51

1628 Words

ONe Night ( Stand ) Shilla dan Arka sedang dalam perjalanan selepas pulang dari panti asuhan, Shilla tengah memeluk Arsen yang menangis karena bertengkar dengan salah satu panti.                 “Kenapa kamu nangis terus sih Sen, udah jangan nangis lagi, anak Papa kalo nangis terus engga ganteng.” Ancam Arka sembari mengamati lampu jalan dan terus melaju.                 Arsen sendiri dengan mata merahnya berusaha menghapus air mata, ia kalah bertarung, lebih tepatnya pertengkaran anak kecil. Bagi Arsen, ini benar – benar menghancurkan harga dirinya di dunia perduelan.                 “Ta- tapi Alsen tadi di puh – kul Pa.... “ adu Arsen dengan nafas sesenggukan karena menangis sepanjang jalan.                 “Besok Papa anter lagi ke tempat Eyang, kita ajak duel yang tadi nonjok kamu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD