Lagi-lagi Aini terbangun dengan mata yang bengkak. Kali ini dia juga merasakan dirinya yang kelelahan, terlalu banyak menangis. Memang hal seperti ini sudah biasa untuk Aini, tapi dia kali ini benar-benar kelelahan. Hatinya juga terasa sakit, bahkan untuk bernapas saja seperti sulit. Dia melirik ke arah jam di ponselnya, menyadari kalau sekarang masih terlalu pagi untuk bangun dan bersiap ke kantor Dave. Dengan helaan napas panjang, Aini memutuskan untuk bangun dari tempatnya berbaring. Matanya terjatuh kepada foto ibunya yang begitu bahagia di masa mudanya. Mengapa semuanya jadi seperti ini? Aini mulai merasakan kesulitan untuk menunggu hari esok, dia bahkan merasa takut kalau ada banyak kejadian yang tidak mengenakan. Ditambah, beberapa orang terus berkomentar tentang hubungan pernikah

