Karena janji, tak mudah untuk diingkari. Sasa melirik gadis yang di sampingnya itu entah untuk beberapa kali. Sejak mereka sampai pada ruang ekskul untuk mengikuti rapat, gadis itu lebih banyak diam, hanya berbicara jika dia ditanya. Dia ingat tadi bagaimana ekspresi kakak kelasnya itu saat sudah pergi dari tempat teman-temannya tadi, keruh, sedih, kecewa menjadi satu. "Sasa" panggil seseorang yang tidak direspon oleh Sasa. "Sasa" masih tidak diindahkan oleh gadis itu, dia malah semakin menenggelamkan pikirannya. "Sasa!" Gadis itu tersentak kaget, dia menoleh ke arah orang yang berteriak itu hendak membalas teriakan itu. Tapi, seakan sadar dia sekarang lagi dimana, gadis itu memberikan cengirannya meminta maaf. Adi, orang yang sejak tadi memanggil sasa dan baru diberikan respon saat d

