32

4926 Words

Nalaya menarik napas kasar. Menatap lantai yang memantulkan bias dari lampu di atas plafon, dia memejamkan mata. Kembali menghembuskan napas panjang. "Kita sama-sama tahu itu mustahil, kan?" Nalaya berbisik lirih pada Advan yang membatu di sampingnya. Setelah dokter itu berlalu dan memberikan mereka ultimatum tentang kondisi Lena bertahan, mereka tidak bisa lakukan apa pun selain berdiri seperti orang bodoh. Abe pergi dan meminta para suster untuk membawa Lena ke ruang ICU. Setelah itu, dia meminta pada mereka untuk membawa Lena ke kelas pertama di rumah sakit agar lebih nyaman dan luas. Keana menunduk, dia mengusap telapak tangannya dan menatap Nalaya bergantian dengan Advan. "Kenapa tidak kalian coba? Dokter itu benar, hanya orang tua Lena yang bisa menyelamatkannya. Dia kejang-keja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD