Hipertensi

1266 Words

Amel manatap lekat pada Fardan. Mata mereka bertemu. Fardan mengeleng. Meyakinkan istrinya bahwa semua yang di katakan Ibunya bohong belaka. "Bang!" Amel bersuara. Meminta penjelasan pada Fardan. Namun Fardan hanya bergeming. Amel mengambil langkah seribu dan langsung masuk kedalam rumah. Bahkan Mamanya saja ia tabrak bahunya. Tangisnya pecah, pikirannya yang sudah agak tenang harus kembali terguncang. Bahkan lebih hebat dari sebelumnya. Riana bingung, antara memilih masuk kedalam untuk menolong Amel atau memaki orang tak tahu diri seperti mereka. "Ayo, Dan! Ngapain bengong. Kita pulang, kita rencanakan pernikahan mewah kalian!" Iryani mendengkus, sedangkan Lira hanya berlenggok dengan memamerkan semua perhiasannya. "Nggak, Bu! Aku disini sama Istri dan anakku. Aku tak akan pernah me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD