Bab 50 (Kesempatan)

1169 Words

“Udah gini aja.” Lia yang membantu Aini menatap sahabatnya tersebut. Karena suruhan dari Leo, dia ingin Aini untuk berdandan lebih untuk makan siang hari itu. Gadis tersebut memang tidak tau ke mana dia akan diajak makan siang, namun dia tidak ingin menciptakan keributan di antara mereka berdua. “Apa udah cukup?” Aini berusaha memastikan, memandangi pantula diriny dari kaca yang ada di rumah Lia. “Iya, percaya sama gue. Lagian, kenapa sih lo harus dengerin si Leo? Jelas-jelas dia sengaja begitu biar bilang kalo dia yang lebih berkuasa.” Tanpa diberitau, Aini memang sudah tau. Bahkan dia sadar sepenuhnya akan maksud dari Leo. Meski begitu, untuk menolak apa yang dikatakan laki-laki tersebut tidaklah semudah yang dia kira. Memang jabatan bukan segalanya bagi Aini, tetapi posisi Leo bah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD