Bab 52. Telepon dari Rania

1132 Words

Pagi-pagi sekali alarm di kamar Amanda sudah berbunyi, membuat perempuan cantik itu meraba mejanya dan mematikan alarm. Lalu, melanjutkan kembali tidurnya yang sempat tertunda. Kembali alarm berbunyi, membuatnya dengan kesal membanting alarm tersebut hingga menimbulkan suara pecahan yang langsung mengejutkan Amanda. Perempuan itu terduduk di tempat tidurnya, menatap ngeri pada alarm yang kini sudah tergeletak tidak berdaya di lantai. "Mampus gue!" Ini adalah alarm pembelian ibunya yang keempat dalam bulan ini dan keempat ini pula ia menghancurkan alarm dengan cara dipecahkan. Tak lama kemudian pintu kamar diketuk, membuat Amanda meneguk ludahnya dengan susah payah. Takut jika yang mengetuk pintu adalah ibunya. Amanda tidak punya pilihan lain selain bangkit dari tempat tidur lalu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD