Bab 42 (Makan Malam)

1164 Words

“Pasang seatbelt-mu, atau mau aku yang pasangkan?” Ucapan Leo yang begitu terbuka membuat Aini terburu-buru menarik seatbelt yang ada di sampingnya. Berada di dalam satu mobil yang sama dengan Leo saja sudah membuat perasaannya sama sekali tidak enak, sekarang dia harus diperlakukan seperti itu. Tentu saja Aini sama sekali merasa kalau harinya sangat buruk. Pikirannya terus terngiang akan apa yang terjadi dengan Dave di siang hari, mengapa dia tidak bisa melupakannya? Dia sama sekali tidak membutuhkan pemikiran seperti itu. Semakin dipikirkan, maka akan semakin bertambah beban yang dia miliki. Padahal, sehari-harinya saja sudah terlalu memusingkan. “Sudah siap, Sayang?” Leo tanpa ragu mengusap kepala Aini, seperti mereka berdua memang seorang pasangan. “Jangan sentuh aku,” ujar Aini

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD