Bab 13

1282 Words

Kadang aku ragu kepadamu, namun hatiku rasanya tidak akan pernah mundur untuk mencintaimu.   Sampai di rumah, tanpa diminta pun Elam ikut masuk bersamaku, memastikan kondisi ibu baik-baik saja setelah drama keributan kami berdua terjadi. Bahkan dengan gayanya Elam langsung berteriak memanggil nama ibu, lalu disaat ia melihat ibu sedang berada di mana, Elam menghampiri kemudian memeluknya. Sedekat itu memang mereka. Sampai bercanda dengan gaya berlebihan seperti ini tidaklah mengapa bagi keduanya. Karena yang kutahu ibu sudah menganggap Elam anaknya sendiri. “Kok matamu bengkak, Rhe? Kenapa?” Ibu bertanya namun tatapannya tertuju kepada Elam. Ada yang diintrogasi lewat tatapan sepertinya. “Enggak mungkin karena Elam lah, Bu.” “Terus kenapa dia?” Elam mengangkat kedua bahunya, malas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD