14

862 Words
Waktu sudah menujukan pukul 9 pagi. Nana dkk dan farel dkk baru sajah selesai menyusun strategi. Tiba tiba... Duar "anjirr, lo gak ada ahlak ya. Ngageti gw!!!" ucap vina kesal. "heheh sorry, soalnya lo diem ae dari tadi" jawab karen. "ye gw kan lagi mikirin perang nanti" ucap vina sambil menyentil dahi karen. "ihh udh dong guyss" vinka. "ehh ada ciwi ciwi cantik di sini. Lagi pada ngapain nih.... Ngomong gw yahh" pede kevin. "idih males banget kita ngomongin lo" jawab vinka judes. "jangan judes judes atau neng. Entar cantiknya ilang lagi" kevin. "heran gw kenapa rio, viko, ama ales bisa punya temen kaya dia" sinis karen. "yeeee kan gw ganteng jadi ya wajar lah mereka mo temenan ama gw" ucap kevin. "lo gw cari ini kemana mana. Eh lo disini deket cewe mulu" sinis ales yang baru saja dateng dengan viko dan rio. "yeuuu serah gw dong" jawab kevin. "eh btw itu bukanya angel sama farel?" tanya vinka. "lah iya, kok mereka berdua, bukannya angel pacar lo ya?" tanya kevin kepada rio. Rio yang di tanya seperti itu pun bingung harus menjawab apa, karena mereka kan sedang menyamar. Dan jika di tanya tentang pacaran pasti nana yang akan selalu menjawab. "gw dah putus" ucap rio. Mereka semua pun bingung karena baru kemaren mereka melihat rio dan angel alias nana bermersaan. "putus? Kok bisa?" tanya kevin heboh. "gk ush heboh napa!" sinis viko. "jelasin kok bisa putus" tegas karen. Rio pun menghela napas. "gw sama dia sebenernya gak pacaran" ucap rio. "kalau gak pacaran terus kenapa lo pake cium dia segala?" kali ini ales yang tanya dengan nada dingin. Rio yang mendengar nada dingin ales pun menatap ales datar. "terus kenapa kalau gw cium dia?" tanya rio datar. Suasana pun mencekram. Tak lama setelah itu nana, farel dan alea pun bergabung. "kenapa suasannya kaya gini yah? Terus muka kalia kenapa kaya gitu dah?" tanya alea penasaran. Semua pun diam tidak ada yang berbicara hanya menatap nana. Nana yang di tatap pun mengerti karwna rio membatin ke nana dan menjelaskan apa yang terjadi. Nana pun mengangguk. "gw emang gak pacaran sama rio" ucap nana datar. "terus selama ini lo-" belum selesai vina bertanya langusng terpotong dengan suara nana. "gw gak bisa jelasin secara rincinya. Tapi gw janji setelah perang ini gw bakal jelasin semuanya. Dan jangan pernah benci rio, alea, dan farel" ucap nana dingin dengan tatapan menajam. Nana pun duduk di sebelah rio dan farel. Rio pung langsung menengelamkan kepalanya ke pundak nana. "gw harap dengan kebongkarnya rahasia gw kalian gak nyalahin diri kalian sendiri dan gak kecewa dengan perbuatan gw" ucap nana sambil mengelus kepala kembarannya. Alea pun segera menyalip untuk duduk di antara nana dan farel. Lalu memeluk nana dengan erat tidak lupa dengan air mata yang turun di pipinya. Tapi tidak ada yang menyadari itu. Entah kenapa alea mempunyai firasat buruk tentang perang ini. Nana dan alea memang sering mengikuti perang tapi kali ini dia merasa seperti akan kehilangan. Tapi dia tidak tau apa itu. Waktu sudah menujukan pukul 12. Sudah waktunya mereka untuk berangkat ke arena perang. (fyi. Unclenya nana di ganti kenzo ya bukan hanzo soalnya kalau hanzo malah jadi hero mobile legends) Mereka pun berangkat sesuai dengan kelompoknya masing masing. Kelompok 1 : Victoria Farel Alea Victorio Uncle kenzo Kelompok 2 : Vinka Vina Karen Viviana (sekertaris kenzo) Kelompok 3 : Kevin Viko Ales Vio Kelompok 1 pun memimpin barisan. Sedangkan kelompok 2 ada tepat di belakang kelompok 1. Kelompok 3 bersembunyi agar bisa menggapai kelompok inti dari lawan kecuali ketua dan wakit ketua lawan karena itu urusan nana, farel, rio, dan alea. Perang pun dimulai. Nana pun menyalip diantara musuh lalu segera memukul ketua lawannya "cihh ternyata perempuan. LEMAH!!" ucap ketua mafia itu dengan menekankan kata lemah di depan nana. Lantas nana pun tersulut emosi. Tapi dia tau jika dia tersulut emosi kemungkinan besar dia bisa masuk ke jebakan lawan. Nana pun menarik nafas lalu memejamkan matanya. Seketika matanya berubah menjadi lika. Nana pun segera memukul ketua itu. Tapi ditengah pertarungan antar ketua dan nana ada seseorang yang memerhatikan nana. Nana tau siapa orang tersebut lalu menjalankan rencana yang sudah dia buat. Banyak anggota lawan yang sudah tumbang berbeda dengan BRM yang hanya beberapa yang sudah tumbang. Nana pun mengode ke arah farel. Farel yang mengerti pun menarik perhatian alea, kenzo, dan rio. "Arkhh" lirih farel. Semua kelompok termasuk kelompok 2 dan 3 pun mempusatkan ke arah farel. Melihat itu pun mereka (kelompok inti 2 dan 3 yaitu vinka dkk dan rio dkk) menghampiri farel. Perang pun selesai sdan di meneangkan oleh BRM. "gimana? Kekuatan gw?" tanya nana. "akhh shh LO LIAT AJAH GW GAK AKAN DIAM!!" bentak ketua itu. Nana yang tidak suka di bentak pun segerang bertindak. Krek Bugh Bugh Plak Krek Plak "jangan pernah ninggin suara lo di depan gw. Masih kurang? Lo gak liat semua anggota lo udh MATI!!" ucap nana dingin sambil menatap tajam ketua itu. Seseorang pun segerang berlalu lalu mengeluarkan belati nya agar bisa membunuh nana. Farel yang sudah melihat gerak gerik itu pun segera menyeleding orang tersebut. Brakk Farel pun tersenyum karena rencananya berhasil tapi... DOR DOR DOR naas 3 peluru menembak seseorang "GAK MUNGKINN!!!" teriak alea.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD