11

1059 Words
Setelah mereka makan, semua pun berkumpul di mansion nana yang baru. "kenapa kita ke sini uncle?" tanya viko. "aku mau memberikan kalian tugas. Beberapa hari ini akan ada perang terjadi di markas BRM yang lama" jelas hanzo. "perang? Kenapa bisa ada perang uncle? Bukankan sudah ada perjanjian perdamaian?" tanya farel. "sejak BRM mengetahui pemimpin BRM sudah tiada, yaitu nana. Mereka semua memberanikan diri untuk menyerang lagi, agar mereka menjadi mafia ke 1 di dunia" jelas hanzo. "apa nama mafia itu?" tanya vinka. "BLUE MOON" jawab rio. "blue moon? Sepertinya aku pernah mendengar tentang mafia itu" gumam vinka yang didengan orang semua orang. "Blue Moon adalah mafia yang sudah membunuh nana. Selain itu dia juga yang sudah mencoba membunuh keluarga alexsander" ucap nana dingin. "dari mana lo tau?" tanya karen. "gw juga pendiri salah satu mafia" jawab nana santai. "apa nama mafianya?" tanya ales. "Angel Of Death" jawab nana. "ja..jadi lo..." vina "yup dia adalah malaikat kamatian yang takuti di seluruh dunia. Bahkan melebihi uncle" jawab rio. "dan uncle berharap jangan ada yang membuka identitas angel" tegas hanzo. "tapi kenapa mafia lo gak ada di peringkat terkuat sedunia?" tanya farel. "gw dan kelompok gw bukan termasuk mafia biasa. Gw melebihi mafia" jawab nana. "maksudnya? Gw gak ngerti" karen. "jadi di dalam mafia ada yang namanya Queen dan King nya mafia. Dan Angel menjabat menjadi Queennya mafia dalam arti dia adalah pemimpin dari semua mafia, yang kecil maupun yang besar. Bahkan nana pun takhluk pada Angel" jelas alea. "terus bagaimana dengan kingnya?" tanya kevin. "king mafia sudah mati terbunuh oleh penghianat. Dia juga sudah menyerahkan jabatannya kepada queen alias Angel. Jadi posisi King saat ini masih di pegang oleh angel" jelas alea. Mereka pun hanya ber'o'ria. "jadi uncle mau kalian latihan terus menerus karen akalian semua akan ikut kami perang" ucap hanzo. "apakah Angel akan ikut turun?" tanya vinka. "iya gw ikut, dan gw yg pimpin. Gw harap jangan ada yang lalai. Dan saat kita berperang, gw mau semua keluarga lo pindah ke mansion ini. Karena kalian gak mau kan keluarga kalian mati!" ucap nana dingin. Mereka pun menganggukan kepalanya. "kemungkinan gw... Mungkin akan pergi sementara saat perang. Gw harap kalian tetep berjuang" jawab nana dengan nada yang sedikit bergetar. Rio yang mendengar itu pun langsung memeluk nana erat. "enggak, aku bakal jagain kamu. Kita semua akan menjaga kamu. Kamu hebat dan gak akan pergi dari kita lagi" ucap rio dengan mata berkaca kaca. Setelah itu vinka dkk, kevin dan farel pun pulang. Sedangkan yang lain tetap tinggal di mansion itu. "uncle angel pamit mau ke atas" ucap nana. "iya" ucap hanzo. "mau gw temenin tidur?" tawar alea. Karena dia tau nana sedang memikirkan kedepannya. "gak gw bisa tidur sendiri" tolak nana. Sesampainya di kamar.... Setelah nana pamit untuk ke kamarnya. Dia segera duduk di balkon kamarnya. "mommy sama daddy apa kabar yah? Udh lama gw gak liat mereka" gumam nana. Nana pun menatap bintang di atas langit "bintangnya indah banget, tapi kenapa kehidupan gw gak bisa seindah itu? Seenggaknya sedikit ajah gw bisa dapet kebahagian itu. Apa gw gak layak untuk bahagia? Kenapa banyak masalah yang harus gw dan keluarga gw hadapi?" batin nana. Nana pun menangis lalu dia masuk ke dalam kamarnya. Mengunci pintu balkon kamarnya. Lalu duduk di sebelah jendela kamarnya. "apa harus.... Apa gw harus menghilang dari dunia ini baru masalah ini selesai? Jika harus, gw akan pergi" lirihnya sambil menjambak rambutnya. Tak terasa sudah 3 jam dia duduk di situ. Diapun bangun menuju kamar mandi. Sebelum itu dia melihat jam. "masih jam 4 subuh" gumamnya. Akhirnya setelah dia mencuci mukanya di kamar mandi, dia menuju lantai 1 untuk meminum sesuatu yang hangat. Setelah sampai dia melihat seseorang yang duduk di teras belakang mansion. Karena penasaran dia pun menghampiri orang itu sambil membawa coklat panas. Lalu nana pun memberi 1 gelas lagi untuk orang itu. "blm tdr?" tanya nana singkat. "belom" jawab ales sambil menerima gelas itu. "knp?" tanya ana. "gw lagi mikirin seseorang" jawab ales. "siapa?" tanya nana. "adik kesayangan gw" jawab ales dengan mata berkaca kaca. "adik? Ria?" tanya nana berhati hati supaya penyamarannya tidak terbongkar. Ales pun menatap nana lalu "lo tau ria?" tanya ales. "gw knl dia slh satu shbt gw" jawab nana singkat. "boleh gw tanya sesuatu?" ales. Nana pun mengangguk. "ria orgnya gmn selama dia masih hidup?" tanya ales dengan nada seperti ingin menangis. Nana pun menatap ales lalu berkata "dia baik, dia sopan, dia sagan banget sama kalian bahkan sangking sayagnya dia rela mengorbankan dirinya demi kalian" jawab nana panjang dengan nada bergetar. Ales pun tersenyum lalu berkata "lo bener, dia baik banget malahan. Tapi...." "tapi knp?" tanya nana. "tapi gw gagal menjadi kakaknya. Tugas gw adalah melindungin adik gw. Tapi malah dia yang melindungin gw. Gw merasa gw gak berguna" jawab ales. Ingin rasanya nana berkata : ‘gak bang lo berarti di hidup gw. Ingin gw peluk lo saat ini. Tapi gw gak mau bikin kalian khawatir dan bahaya’ batin nana sambil melihat ales dengan air mata yang hampir jatuh. "lo sendiri? Knp masih bangun?" tanya ales. "gw kebangun" jawab nana. "hmm gw boleh peluk lo?" tanya ales hati hati. "peluk? Untuk apa? Kalau pacar gw liat gimana?" tanya nana agar tidak membuka penyamarannya. "lo mirip sama adik kesayangan gw, rio hmm gimana yah" ales. "ya udh lo blh peluk gw" jawab nana. Mata ales pun berbinar, dengan segera dia memeluk nana. Dia merasakan kehangatan kembali seakan dia sedang memeluk adiknya yang tiada. Lalu mereka melepaskan pelukan itu. "hmm gw boleh minta bantuan sama lo?" tanya nana. "boleh, emang lo mau minta tolong apa?" tanya ales. "gw mau lo selalu ada di samping rio, dimana pun dia berada. Apa lagi saat gw gak ada" jawab nana sambil menatap kosong ke depan. "lo gak ada? Maksudnya?" tanya ales. "gw punya firasat yang kuat. Bahkan gw bisa liat masa depan gw. Lalu kemaren gw bermimpi kalau gw bakal menghilang" jawab nana. "menghilang?" ales. "gw gak tau bagaimana caranya, saat gw coba untuk melihat lagi seketika semuanya hitam. Setelah itu gw gak bisa liat masa depan gw. Gw takut itu berarti gw bakal hilang atau bahkan gw mati saat perang itu. Jadi gw mohon sama lo untuk jagain rio" mohon nana dengan menggengam tangan ales. "ok gw bakal bangu lo" putus ales. "thanks" ucap nana dengan senyum tulus yang manis. ‘senyumnya manis kaya senyumannya Queenya ales’ batin ales.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD