Bab 14

1251 Words

Perjuanganku tidaklah mudah, jadi kuharap kamu melihat semuanya secara pasti   Elam tertawa tidak berhenti ketika aku menunjukkan isi pesan tersebut, dan menceritakan bagaimana kondisiku ketika menerima pesan tersebut. Padahal disini kurasa tidak ada hal yang lucu, yang bisa memicu tawa seseorang, tapi mengapa Elam terlihat sangat bahagia. “Udah kek, ketawa mulu. Sebel lama-lama lihatnya,” kataku ketika kami siang ini makan bersama di luar kantor, hanya demi memenuhi rasa kepengenku terhadap suatu makanan. “Abis lucu banget, hahaha.” “Elam. Ih. Sebel deh.” “Iya, iya. Maaf. Geli banget aku lihatnya, sumpah. Harusnya dia berguru sama aku, gimana caranya naklukin kamu.” “Dih, jangan mulai deh. Kemarin ibu yang ngomong begini. Sekarang kamu.” “Ya, habis. Kamu baca aja isi pesannya. Dia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD