Bab 74 (Proposal)

1161 Words

Setelah memastikan kalau Aini baik-baik saja, Dave akhirnya pergi ke ruangannya bersama dengan Aini, membahas masalah meeting dan juga janji temu yang harus mereka hadiri. Begitu selesai, Dave pamit kepada Aini dan masuk ke dalam ruangannya, menutup pintu rapat sebelum bersandar di balik pintu tersebut. Helaan napas panjang keluar dari bibir Dave begitu saja, dia bahkan tidak berusaha untuk menahannya karena tau kalau dia hanya sendiri saja di dalam ruangan tersebut. Meski begitu, Dave isa merasakan tubuhnya yang begitu kelelahan padahal tidak melakukan hal yang berat. “Hendramo … ya?” gumam Dave sebelum membuka matanya, memandang ke depan di mana jendelanya menunjukkan hamparan kota yang cukup luas. Sekali lagi Dave menghela napas sebelum akhirnya dia duduk di kursinya, menyalakan kompu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD