. punya ide untuk membuat sarapan, biar nanti waktu papa dan mama pulang bisa langsung sarapan bareng. "tapi buat sarapan Apa? " gumam Hani Hani mencoba membuka aplikasi youtube di ponsel nya. dia mencari menu yang cocok untuk sarapan. "mie telor ini kayak nya enak, sama seperti masak mie instan trus digoreng lagi sama telor, oke aku akan bikin ini" gumam Hani Hani mencermati dulu step step cara membuatnya lalu baru dia praktekan. menyiapkan semua bahan lalu mulai memasak, walau tangan Hani terlihat kaku, tapi Hani cukup cekatan, dan benar benar berusaha. "Hani ngapain sayang? " tanya sang mama yang sudah pulang dari joging yaaa joging keliling kompleks nggak perlu jauh jauh. "heheh Hani bikin sarapan buat mama dan papa juga" jawab Hani sambil meringis "oh yaa, kalo gitu papa mau mandi ganti baju dulu lalu akan sarapan masakan yang dibuat Hani" ucap kusuma "mama juga hehehe " Ratna tampak senang anaknya berusaha belajar memasak. jadi kalo kalo suatu saat mbk Tri gak bisa kerumah , Hani bisa buat makanan sendiri. Oh iya di Hari minggu gini mbak Tri juga libur bekerja dirumah Hani. jadi kalo minggu gini biasanya Ratna yang masak mulai dari sarapan sampe makan malam. "yey udah siap, omlet mie bikinan Hani, semoga aja rasanya enak, dan gk ngecewain mama sama papa" gumam Hani Hani menyiapkan omlet mie di meja makan, dan juga jus jeruk. mama papa Hani sudah selesai mandi lalu turun ke ruang makan. "wahh ini nama masakannya apa Hani?" tanya sang papa "omlet mie pa, jangan diketawain ya kali rasanya aneh! " jawab Hani sambil sedikit tidak PD "ayo Hani duduk juga ayo sarapan Bareng" ucap mama "iya ma," kusuma mulai memakan omlet mie buatan Hani. "emmmm, ini lumayan enak" ucap kusuma "iyaa ini enak Hani, kamu pintar juga memasak" sambung mama Hani juga mulai memakan omlet mie bikinannya. "wah iya bener ini lumayan enak", gumam Hani " belajar dari siapa nak? " tanya mama "dari youtube ma hehehehehe" mereka bertiga melanjutkan sarapannya. biasa nya di hari minggu papa Hani akan membersihkan kolam ikannya. karna sedang libur kerja. tapi kalau sedak banyak kerjaan dan Hari minggu harus tetap kerja, yaa kak Sam kalo nggak gitu mbak Tri mengajak suami nya kerumah Hani untuk membersihkan kolam ikan. "mamah hari ini mau ngapain? , ini hari minggu loh ma, mama gak kerja kan? " tanya Hani "hehe, mama belom tau mau ngapain, mama nggak kerja kok, meliburkan diri supaya fresh untuk kembali bekerja besok". jawab sang mama " kita ngemall yuk maa! " ajak hani "tumben banget ngajak mama nge mall, biasanya Hani gak suka diajakin ke mall" "beberpa Hari lagi kan mama berangkat luar kota, jadi mumpung mama masih disini Hani mau kok diajakin mama ke mall," . " beneran? kalo gitu mama sekalian mau ke salon yaa"! mama juga mau beli tas sama sepatu" ucao sang mama "hah salon, salon ma" Hani tampak lesu, menunggu mama nya disalon adalah Hal yang sangat membosankan. Hani tak suka ke salon seperti mama nya, ke mall aja biasanya juga kalo lagi pengen makan itu pun gak akan berlama lama. "katanya mumpung mama masih disini Hani mau diajakin nge mall" Ratna menggoda Hani, Ratna tau Hani sangatlah tak suka ke salon "iya iya maa gpp kok Hani akan nemenin mama nyalon" jawab Hani sambil sedikit mringis.. "yaudah buruan siap siap sana, dandan yang cantik! " perintah sang mama. "iya maa" Hani berjalan masuk ke kamar, dia memilih baju yang cocok untuk ke mall. "klung" Ponsel Hani berbunyi Hani melihat siapa yang mengirimi dia pesan. "pagi Hani" pesan dari rangga "pagi ngga, ada