35

1455 Words

One Night ( Stand )             Langit muram sore ini. Kelabu tak terpancarkan sedikit sinar di balik gumpalan awan itu. Shilla sudah yakin, kalau hujan akan turun tak lama lagi. Dan  benar, tak lama saat Shilla sudah keluar dari gedung. Hujan seperti menerpa tubuhnya untuk menyingkirkannya.           Arka sudah berpamitan untuk menjemput Arsen. Tak perlu mengkhawatirkan bagaimana keadaan anaknya sekarang. Tapi Shilla ingin cepat pulang, memeluk anaknya itu, membisikan kerinduannya pada bocah yang belum jelas mengucapkan huruf ‘R’ itu.           “Bunda.. Bunda...”           Rasanya halusinasi akibat pembentukan rasa rindu yang mengerak itu semakin jelas saja. Shilla jadi tersenyum tipis. Metafora rasa rindunya kacau akhir akhir ini. Saat kedatangan Arka dan mengatakan kalau ia inga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD