18

1396 Words
"DOKTERR, CEPEET KESINI SEKARANG ATAU GAK GW BAKAL RUMAH SAKIT INI!!" teriak farel panik. Salah satu dokter yang mengenal farel pun bergegas membawa cewe yang di gendongan farel. "maaf tuan hanya boleh di sini" ucap suster itu. Farel, rio, dan mommy pun menunggu. Mommy menangis histeris, sedangkan rio hanya bisa menenangkan mommynya walau saat ini perutnya sedikit nyeri. Tapi dia hanya berfikir mungkin karena dia terlat makan. 30 menit berlalu Ceklek "rian, gimana keadaan dia?" tanya farel. "huff tembakannya tidak terlalu dalam, gw udh jahit perutnya. Gw saranin diajangan banyak jalan maupun berbicara. Untuk sementara gw pindahin ke ruangan VVIP dan gw saranin juga dia netap disini sampe lukanya kering" jelas dokter yang bernama rian. Farel pun mengangguk lalu segera memasuki kamar Victoria. "eghh" lirih Victoria. “kamu gak papa kan sayang? Ada yang sakit? Ada yang-" belum selesai farel berbicara victoriameletakan telunjuknya di bibir farel. "gak udh lebay, kamu tau sendiri aku pernah mendapatkan lebih dari ini" ucap Victoria. "ekhmm" victorio. "anak mommy gak papa kan? Maafin mommy yak arena mommy kamu jadi kena tembakan itu" ucap mommy dengan berkaca kaca. Victoria mematung saat mommynya menyebut dia dengan anak mommy. "Vivi gak papa kok mom. Lagian bukan salah mommy kok. Kan vivi lakuin supaya mommy aman" jawab Victoria tersenyum. BRAKK Pintu kamar di buka dengan kasar "mommy gak papa kan? Ada yang sakit? Lea denger tadi mommy hampir ketembak" tanya alea bertubi tubi. Di situ bukan hanya alea tapi ada vinka dkk dan viko dkk yang kebetulan baru sajah sampai ke Indonesia. "mommy gak papa, tadi mommy di selamatin sama vivi" jawab mommy tersenyum. "vivi?" tanya karen. "ahh iya, ini vivi pacarnya farel. Vivi kenalin ini alea, vinka, karen. Kalau yang cowo itu anak mommy yang lain. Namanya viko dan ales, nah kalau satunya lagi Namanya kevin temen farel juga" jelas mommy. Semua pun membeku saat sang mommy berbicara Panjang lebar, memang sejak Victoria meninggal (fake) mommy menjadi slow respon dan jarang berbicara. Hanya menanggapinya dengan senyuman tipis. "hmm hai nama gw vivi" sapa Victoria canggung. Setelah lama mereka berbincang Drtt drtt "halo?" ‘halo bos, saya sudah mengetau orang yang sudah mengincar keluarga alexsander dan orang yang mengincar nona Victoria’ucap bawahan farel. "baiklah saya kesana" ucap farel dingin. Tutt tutt Victoria tau jika farel sudah bernada dingin dia akan terlihat menyeramkan, bahkan lebih menyerampak dari victorio. Farel pun mendekati Victoria. "sayang aku pergi sebentar ya, nanti malem aku balik lagi" ucap farel. "iyah" jawab Victoria tersenyum. "kalau gitu gw titip Vivi dulu ya, gw gak lama kok" ucap farel yang masih dengan nada dingin dan wajah datarnya. Lalu farel pun keluar dari kamar itu. Suasana pun menjadi sunyi, mommy pun akhirnya buka suara. "vi.." panggil mommy. "iya mom?" jawab Victoria. "keluarga kamu gak dateng? Kamu gak kabari mereka?" tanya mommy. "iya, keluarga lo gak khawatir gitu?" tanya alea yang mulai nyaman. Victoria pun tersenyum. "keluarga gw ajah gak tau kalau gw hidup, makanya gw gak kabarin mereka" jawab Victoria. "eh sorry, gw gak tau" ucap alea yang merasa bersalah. "iya gk papa" balas Victoria tersenyum. Fyi. Pasti pada tanya kenapa keluarga alexsander dan temen temen gak ngenalin si Victoria. Karena di pake penyamaran. Dia kan CEO no 1 jadi jangan di raguuin lagi teknologinya. Jadi dia punya semacam alat gitu yang di pasangin di mukanya dengan alat itu orang gak bisa bakal ngenalin kita. Malam pun tiba Alea dkk dan rio dkk pun sudah pulang. Hanya tersisa mommy dan daddy di ruangan victoria. Tok tok tok "hai sayang" panggil farel sambil tersenyum "hai" jawab victoria. "makasi ya mom udh jaga vivi" ucap farel lalu mendekati mommy yang duduk di sebelah victoria. "iya gak papa. Mommy udh anggep vivi sebagai anak mommy sendiri. Ya udh kalau gitu mommy sama daddy pulang dulu ya, besok mommy dateng lagi kok" ucap mommy sambil mengelus kepala victoria. "iya mom, maaf klau vivi ngerepotin mommy sama daddy" lirih victoria. "kami gak merasa terbebani kok sayang. Yang penting sekarang kamu fokus sama kesehatan kamu ya" balas sang daddy. "kalau begitu kami pamit ya" ucap mommy. Farel dan victoria pun mengangguk. Tersisalah mereka di ruang ini. "rel" panggil