Kupikir inilah alasannya, mengapa aku sulit untuk percaya. Tidak ada kata bercanda jika Elam sudah serius untuk melakukan sesuatu. Buktinya sabtu, jam 7 pagi, dia sudah standy di rumahku. Luar biasa kekasihku itu. Dia menyiapkan segala keperluan, mulai dari tenda yang kutahu dia punya di rumah, dan dia bawa untuk dipergunakan hari ini. Lalu beberapa perabotan camping lainnya, Elam lah yang mensponsori. Sedangkan yang kudengar dari Elam, pak Ranu menyiapkan kendaraan kami untuk ke sana, lalu makanan, dan segala obat-obatan yang dibutuhkan. Mereka berdua benar-benar niat sekali. Entah bagaimana caranya Elam bisa dengan mudah mengajak pak Ranu, yang jelas pacarku itu hanya terlihat cengar cengir disaat aku menatapnya sebal. “Duh, tuan putri belum mandi nih. Pergi camping enggak mandi, k

