Elwen, sebelah timur Hutan Lawson, Pulau Hellion
* * * * *
Di sebuah tempat yang hanya dikelilingi dengan kegelapan, tempat yang dikira tak pernah dihuni setelah ditinggalkan oleh sang Raja pertama elf karena tempat itu hancur setelah ledakan dari gunung berapi terbesar di Lacoste yang pernah ada.
Gunung itu bernama Farenorth. Gunung berapi raksasa yang bahkan ledakannya tak mampu disangkal oleh Ezra. Gunung itu meledak, menyemburkan lahar api yang panas dan langsung meratakan Pulau Hellion.
Sejak saat itu, seluruh bangsa elf pergi dari sana dan menempati Pulau Amadea. Padahal Pulau Hellion sebelum rata seperti sekarang selalu dikagumi karena kehadiran Gunung Farenorth.
Namun siapa sangka, keindahan itu hilang ketika gunung itu meledak dan meratakan segala sesuatu yang ada di sana.
Butuh ratusan tahun bagi Ezra untuk membangun kembali tempat tinggal di Pulau Amadea, memastikan tak ada elf yang tertinggal serta membangun pedesaan yang layak untuk ditinggali bangsa elf.
Pulau Hellion tak berpenghuni dalam waktu yang cukup lama, sampai akhirnya kemunculan buku dark elf yang misterius mengundang misteri itu muncul ke permukaan.
Buku yang dibuat oleh seorang wanita yang terbuang dari keluarganya, diacuhkan oleh kehidupan dan tak pernah dianggap ada. Buku itu hidup abadi dan tak pernah hancur meski dengan kekuatan sihir apapun.
Buku dark elf itu adalah buku buatan Ashley Redmond. Seorang bangsa elf yang haus akan kekuatan dan menuliskan ilmu - ilmu terlarang yang ia pelajari ke dalam sebuah buku.
Kemudian buku itu disimpan dengan aman di Hutan Lawson yang terletak persis di belakang Gunung Farenorth. Buku itu bisa memperbanyak diri dan menghampiri bangsa elf yang haus akan kekuatan.
Selama buku itu masih ada di Hutan Lawson, buku dark elf akan menyebar ke seluruh penjuru Lacoste tanpa terkecuali.
Elwen, sebuah kota mati yang tak berpenghuni menjadi tempat tinggal Ashley sang ratu kegelapan. Setiap jiwa - jiwa elf yang berhasil menggunakan kekuatan dark elf akan tinggal disana.
Awalnya Hellion hanya menjadi tempat pengasingan dan pembuangan bagi bangsa elf, namun Ashley yang pintar menawarkan kehidupan yang jauh lebih baik dan indah dengan ikut bersamanya ke sisi kegelapan.
Dan disinilah Rodion, Esme beserta anak mereka berakhir.
Setelah 5000 tahun yang lalu Rodion beserta keluarganya dibuang ke Hellion untuk diasingkan dan berharap mati karena Gunung Farenorth yang selalu meledak setiap 10 tahun dan menghancurkan segala sesuatu yang di dalamnya, tapi tidak demikian.
Rodion dijemput oleh Ashley, ditawarkan sebuah tempat dimana ia bisa kembali hidup dengan damai dan memiliki kekuatan yang luar biasa.
Ezra memerintahkan Rodion, Esme dan anak mereka untuk dibuang secara paksa ke Hellion. Tanpa bekal apapun dan bahkan seluruh mukjizat sihir yang diberikan oleh Ezra dahulu diambil.
Sehingga Rodion, Esme dan anak mereka tak lebih dari seorang elf biasa yang tak memiliki sihir dan hanya mampu bertahan hidup dengan tubuh mereka sendiri.
* * * * *
Ashley sang ratu kegelapan yang berusia 13000 tahun itu tampak melangkahkan kakinya memasuki sebuah ruangan yang besar. Saat pintu itu terbuka, puluhan bangsa dark elf langsung berdiri dan menyambut kedatangan Ashley.
"Tidak perlu berdiri, duduk saja, anak - anakku," titah Ashley sembari melangkahkan kakinya memasuki ruangan perkumpulan bangsa dark elf dan duduk di kursinya.
Para bangsa dark elf yang lain duduk kembali. Termasuk Rodion dan juga Esme yang hadir di sana.
Bangsa dark elf sejauh ini beranggotakan 11 orang. Dimana 3 diantaranya adalah orang - orang terbuang dari Istana Tessitura yaitu Esme, Rodion dan juga anak laki - laki mereka.
Ashley tampak memicingkan matanya dan melihat kursi kosong di sebelah Esme.
"Esme," panggil Ashley.
Esme menundukan pandangannya dan mengangguk, "Ya, yang mulia," balas Esme.
"Kemana anakmu? Bukankah sudah aku katakan rapat hari ini ia harus ikut?" tanya Ashley.
Tiba - tiba saja pintu ruangan terbuka dan menampilkan sosok pria dengan peluh keringat. Pria itu tersenyum kemudian berlarian ke arah Ashley.
Ashley tersenyum senang menatap kehadiran pria itu dan mengusap kepalanya sembari mencium pipinya perlahan, "Duduklah," titah Ashley.
Pria itu menuruti perkataan Ashley dan duduk di samping kursi Esme.
"Dari mana saja kamu?" bisik Esme kepada anak laki - lakinya.
Pria di sampingnya tersenyum, "Aku hanya olahraga sebentar dan melatih sihirku di bawah Gunung Farenorth," jawabnya.
Ashley memicing dan menatap pria yang sedang berbincang dengan Esme.
"Jerome," panggil Ashley.
"Ya, Nona Ashley," balas Jerome - anak dari pasangan Rodion dan Esme.
"Bagaimana perkembangan sihirmu? Apakah sihir dariku cukup?" tanya Ashley.
"Sangat cukup, Nona. Saya sudah berlatih dengan keras tadi," balas Jerome.
Rodion tersenyum senang mendengarnya.
"Terima kasih banyak Nona Ashley, anda sangat memperhatikan anak saya dengan baik," sahut Rodion.
"Tidak perlu seperti itu, Rodion. Bukankah aku sudah mengatakannya sejak kedatangan pertama kalian? Aku menyukai anakmu dan Jerome sepertinya juga menyukaiku. Bukankah begitu, Jerome?" tanya Ashley.
Jerome menganggukan kepalanya.
Ashley kembali menatap Rodion, "Ingatanmu perlahan sudah kembali pulih kan? Apakah ingatan tentang saudaramu juga kembali? Lalu bagaimana dengan keputusanmu sekarang?" tanya Ashley kepada Rodion.
Rodion, Esme serta Jerome yang dibuang ke Hellion rupanya juga mengalami penghapusan ingatan. Ingatan tentang keluarga kerajaan dihapus termasuk kehidupan mereka sebelum tiba.
Makanya ketika ketiga orang itu datang, mereka hanya mengingat nama dan mengatakan jika mereka adalah sebuah keluarga, tak lebih dari itu.
Ashley membantu Rodion, Esme serta Jerome untuk mendapatkan ingatannya. Ashley tahu betul jika Rodion adalah anak dari Ezra, mengingat Ashley tahu betul dengan keluarga kerjaan bangsawan elf.
Dan hanya Ashley serta 2 penghuni kegelapan lainnya yang tak ikut merasakan hilang ingatan tentang Rodion sebagai anak dari Ezra.
"Sudah," balas Rodion.
"Baguslah. Lalu langkah apa yang akan kau ambil? Sepertinya Moona sangat ingin tahu tentang langkahmu dan ingin membantu menghancurkan Tessitura," ujar Ashley sembari melirik ke arah Moona.
Bangsa dark elf yang beranggotakan 11 orang itu terdiri dari Ashley, Rodion, Esme, Jerome, Moona, Ghea, Zellie, Zoku, Pastel, Omen, dan Ronan. Zellie dan Zoku adalah saudari kembar, mereka dibuang oleh orang tua mereka karena dianggap elf kembar akan mendatangkan malapetaka.
Moona tersenyum sembari menyibakkan kepangan rambutnya kemudian memposisikan tangannya di bawah dagunya dan menopangnya, "Tentu. Aku akan bersiap membantu. Zellie dan Zoku juga demikian," ujar Moona.
"Tentu saja," sahut Zellie dan Zoku.
"Jangan terburu - buru anakku. Sejak kedatangan Rodion aku sudah katakan jika Ezra memasang Amethyst di Pulau Amadea. Kita harus berunding untuk bisa menembus selubung itu dan menghancurkan Tessitura, sayang," ujar Ashley.
"Aku sudah coba menghancurkannya tetapi itu sihir yang sangat kuat, pantas saja Ezra langsung mati setelahnya," sahut Pastel, seorang wanita yang kehilangan indra penglihatannya, dan karena Pastel buta, ia juga dibuang oleh keluarganya.
Omen menganggukan kepalanya, "Rodion, apa kau tidak ingat dengan kelemahan selubung itu? Atau sihir Ayahmu sendiri? Aku pikir kita bisa menghancurkannya jika tahu kelemahannya," ujar Omen.
Rodion menggelengkan kepalanya, "Sihirnya sangat kuat. Dia bahkan menghapus ingatan kami dan membuang kami seperti sampah," ujar Rodion.
"Cih dasar pria tua tak berguna, lihat saja jika aku menjadi ratu bagi bangsawan elf, aku akan membunuh garis keturunan Ezra sampai ke dasar," sahut Ghea, seorang elf dengan tubuh mungil dan karena memiliki tubuh pendek dan mungil seperti dwarf, Ghea diasingkan dan dibuang.
Jerome berdiri dari tempatnya kemudian menatap Ashley serta Rodion, "Sepertinya aku tahu sesuatu," ujar Jerome.
"Bagaimana menurutmu Ronan? Apa kau juga akan ikut dalam pembalasan dendam ini?" tanya Omen kepada Ronan.
Ronan membuka matanya dan terlihat bola matanya yang seluruhnya berubah menjadi hitam, tangannya pun dilipat silang di depan d**a.
"Hm, aku penasaran dengan Kakakku, tentu aku tak akan sabar agar bisa menemuinya," ujar Ronan.
Ashley Redmond menyunggingkan senyumannya, kemudian bertepuk tangan dan tertawa.
"Baiklah ayo kita pikirkan sekarang untuk menghancurkan Amethyst dahulu," ujar Ashley.