Bab 110. Dibayarin

1021 Words

Amanda melangkah masuk toko modern milik suaminya itu. Dia berjalan kaki dari rumah sampai ke toko ini dan sungguh melelahkan. Sepertinya dia harus menerapkan kebiasaan untuk berjalan kaki, kalau tidak mungkin kakinya pasti akan lepas dari tempatnya. "Untung aja kaki gue buatan Tuhan, coba aja kalau buatan manusia, pasti udah lama potel," kata Amanda sambil menggerutu. Kalau berada di kota, paling-paling Amanda hanya akan jogging di sekitaran komplek perumahannya. Itupun tidak lama karena dia akan langsung memutihkan pulang ketika lelah sudah datang menghantuinya. Wanita cantik itu mengedarkan pandangannya ke sekitar, lalu melangkah masuk menyusuri rak-rak. Wanita itu mengedarkan pandangan yang mencari gula dan juga tepung yang dimaksud oleh bibinya. Amanda tidak tahu di mana l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD