Bab 73 ( Perasaan Murni)

1141 Words

Aini bangun pagi-pagi sekali dengan harapan dia tidak akan bertabrakan dengan Nia, Nadine, ataupun Niar. Makan malam yang dia lewati semalam sama sekali bukan hal yang ingin dia ingat. Hanya mengingatnya kembali saja berhasil membuat perasaannya semakin buruk. Dia bangun dengan kepala yang terasa sakit dan juga kenangan akan semalam yang terus menempel seperti noda yang sulit dilepaskan. Helaan napas panjang keluar dari bibir Aini, dia memperhatikan jendela yang ada di kamarnya, berharap bisa sebebas burung-burung yang terbang di sana. “Semangat, Aini. Ini masih awalnya.” Aini berusaha untuk menyakinkan dirinya sendiri dan menepuk kedua pipinya pelan hanya untuk merasakan sakit. Ah, benar juga. Baru semalam dia ditampar kembali oleh ayahnya sendiri, berkata kalau dia sungguh tidak tau di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD