10

1222 Words
Genap 2 hari nana habiskan waktunya di rumah sakit. Akhirnya dia di perbolehkan pulang. Hmm lebih tepatnya memaksa untuk pulang. Nana sendiri gak betah dengan suasana rumah sakit karena itu dia memaksa hanzo, rio dan alea untuk pulang. "princess nanti pulang langsung istirahat lagi yah!! Jangan kemana mana" ucap hanzo lembut. Alea dan rio tidak heran karena mereka sudah biasa dengan hanzo yang berbicara lembut ke nana. Tapi kalau ke alea maupun rio atau yang lain dia akan berubah menjadi dingin tidak tersentuh. "tapi uncle, ia mau jalan jalan sama io sama lea. Nana udh sembuh kok. Lagian nana juga bosen" rengek nana dengan mengeluarkan jurus puppy eyes nya. Hanzo segera memalingkan wajahnya dari nana. "uncle gak mau tau kamu harus istirahat" ucap hanzo. "ishh uncle mah. Ya udh ia mogok ngomong sama ucle 1 bulan" ancam nana sambil menghentakan kakinya. Hanzo pun gelagapan. "ehh princessnya uncle jangan gituh dong. Iya deh boleh jalan tapi tetep uncle awasin pake boddygruad ya" ucap hanzo. Nana pun lansung memeluk dan menciup unclenya itu. Cup "makasih uncle, uncle yang terbaik deh" ucap nana sambil tersenyum. "iyah deh" Setelah keluar rumah sakit hanzo langsung berangkat untuk membasmi hama. Nana, rio, dan alea pun memutuskan ke mall. Sampai di mall. "kita kemana dulu ya?" tanya alea. "le gimna kalau kita cat rambut dulu. Udh lama nih gak di warnain" req nana. "boleh tuh, kan kita udh gak jadi nerd" ucap alea semangat. Fyi : alea udh buka identitas pas kejadian nana meninggal itu yah!! "ya udh kalian ke salon ajh, aku mau ketemu sama abang dan temen temen" rio. "loh mereka disini?" tanya nana. "iya mereka disini, nanti kamu pake penyamaran ya ia" ucap rio sambil mengelus kepala nana. "adik serasa pacar" sindir alea. "iya deh yang cemburu" jawab rio sambil tersenyum ke alea. Bluss "ehh napa tuh pipi merah. Perasaan disini dingin gak panas" goda nana. "udh ia kasian entar pipinya meledak lagih" rio. “Hahahahha” rio dan naa pun tertawa. Habis itu mereka (nana dan alea) segera ke salon. Sedangkan rio ke cafe dengan teman teman. Mereka memutuskan untuk berkumpul di cafe jika alea dan nana sudah selesai. Setelah selesai nana segera ke toilet untuk berganti baju dan memakai penyamarannya. Dia memakan soflens warna ungu, memakai make up agar tidak di kenali, lalu memakai baju dress putih dengan sepatu putih dominan biru dan merah. Yup dress memang bukan stylenya nana tapi yah demi penyamaran mau gimana lagi. Mereka pun memasuki cafe. Lalu mereka langsung menemukan meja rio. Tidak disangka kalau di sana ada sahabat nana dan alea juga. Lalu mereka langsung menghampiri mereka. "hai" alea "eh ada alea, sini duduk" ajak vinka. Nana pun duduk di sebalah rio. Dan alea duduk di sebelah nana. Ngerti gak?? Ok jadi gini... Vina - vinka - karen - viko - ales Kevin - farel - rio - nana - alea Ngerti kan? "khmm ini cewe lo rio?" tanya vina ke rio. "knp?" tanya rio balik. "ya kan kita butuh kejelasan. Yang kita tau lo kan sama alea" jelas karen. "gw sm alea gk ad ap ap jadi jgn tyn lg ap lg di dpn cw gw" jawab rio dingin. Nana yang menyedari rio bernada dingin langsung menggandeng tangan rio. "shht gak boleh gituh" bisik nana. "sorry gw gak suka kalau kalian kepo sama kehidupan gw" jawab rio yang tidak dingin lagi. Mereka yang menyadari perubahan rio sebelum dan sesudah orang yang menegurnya yang di bilang "pacarnya" (nana) itu. "ehh kenalan dulu nihh" ucap alea memecahkan susasana. Vinka dkk dan farel dkk memperkenalkan diri mereka. Sampai akhirnya nana disuruh perkenalkan diri. "hai gw angel, pacarnya rio" ucap nana lalu... Tringg tringg Hp nana berbunyi. ‘halo’ "halo kenapa uncle?" ‘kamu belom pulang?’ "belom ini masih sama rio sama alea". ‘kamu pulang sekarang. Ini udh malam kamu kan baru pulang dari rumah sakit’ "iya deh angel pulang" Tut tut "kenapa?" tanya rio sambil memeluk nana dari samping. "kok gw gak suka yah kalau cewe itu jadi pacarnya rio. Gw ngerasa kalau cewe itu familiar sama seseorang" batin farel. "udh disuruh pulang" ucap nana sambil menunjukan muka sedihnya. Cup Rio pun mencium nana. Dan vinka dkk dan farel dkk hanya terkejut dengan adegan tersebut. " ya udh yuk pulang besok kita jalan lagi, aku beliin es crim sama coklat yang banyak" bujuk rio agar nana tidak sedih. Dan benar sajah mata nana langsung berbinar. "yaa udh yuk pulang" ucap nana. Mereka pun pamit dengan vinka dkk dan farel dkk. Mansion nana "uncle, ia sama io udh pulang" teriak nana. "ia jangan teriak teriak nanti tenggorokannya sakit" ucap rio menasehati nana. "iya maaf deh" ucap nana dengan membuat muka sedih. "ini kenapa kalian berdua? Itu ia kenapa bibirnya di majuin?" tanya uncle. "tadi rio nasehatin ke ia supaya gak teriak nanti tenggorokannya sakit, eh dia malah gituh" jelas rio. "udh udh kalian sekarang mandi, abis itu kita makan di restoran uncle" uncle. Mereka pun ke kamar masing masing untuk mandi dan bersiap siap. Lalu mereka segera ke restoran hanzo. Mereka membawa mobil masing masing. Belum sampai nana melihat abang dan teman temannya di cegat black blood. Salah satu mafia yang di takutin ke 7 di dunia. Nana pun langsung memberi isyarat pada rio dan hanzo untuk duluan dan mereka berdua pun pergi. Lalu nana pun turun dari mobil. Dia melihat beberapa dari teman dan abangnya sudah babak belur. Black blood sendiri terlihat membawa 150 pasukan. "woii beraninya keroyokan ajh" teriak nana. "angel" gumam vinka dkk dan farel dkk. "siapa lo! Gak udh ikut campur" teriak wakil BB itu. "dah lah mendingan kalian pulang terus gosok gigi, cuci muka, terus tidur yah" ucap nana. "aduh cewe cantik mendingan lo yang pulang deh atau lo mau main sama gw? " ucap ketua itu dengan smirk nya. "ohh emang mau main apa? Keknya seru" jawab nana santai sambil mengeluarkan smirknya yang membuat mereka yang disana merinding. Ketua itu pun memberanikan dirinya, lalu memegang dagunya berniat untuk menciumnya. tapi... Bugh Bugh Krek Bugh Krek Fiuhh..... "wahh seru gak permainan gw? Ada yang mau main lagi?" tanya nana dingin. "SEMUANYA MAJU" perintah wakil BB itu. Dalam 10 menit semua pasukan BB tumbang. Nana pun berjalan ke arah wakit BB yang sedang memapah ketua BB. "KALAU SEKALI LAGI GW LIAT LO GANGGU TEMEN GW.... GW GAK SEGAN SEGANG UNTUK NGEBANTAI MAFIA LO DAN JUGA KELUARGA LO. JADI JANGAN MAIN MAIN SAMA GW" teriak nana dingin sambil mengeluarkan smirk khasnya. Ketua dan wakit BB itu pun melarikan diri. "kalian gak papa?" tanya nana. " iya gak papa" jawab vinka. "makasi udh nyelametin kita" ucap viko. "kalian udh makan?" tanya nana. "belom, kita rencananya mau pergi makan tapi di cegat sama mereka" jawab karen. "ok kalian ikutin gw ajh dari belakang. Gw takut banyak mafia yang mau berniat buruk sama kalian" ucap nana lalu memasuki mobilnya. Mau tidak mau mereka semua menuruti kata nana. Sesampai mereka di restoran hanzo. "uncle" nana. "loh kok ada mereka?" tanya rio sambil menarik nana untuk duduk di sebelahnya. "tadi mereka di cegat sama BB mafia" jawab nana. "tapi kamu gak papa kan?" tanya rio dengan nada khawatir. "iya aku gak papa" jawab nana dengan senyum tipisnya. "ya sudah kalian makan bareng kami sajah. Viko, ales, dan rio kalian nginep di tempat uncle sajah. Nanti uncle bilang ke mommy kalian" ucap uncle. "iya uncle" jawab viko, ales, dan rio.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD