“Lo nggak apa, kan? Gue datengnya nggak terlalu terlambat, kan?” Lia yang sudah memastikan kalau Hendramo tidak mengikuti segera mengambil belanjaan Aini dan mengecek keadaannya. Melihat kepanikan yang ada di mata Lia membuat Aini terkekeh kecil. “Iya, nggak apa, kok. Nggak ada luka. Daripada itu, udah pasti dia nggak bakal ikutin kita? Kalo sampe nanti dia tau rumah kamu, gimana?” Lia mendengkus kecil sebelum memasang ekspresi sok yang khas, sama sekali tidak membuat Aini merasa sungkan bersama dengannya. “Mau ngejar ke rumah? Sini aja kalo berani. Biar gue hantam sampe babak belur kalo perlu!” Ucapan Lia kali ini membuat suara tawa keluar dari bibir Aini. Dia memang tau kalau Lia selalu mau melindunginya, tapi tindakan dan ucapannya tersebut tetap terasa lucu. Kali ini pun dia mera

