Bab 62

1531 Words

Tangisan ini mungkin hanya sebuah air mata. Tapi kehadiranmu dalam hidup ini berhasil membuatku lebih sempurna.   Seperti menjadi kebiasaan kami, aku dan ibu, setelah kepergian pak Ranu ke kantor, kami pasti akan membuat janji dengan dokter Athar. Menceritakan keseluruhan yang belum sepenuhnya ia dengar, sambil sedikit banyak melakukan self healing. Karena entah kenapa aku dan ibu, setelah berbicara dengan dokter Athar merasa jauh lebih baik. Entah itu luka luar yang terlihat oleh mata, ataupun luka yang terasa oleh hati. "Rekam medis yang kemarin milik Ibu dan Rhea, sudah saya minta analisa oleh teman-teman spesilist lainnya. Jika memang hal yang mengkhwatirkan, mereka akan menginfokan." "Soal tulang rusuk yang kemarin itu, gimana Dok?" Aku mendengar ibu bertanya mengenai kondisi tub

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD