Isti masih duduk di sofa lobby sambil melihat ponselnya, dia menanti kabar dari suaminya. Lalu dia melihat pasangan fenomenal itu, Tasya yang menggunakan minidress ketat mengapit lengan Johan. Isti yang tadinya ingin menunggu suaminya, tiba-tiba dengan segera dia berdiri dan berjalan melenggang mendahului. Dia berhenti di depan pintu lift dengan tubuh tegap dan wajah memandang lurus, penuh dengan rasa percaya diri. Pasangan itu berdiri tepat di belakangnya. Walaupun tanpa tahu wajahnya, Johan sangat paham siapa wanita yang ada didepannya. Aroma parfum Isti yang khas menghantui pikirannya beberapa hari ini. Terlebih lagi saat Johan melihat dengan jelas bekas cecapan di punggung Isti yang berwaran merah keunguan, membuat pikirannya berkelana. Pintu Lift terbuka, Isti masuk lebih dulu, da

