Sesampai victoria di cafe miliknya, dia pun duduk di meja di dekat kasir. Entah kenapa dia ingin duduk disitu karena biasanya dia akan duduk di ruangan khusus pemilik cafe.
"perimisi miss, mau pesan apa?" tanya pelayan itu ramah.
"nanti ajah, nanti saya panggil" uca victoria.
Pelayan itu pun menuduk lalu kembali ke tugasnya.
Tingg tingg
Victoria yang mendengar suara lonceng yang menandakan bahwa ada orang yang masuk cafe pun menengok. Alangkah terkejutnya dia melihat alea, vinka, vina, dan karen.
'mampus gimana nih, kalau ketahuan kan gak lucu' batin victoria.
Victoria pun segera pindah meja. Tapii
"permisi mbak semua meja sudah penuh, apa kita boleh duduk disini?" tanya vinka.
Victoria pun segera memakai masker dan kacamata hitamnya.
"oh iya silahkan" ucap victoria.
'farel, aku mohon kamu cepet kesini' batin victoria.
Tidak sampai 2 menit farel pun menghampiri victoria, dia pun sama terkejutnya melihat alea dkk.
"sayang?" sapa farel.
"loh farel? Lo kok disini? Bukannya lo pindah ke amerika?" tanya vina.
"oh gw sekarang udh pindah lagi" ucap farel dengan tersenyum tipis.
"dia siapa lo rel?" tanya alea sinis.
"ini pacar gw" jawab farel.
"nana mau lo kemanain?" tanya karen sinis.
'ya ampun kenapa mereka jadi sinis gini sama gw. Kalau mereka tau ini gw ajh baru kesenengan' batin victoria.
"nana? Gw dah nyerah. Capek" ucap farel yang sengaka memanasi alea dkk.
"parah lo!!" ucap alea kesal.
"kalau gitu gw permisi" dingin farel lalu menarik tangan victoria.
Di mobil
"astaga rell, kenapa harus gituh sih?" kesal victoria.
"ya udh maaf sayang, abisnya sinis banget dia sama aku" ucap farel.
"ya kan mereka gak tau kalau aku nyamar, gimana sihh" ucap victoria sambil melotot.
"iya iya maaf, nanti aku temuin mereka lagi" ucap farel.
"ehmn rel?" ucap Victoria ragu.
"kenapa sayang?" tanya farel.
"aku boleh ke mansion alexsander. Aku kangen mommy" izin victoria.
"iya boleh, kebetulan aku mau diskusi sama rio" uca farel.
Victoria pun senang, mereka pun segera menuju mansion alexsander.
Alangkah kagetnya kalau ternyata masion alexsader pindah ke mansion victoria.
"mereka tinggal disini?" tanya victoria.
"iya, sejak kamu pergi mereka semua pindah ke mansion kamu. Alasannya mau rawat mansion kamu" ucap farel.
Victoria pun terdiam mendengar itu. Dia merasa saat dia pergi, semua berubah.
Mereka pun turun dari mobil dan mengetuk pintu mansion. Victoria sudah menggunakan penyamarannya.
Tok tok tok
Ceklek
"ehh den farel. Mau bertemu den rio ya?" tanya mbok inem masih inget? Kalau gak inget baca chapter 13!
"iya mbok, dia ada di rumah?" tanya farel sopan.
"ada den, den rio lagi suapin ibu. Soalnya ibu gak mau makan. Sering banget ngelamun dan mogok makan kalau barang barang non ria di ambil. Padahal cuma di bersihin" ucap mbol inem.
'apa segitunya mommy sedih? Maafin ia mom' batin victoria.
"eh kok mbok malah cerita ya. Yuk masuk, langsung ke meja makan ajh" ucap mbok inem.
Sesampainya di meja makan
"ehkmm"
"eh lo rel, gimana kabar lo?" tanya victorio sambil bertos ria layaknya sahabat.
"gw baik kok" jawab farel.
Victorio yang melihat wanita di belakang farel pun menaikan alisnya seolah menanyakan 'dia siapa?'
"ohh dia pacar gw" jawab farel seakan mengerti apa yang victorio tanya.
"pacar? Oh hai gw victorio. Panggil ajh rio" ucap victorio sambil tersenyum tipis.
"hai juga, gw vivi" jawab victoria.
Jujur dia bingung mau pakai nama samaran apa. Jika dia memakai nama angel pasti sudah ketahuan apa lagi nama nana dan ria?
"hai mommy, mommy apa kabar?" sapa farel ke mommy.
"mommy baik farel" jawab mommy dengan senyiman tipis, tapi tampak jelas bahwa mommy habis menangis.Terbukti dari mata yang sembab, mempunyai mata panda, dan hidung yang memerah.
"oiya mom, kenalin ini pacar farel" ucap farel.
"halo tante, aku vivi pacarnya farel" sapa victoria.
Mommy pun tersenyum, suara nya memingatkan dia tentang anak nya.
"halo juga, nama tante kyla videa boret. Kamu bisa panggil tante mommy sama kaya farel" ucap mommy.
"iya mom" balas victoria tersenyum.
Sedangkan victorio menatap victoria dalam arti yang sulit di jelaskan.
"ya udh aku sama rio mau meeting bentar kamu jaga mommy ya?" mohon farel.
"boleh?" ragu victoria.
"boleh kok, lagian mommy juga nyaman sama kamu" ucap mommy.
Akhirnya mommy dan victoria pun ke taman belakang mansion sabil makan makanan ringan, sedangkan ri dan farel ada di ruang kerja rio di lantai 2.
"kamu tau, suara kamu mirip banget sama anak mommy" ucap mommy.
"ohya? Terus kemana anak mommy?" tanya victoria hati hati.
"dia udh beda alam sama kita. Dulu ada kejadian dia di culik mengakibatkan kecelakaan. Lalu dia tewat di rumah sakit. Dan kamu tau walau cuma mayatnya sajah. Lawannya masih menculik mayat dia" jelas mommy yang berkaca kaca.
"terus, sekarang mommy masih cari?" tanya victoria.
"iya, lagi pula itu mayat anak mommy. Walau gak bernyawa dia tetep berharga buat mommy. Setiap malem mommy selalu berdoa kalau ini semua mimpi, dan kalau bukan mimpi mommy cuma harap mayatnya cepat ketemu. Mommy gk mau fisik anak mommy terluka atau pun di kubur tidak layak" jelas mommy lagi.
'aduh mom, ia gak tega liat mommy kaya gini. Tapi ia janji ia akan bunuh orang itu lalu balik sama kalian lagi' batin victoria.
"kalau seandainya dia masih hidup? Kan sekarang ada istilah mati suri" tanya victoria.
"mommy pasti akan sangat senang kalau dia hanya mati suri. Tapi-"
DORR
Belum menyelesaikan kalimatnya sebuah puluru menacap si tengah tengah jarak victoria dan mommy.
Victoria pun segera melihat asal tempatnya. Dia pun menunjukan smirknya. Lalu victoria menyuruh para bodyguard melindungi mommy.
Dia pun berjalan mendatangi orang tersebut.
DOR DOR DOR
3 peluru berhasil di hindari. Karena berlakangan ini victoria jarang berlatih. Otot ototnya belum siap segera menyerang lawan dengan tangan kosong.
Bugh
Bugh
Plak
Bugh
Berkali kali victoria melayangkan bogeman ke orang tersebut. Dia merasa kesal karena keluarga yang di cintainnya di ganggu. Mommy yang melihat itu histeris takut sesuatu terjadi pada victoria yang statusnya pacar farel. Entah apa dia seperti mempunyai ikatan tersendiri.
Setelah melihat lawannya lemah dia segera mendatangi mommy berniat untuk mengecek lalu memberi tau farel dan rio. Tapi....
DOR
Peluru mengelai perut nya bagian kiri.
"ARKHH" teriak victoria dia pun jatuh dan memegangi luka tembakannya.
Mendengar suara peluru dan teriakan victoria, farel dan rio pun segera turun dan menemukan victoria yang di kerubungi oleh bodyguard dan mommy yang sudah menangis histeris di samping victoria.
Farel pun segera membawa victoria ke rumah sakit. Lain halnya pada rio, dia pun menyuruh beberapa anak buah mafianya untuk menintrograsi orang yang sudah lemas di bogem oleh victoria.