apa!? " balas Hani "loe lagi apa? " "lagi siap siap mau ke mall sama mama" bales Hani "oooh gue ganggu donk" "nggak juga sih" "gue gak diajakin ke mall Han? " "sory gue mau Quality time bareng mama" "oke oke have fun Hani" "oke" "rangga gaje banget dah chat gak ada perlu juga" gumam Hani Hani melanjutkan kegiatan nya siap siap ganti baju. kedepan cermin untuk berkaca, tak lupa pake bedak moisturizer diwajahnya supaya tetap lembab, memakai bedak setipis mungkin dan memakai liptint. menyisir Rambut nya dan membiarkan semuanya tergerai Hani sudah siap. memakai atasan tshirt bewarna merah muda, dipaduka dengan bawahan rok span semi jeans bewarna putih tepat selutut dan memakai sepatu sneakers. membawa tas slempang dengan ukuran kecil yang hanya cukup untuk bawa ponsel dan dompet. menyelipkan satu liptint juga. "mama Hani sudah siap" teriak Hani yang sedang berada diruang tengah dan sang mama masih di dalam kamar "iya Hani sebentar"! ucap sang mama dari dalam kamar " Mau kemana Hani? " tanya sang papa sang barusan selesai membersihkan kolam ikan "mau ke mall sama mama" jawab Hani "hahahaha yakin Hani mau nge mall sama mama" papa menggoda Hani sambil ketawa " iihh papa, jangan ketawain Hani donk pa! " kusuma sangat tahu anak perempuan nya itu tak suka nge mall. "yaudah hati hati ya" ucap papa Hani "papa ikut aja yuukkkk" ajak Hani "gak bisa Hani, papa harus mengecek progres bisnis papa, masak papa ke mall bawa laptop" jelas sang papa "ah papa alesan, bilang aja papa juga males nungguin mama nyalon nanti" Hani cemberut "hahaha itu juga salah satunya, " papa Hani tertawa " tuh kan papa.. . .. . " "tapi beneran Hani, papa harus memantau progres bisnis papa" jawab sang papa serius " yaudah. " "ayoo Hani kita berangkat," mama Hani sudah siap "yukk maa" "pa, mama sama Hani ke mall dulu ya papa baik baik dirumah" Ratna pamit pada sang suami "iya kalian ati ati" ucap kusuma " iya pah"... Hani ke mall sama mama nya, tanpa supir. karena kalau minggu memang pak sarip libur. selama perjalanan Hani menyetel musik di mobil mama nya. dia bernyanyi sepanjang perjalanan ke mall. sang mama fokus nyetir sambil senyum senyum melihat anaknya yang sedang menghayati lagi "tak kan siakan dia belum tentu ada yang sperti dia satu dunia tau , aku bahagia banyak pasang mata saksi nya " tak kan duakan dia belum tentu esok kan masih ada. kesempatan tak datang kedua kalinya hargai dan jaga hati nya Hani menyanyikan lagu yang dinyanyikan Rafka semalem. sampai di mall Hani dan mama nya berjalan mengelilingi mall, mampir ke toko tas langganan mama nya, lalu ke toko sepatu. Ratna juga mengajak Hani mampir ke toko yang koleksi bajunya sangat bagus, memilihkan beberapa baju untuk Hani, Hani juga memilih sendiri beberapa baju yang membuat nya tertarik. Hani anak yang simple dia suka dengan kaos oblong, hodie atau tshirt. dipadukan dengan bawahan celana atau rok semi jeans. sang mama biasakan memilihkan baju yang feminim, itu juga jarang dipake Hani hahaha. lalu sang mama mengajak Hani ke toko sepatu, sang mama ingin membelikan Hani sepatu berhak tapi Hani lebih suka sneakers. karna nyaman di pake nya. perempuan kalo shopping emang suka kalap yaa tak terasa bawain Hani dan mama sudah banyak. sekarang waktunya mama Hani nyalon. tapi kali ini Ratna meminta Hani juga ikut an perawatan, tapi Hani menolak, sang mama memaksa menyuruh Hani melakukan setidaknya satu saja kegiatan memanjakan diri disalon. Hani memilih masker rambut, sebelom di masker Hani meminta rambut nya dirapikan sedikit bagian bawahnya. sekitar tiga jam an Hani dan mama nya di salon. sebenarnya Hani sudah selesai duluan tapi tetep aja Hani harus menunggu sang mama. "maa Hani laper" ucap Hani "yuukk kita makan" ajak sang mama mereka berjalan mencari tempat makan. "Hani mau makan ramyeon mah" ucao Hani " baiklah kita keresto ramen itu"jawab mama sambil menunjuk restoran ramen Hani dan mama nya sedang menyantap ramyeon sambil mengobrol. sekali kali Hani mengambil foto selfie bersama mama nya. dia juga membagikan foto tersebut ke story sosmed nya. selesai makan mereka langsung pulang. ternyata hari sudah gelap. sang mama membelok kan mobil ke salah satu resto cepat saji, ingin membeli makan drive-thru membawakan makanan untuk kusuma. "Hani mau burger" tanya sang mama "ehh burger mau ma" jawab Hani Hani langsung teringat sama foto burger kemaren. dia membuka ponsel nya, melihat ke galery, ya ada foto burger yang dibelikan Rafka. Hani mempost foto tersebut ke story akun sosmed nya dengan caption _thanks_ lalu diberi emot senyum disamping nya. Hani berfikir Rafka tak akan tau kalo Hani post ini, kan Rafka nggak punya sosmed Hani. jadi Hani gak perlu malu, toh hanya Hani yang tau foto ini. sedangkan Rafka yang sedang membuka buka sosmed nya dia melihat akun Hani membuat story, dia melihat foto Hani dan sang mama, lalu menekan lagi untuk melihat story selanjutnya dan itu foto burger semalem. "hah Hani post burger dari gue, dikasih emot senyum" gumam Rafka Rafka kegirangan melihat post story Hani. "kayak nya gue beneran suka sama Hani, jadi ini yang namanya suka sama cewe, jadi semalem gue emang cemburu, tapi Hani apa dia juga suka sama gue? gue gak bisa mengaku kalo gue suka sama dia, gengsi dah gua" gumam Rafka Hani sudah sampai rumah meletakkan barang belanjaannya dikamar lau kembali kebawah untuk makan burger. papa Hani sedang makan makanan yang dibelikan Ratna tadi. "eemm kakak kok belom pulang sih mah" tanya Hani "katanya kan 3 hari Han, mungkin besok baru pulang" jawab Ratna "harusnya malam ini sudah pulang mah kan udah 3 hari, aku chat dari kemaren juga gak dibales, " ucap Hani sebel "lha y gak ada sinyal donk Han, kan camping digunung" sahut sang mama "iy yaaa hehehehe" selesai makan burger Hani pergi ke kamar untuk membereskan barang belanjaannya tadi. sambil mencoba coba baju atasan dan bawahan juga sepatu yang ia beli tadi. lalu Hani belajar sebentar sebelum tidur. ****__- Hari sudah berganti pagi. Hani bangun lalu bersiap untuk kesekolah, tak lupa ia sarapan dulu. "mama masak sarapan apa? " tanya Hani pada mamanya "nih mama bikin nasi pecel" jawab sang mama "eherm, aku juga mau maa nasi pecel nya" suara samudera terdengar dan duduk disebalah Hani "loohh kak Sam, udah pulang" Hani terkejut sambil. memeluk kakak nya "kakak lama banget sih camping nya" ucap Hani "3 hari doang masak lama, kakak udah dateng dari semalem, tapi kamu sudah tidur jadi kakak gamau ganggu kamu lah" jelas samudera "kalau gitu hari ini anterin Hani kesekolah ya kak, Hani kangen Dibonceng in naik motor sama kakak"! "iya kakak anter, tapi pulang kakak gak bisa jemput soalnya kakak ada kelas nya siang hari." jelas samudera "oke kak" kusuma, Ratna, samudera dan Hani sarapan bersama, Hari senin Kan jadi Hari sibuk untuk kusuma dan Ratna. karena pekerjaan selalu berada banyak setiap Hari senin. begitupun di sekolah, Hani harus berangkat agak pagi karna harus mengikuti upacara bendera setiap Hari senin pagi.. dan bersambung..
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD