Amanda duduk dengan tenang di sebelah Wisnu sambil menyantap roti bakar yang disiapkan oleh pelayan di rumahnya. Sesekali perempuan cantik itu menolehkan kepala menatap Wisnu. Tangan kekar pria itu dibalut dengan jam tangan dengan mengenakan kemeja berwarna denim yang digulung sampai sebatas siku. Ekspresi wajahnya yang serius menatap jalanan, menambah kadar tampan yang membuat Amanda sedikit terpesona. Kalau lengannya gue sentuh, pasti berasa kencang banget otot-ototnya, ujar Amanda di dalam hatinya. Sadar dengan apa yang baru saja dipikirkan olehnya, perempuan cantik itu menggelengkan kepalanya. Menghalau apa yang baru saja terlintas dalam benaknya yang seharusnya tidak ada. Pria itu tidak tampan, pikir Amanda di dalam hatinya. Tatapannya kemudian tertuju pada pergelangan ta