victoria. "hemm? Kenapa?" tanya farel. "aku... Aku kangen mereka. Aku pengen bongkar semuanya cepat cepat" lirih victoria yang sudah berkaca kaca. "kenapa tiba tiba?" tanya farel dengan alis berkerut. Flassback on Victoria pov on Jadi gw masuk rumah sakit karena nolongin mommy gw. Sekarang di ruangan ini cuman ada mommy, tadi daddy lagi ke kantin untuk beli makanan. Nah sekarang mommy masih tidur di kursi sebelah tempat gw. Nah gw liat kalau mommy berkeringat, awalnya berfikir apa disini panas. Tapi gak beberapa lama mommy mulai ngingo dan bilang 'ia sayang kamu dimana? Mommy kangen' di situ gw membeku dan berusaha menahan air mata gw supay gak keluar. Tapi usaha gw sia sia saat mommy bilang 'mommy udh cari kamu ke mana pun tapi kamu gak ada. Mwndingan mommy ikut kamu ajah gimana? Biar kita ketemu lagi'. Disitu gw langsung nangis dalam diam. Jujur gw shock saat mommy bilang mau nyusul gw. Awalah gw pumya rencana ini karena mau nyelamatin keluarga gw dari musuh tapi tanpa gw sadari, gw malah membuat keluarga gw menghilang. Gw hanya bisa mengelap air mata gw yang turun dan berusaha untuk biasa ajh. Gw bener bener bimbang, disatu sisi gw pengen sama mereka tapi... Di satu sisi gw juga gak mau keluarga gw di incar. Huff gw pun menghapus air mata mommy gw. Jujur sakit rasanya liat mommy gw menangis apa lagi karena gw sendiri, ge merasa menjadi anak terlaknat di dunia. 'mommy ia janji akan segera kembali ke pelukan kalian lagi' ucap gw dalam hati Victoria pov of Flassback off "jadi??" tanya farel lagi. "3 hari yaa… 3 hari lagi aku akan bongkar" ucap victoria. "baik lah aku setuju" ucap farel mengiyakan permitaan sang pacar. "aku akan menghadapi orang itu sendiri" ucap victoria tegas. Bola mata farel membulat dan "gak aku gak akan biarin kamu lawan dia sendiri. Walau pun kamu yang akan menang" ucap farel dingin. "kamu tau aku licik kan? Biarkanlah aku" ucap victoria lebih dingin dan datar dari farel. Farel yang melihat itu pun hanya pasrah. Percuma, mau di gimana pun kalau pilihan victoria udh a berati harus a. Mereka pun memutuskan untuk tidur. Farel yang tidur di ranjang satu lagi. Besok pagi Tok tok tok "masuk" teriak farel. "hai" sapa vinka. Yup alea dkk dan rio dkk pun datang unruk main dengan vivi. Mereka mulai nyaman dengan vivi. Bahkan mereka merasakan ada victoria di dalam vivi. "hai" balas victoria. "gimana sama keadaan lo?" tanya vina. "baikan kok" jawab victoria. "eh kita nongkrong dulu ya deket cafe, yuk rel" ajah kevin. Rio dkk pun pergi ke cafel menyisakan alea dkk di ruangan itu. "lo sama farel kenal dari mana?" tanya karen. "gw ketemuan dia saat dia di rumah sakit dulu. Dulu juga gw di rawat dj rumah sakit karena ada sesuatu" jelas victoria. Mereka menganggukan kepalanya. Lalu victoria pun menceritakanya lagi. Padahal semua yang di ucapkan victoria bohong. Karena ya mereka belum mengetahuin siapa itu vivi. Mereka pun cape sendiri memutuskan untuk tidur. Vinka dan vina yang tidur di kasur. Karen yang di sofa sedangkan alea yang tidur duduk di sebelah tempat vina. "lo nyaman tidur kaya gitu. Lo tidur di sebelah gw ajh" ucap victoria sambil menepuk sebelah kasurnya. "enggak usah, gw tidurnya banyak gerak. Gw takut malah kena insuf lo" jawab alea. Mereka pun tertidur tanpa dia sangka bodyguard yang di perintahkan oleh farel sudah tumbang di depan. 10 orang berbaju hitam pun masuk lalu segera menculik victoria. Alea yang mendengar suara victoria menjerit walau sudah di tutupi kain pun kaget. "KALIAN NGAPAIN BAWA DIA!!" teriak alea yang membuat vinka, vina dan karen bangun. Alea pun langsung menyerang mereka semua dibantu oleh vinka dkk. Tapi kalah karena jumlah mereka lebih banyak. Ternyata mereka sudah mempersiapkan semuanya di depan dan di sekitar ruangan itu terdapat 20 orang lagi yang berjaga jaga. Alea dkk pun di kalahkan. Victoria pun di bawa dengan keadaan yang tidak sabar dan tangan yang berdarah karwna infus yang di cabut paksa. Alea pun segera menelepon rio. "halo rio" panggil alea panik. ‘halo kamu kenapa? Kenapa panik gini?’ tanya victorio khawatir dan langsung me loudspeaker tlpnya. "vivi..." ‘vivi kenapa ?’ tanya farel panik. "vivi di-di cu-culik" ucap alea terbata bata. ‘APA KOK BISA!! OK GW KESANA"’teriak farel dingin. Tut tutt tutt
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD