“Ya Allah! Arsenal! Papa lupa! “ Arka buru – buru melepaskan seat belt, Arka dan Arsen baru saja sampai di depan rumah dan Arka baru ingat kalau Shilla masih tertidur. “Papa lupa kalau Bunda kamu belum Papa kasih makan, nanti Bunda kamu meninggoy gimana Sendiri! “ Arsen yang tengah anteng menikmati s**u kotak keduanya itu lantas di gendong oleh tangan kekar Arsen, dengan mudahnya Arka membawa Arsen di gendongannya dan kantong belanjaan yang sudah ia teng – teng. “Papa bisa masak? “ Tanya Arsen, ia membulatkan matanya dengan memelas, “Arsen lapel.... “ Arka terhenti di depan pintu, “Papa sampe lupa, Papa engga bisa masak. “ Arka menepuk jidatnya. Namun Arka tak kehilangan akal, ia membenarkan Arsen yang mulai merosot dari gendongannya, “Nanti kita masak. Sekarang kita masuk dulu..

