13

1349 Words
Setelah polisi itu pulang nana dan rio pun menghampiri kelompok mafia kecil itu. "hai kita bertemu lagi" sapa nana. "iya miss, apa kabar miss?" tanya ketua itu. "baik. Ini yang saya maksud saat waktu itu. Ini alasan saya melepas kau karena saya tau kamu ada membatu saya di sini" ucap nana kepada ketua black kick itu. (kalau kalian lupa black kick kalian bisa liat chapter 3) Nana pun segera masuk ke mobil rio. "io kamu gak balik ke mansion alexsander?" tanya nana. "enggak" jawab rio singkat. "kenapa?" tanya nana. "dimana pun ia berada io akan selalu di sana" jawab rio. "ishh pokoknya hari ini kamu pulang ke mansion alexsander" paksa nana. "gak mau" jawab rio. "harus mau kalau kamu gak mau aku puasa ngomong sama kamu terus aku bakal hilang" ancam nana. "iyaiya io pulang. Ia gak mau ikut?" tawar rio. "enggak" tolak nana. Sebenernya nana mau ke mansion itu tapi jika dia ke mansion itu dia takut keluarga alexsander dalam bahaya kerena dia. Jadi dia memutuskan untuk menjauh sementara. Nana pun sudah berada di mansionnya sedangkan rio sudah balik ke mansion alexsander. Nana pun segera ke ruang tapi yang ada di belakang rumah. "khemmm" nana. "ketua, selamat siang" sapa orang itu. "pangil ria atau nana ajh. Jangan terlalu formal" ucap nana. "baik ehhmm ria, ada apa lo memanggil saya ke sini? Kenapa tidak di cafe tadi sajah?" tannya ketua black kick itu. Yup orang itu adalah ketua black kick. Nana menyeruhnya untuk menemui dia di mansionnya "gw ingin minta tolong sesuatu. Bisa kalian besok bergabung di perang iru secara diam diam?" tanya nana. "tentu saja kami bisa. Karena lo sendiri sudah menyelamatkan hidup sama dan juga pasukan gw dengan memaafkan kami" jawab rafi ketua balck kick itu. "besok di perang akan ada kelompok yang menerkan gw saat gw lemah. Dia sama gw berencana membuat diri gw menghilang bagai di telan bumi" jelas nana. "lalu bagaimana dengan rio? Apa dia tau soal ini?" tanya rafi. "gw mau membuat seolah olah gw diculik oleh kelompok musuh. Nah dia saat gw di serang oleh kelompok musuh itu gw akan pura pura lengah lalu kalian segera menyamar menjadi anggota salah satu dari kelompok mereka. Dengan begitu semua akan mengira kalau gw hilang karena kelompok mafia musuh" jelas nana. Rafi pun menggukan kepalanya bertanda dia mengerti. "untuk apa lo menghilang, lo tau sendiri sifat rio. Saat ada lo ajah dia senyumnya terpaksa sama yang lain. Dan saat lo menghilang apa alea tau?" tanya rafi. "gw ada rencana, selama gw menghilang gw bakal membunuh musuh daddy gw yang sudah berani membuat masalah. Jika sudah selesai gw bakal kembali. Soal rencana ini belom ada yang tau. Jadi gw harap jangan lo kasih tau ke merek. Karena kali ini gw mau benar benar ini menghirang misterius" ucap nana. "baiklah. Kalau begitu gw pulang untuk menyapkan perang besok. Gw akan menyamar menjadi red eyes. Karena dari yang gw liat dia licik dan ingin buat lo musnah" simpul rafi. "semua gw serahin ke lo. Oiya uncel hanzo juga gak tau jadi gw harap lo jangan sampai ketahuan dia" ucap nana memperingati rafi. "siap boss" jawab rafi lalu lergi dari kalangan mansion nana. Nana pun segera ke kamarnya lalu membersihkan dirinya. Alea tidak ada di mansion nana karena dia izin untuk tidur di rumahnya karena mamanya alea kamgen dengan alea jadi terpaksa alea harus balik. Sedangkan uncel hanzo dia ada di markas untuk membuat rencana besok dan kemungkinan tidur di markas. Nana pun duduk di balkon kamarnya. "mommy, daddy, abang ia rindu. Ia pengen kaya waktu itu lagi. Bisa deket dengan kalian. Tapi ia rasa untuk hari hari ini gak bisa. Ia harus menghilang sementara. Gak tau sampai kapan. Dan saat menghilang bisa juga terjadi sesuatu yang buruk. Bisa sajah itu menjadi perpisahan kita. Ia gak bisa liat masa depan lagi. Jadi sekarng ia takut jika keputusan ia malah membuat ia gak bisa ketemu kalian lagi" ucap nana dengan air mata mengalir. Dengan cepat nana menghapus air mata itu lalu masuk ke kamar untuk tidur. Tanpa nana sadari seseorang mendengan semua itu. Bagaimana bisa? Orang itu memasang atau semacam cctv dengan ukuran yang sangat kecil di beberapa kamar mansion nana. "jadi orang yang selama ini aku cari disini" ucap orang itu. Yup orang itu adalah farel. Tanpa sengaja farel mendengar perkataan nana tadi. ‘tapi apa yang dia maksud menghilang. Dan jadi selama ini dia menyamar. Apa alasanya? Dan kenapa viko dan ales tidak mengetahui tentang ini?’ tanya farel dalam hati. Tett tettt Bell mansion nana berbunyi. Ceklek "ehh tuan farel, ada paa ya pagi pagi disini? Bukanya miss angel bilang kumpulnya jam 7 pagi?" tanya mbok inem, salah satu kepercayaan nana untuk mengurus mansion ini. "iya mbok, farel mau ketemu angel. Angel ada?" tanya farel sopan. "miss angel masih tidur dikamarnya. Kalau gak saya pang-" "saya ajh mbok yang bangunin dia" cela farel. "ohh kalau begitu silahkan, saya mau siapin sarapannya dulu. Tuan farel belom makan kan?" tanya mbok inem. "iya mbok farel belom makan. Oiya mbok, panggil farel ajah jangan panggil tuan. Soalnya mbok kan lebih tua dari saya" ucap farel. "ya udh kalau begitu" ucap mbok inem. Kamar nana Tok tok tok "angel?!!" panggil farel. "masih pagi mbokkk, kan rapatnya jam 7. Ini masih jam 4" ucap nana. Tok tok tok "isss ganggu ajh" batin nana. Lalu membuka pintu kamarnya dengan wajah kusut dan mata masih setengah terbuka. "ini kan masih jam 4 mbok kena----" belom selesai mengomel nana terkejut karena ada farel di depannya. "farel?" panggil nana. "ternyata gw bener. Lo masih hidup dan masih si sekitar gw" ucap farel. Sontak nana pun tersadar bahwa dia tidak memakai penyamarannya. Dia pun berminat untuk masuk ke kamar mandi tapi sebelum itu farel sudah menangkapnya. "mau kemana?? Udh gak bisa ngelak lagi sama gw. Dan gw mau lo kasih tau alasan ke gw kenapa lo bersembunyi dan kenapa lo palsuin kematian lo yang kedua kalinya" tegas farel dengan nada dingin. Nana yang mendengar nada farel yang berubah dingin pun hanya pasrah. "okay, gw jelasin" jawab nana. Lalu farel pun menarik tangan nana untuk duduk di ruang tamu di lantai 2. Karena kamar nana terletak di lantai 2. Nana pun menjelaskan semua alasannya dari kenapa dia berencana untuk memalsukan kematiannya, Kedatangan hanzo, dan muncul sebagai sosok angel. "udh?" ucap nana. "jadi lo bukan pacar rio kan??" tanya farel. "ya bukan lah. Trik itu supaya kalian percaya kalau gw itu hanya teman alea dan percaya bahwa gw itu bukan sesuatu yang harus di curigai" jawab nana. "terus tentang perang ini? Lo ada rencana lagi? Atau lo mau ngilang lagi?" tanya farel. "buset cerewet banget ni cowo" batin nana. "kok lo jadi cerewet?" tanya nana. "ya wajar lah gw cerewet karna gw sayang sama lo ups" ucap farel. Dia pun meruntuki bibirnya yang kelepasan berbicara. Nana pun tersenyum mendengar ucapan farel. "lo sayang sama gw?" tanya nana. Farel pun segera menjawab "iya gw sayang sama lo eh bukan sayang lagi, gw udh cinta sama lo" ucap farel tegas. "masih ada yah yang sayang sama gw padahal udh bunuh banyak orang bahkan gw di juluki wanita terkejam dan tersadis di dunia" ucap nana. "tapi satu yang lo tau, walau pun lo dan mereka yang diluarsana sama sama s***s dan kejam. Tapi mereka gak ada yang sayang kerluarga dan berani untuk menjadi orang yang di pandang jahat untuk melindungi keluarga dan sahabatnya" ucap farel. Nana pun tersenyum dan menatap farel supaya dia bisa melihat adakah kebohongan di mata farel. Tapi... Yup dia tidak menemukannya. Dia hanya menemukan ketulusan di mata farel. "thanks udh membuat gw lebih baik. Makasi juga udh sayang bahkan cinta sama gw" ucap nana. Farel pun tersenyum lalu berkata "jadi gw boleh tau rencananya?" tanya farel. Nana pun menceritakan rencanya sama seperti yang dia rencanakan ke ketuan balck kick kemaren. "jadi gw berharap lo jangan kasih tau rencana gw ke siapa pun. Gw butuh waktu" ucap nana. Farel pun tersenyum lalu memeluk nana. Nana yang diperlakukan begitu pun menegang dan terkejut. "gw akan dengan segenap hati ngelindungin lo. Walau nyawa gw sendiri yang jadi taruhannya" ucap farel. "makasi" ucap nana lalu membalas pelukan farel dengan deraian air mata.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD