Fajar menampakkan diri. Isti bangun lebih dulu untuk menyiapkan kebutuhan sarapan mereka berdua. "Mas...sudah jam 6, bangun donk" Isti mengusap kening suaminya. "Eeerrghhh" Aji menggeliat memunggungi Isti. Lalu ia memeluk guling dengan erat. 'hm..kalo gini terus ga bangun-bangun' kata Isti dalam hati. Muncul ide jahil Isti. Tak lama, Isti kembali dengan gayung yang berisi air. Dia memercikkan air ke wajah suaminya. "Love!" Aji merengek dan terpaksa bangun karena merasakan air dingin diwajahnya. "Sori sayang..ini uda hampir jam 7, katanya mau janjian sama notaris" ujar Isti meninggalkan suaminya yang masih mengerjapkan matanya. "Astaga...kenapa aku bisa jatuh cinta dengan wanita bar-bar ini?" ucap Aji sambil menenggak air putih tepat disebelah Isti. "Jadi kamu nyesel dengan wani

