Setibanya di rumah, Li Wei langsung masuk ke kamarnya.
Dia mulai membuka halaman demi halaman dari buku tebal berjudul Sejarah Kaum Sage. Wajahnya masih terlihat biasa saja pada halaman pertama. Tapi wajah Li Wei berubah menjadi makin penasaran. Dia tertegun seiring berpindahnya bacaan di buku itu pada halaman tengah.
Semua ciri-ciri dan jejak pertempuran yang ditulis disana sangat mirip dengan luka bakar yang dialami Yang Shao dan Wang Yan di Jembatan Yunxiu sebelum kematian mereka.
“Jadi sekarang aku memiliki kemampuan seorang pengendali api?” Batin Li Wei dengan penuh kegembiraan.
"Sayangnya, untuk menjadi ahli pengendali api, aku tak akan mendapatkannya di sekolah Jalur Merpati di Kota Shuimiao," katanya, sambil menutup salinan itu.
Sekolah Jalur Merpati adalah institusi pendidikan kelas rendah.
Untuk mendapatkan energi Nebula, yang hanya dapat diperoleh dengan pelatihan intensif dengan seorang Elementalist. Akademi Sihir, yang terletak di Ibukota Negri Terra, memiliki guru yang berbakat dalam pengendalian api yang mengajarkan siswanya untuk mengolah energi Nebula. Mereka adalah kandidat masa depan Sage. “Bagaimana caranya untuk terdaftar sebagai siswa di Akademi Sihir di ibukota” Li Wei bertanya-tanya.
Li Wei lalu menjad bersedih.
Dia sekarang memiliki keinginan besar untuk pindah ke kota lain dan masuk ke sekolah resmi kekaisaran. Tapi itu bukan hal yang mudah seperti membalik telapak tangan.
“Tapi aku harus memiliki alasan yang spesifik. Mengunjungi Kota Xianmu tanpa persiapan sama dengan kehilangan nyawa. Tidak ada orang yang kukenal disana. Anak itu gelisah,
"Lagipula, aku tidak memiliki uang yang cukup untuk melakukan perjalanan, apalagi punya biaya untuk tinggal disana nanti." Li Wei jatuh dalam pikiran penuh kesedihan.
Lam merenung, dia akhirnya membuat sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Li Wei telah membuat keputusan.
"Perkara audisi memasuki Akademi di Ibukota, itu masalah belakang. Menjadi siswa di akademi sihir, itu yang utama. Kita lihat saja nanti!” Li wei bernafas lega setelah memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya ke ibukota.
Malam pun berlalu dengan tenang. Li Wei tertidur dengan banyak mimpi indah. Tak ada rasa susah sedikitpun didalam tidur dan mimpi-mimpinya.
Ini adalah permulaan yang baik. Hati yang gembira adalah obat yang mujarab!
++++
Ayam jantan berkokok pertanda matahari pagi akan tiba. Diluar masih gelap, sang surya hanyalah selarik cahaya di ufuk Timur.
Li Wei melangkah dengan cepat meninggalkan rumahnya. Ketika bibi Wei Fang memergokinya dan bertanya, Li Wei memberi jawaban singkat dalam teriakan. Ia berlari kecil meninggalkan dari halaman depan. "Ada hal penting yang harus aku selesaikan!" teriak Li wei yang langsung lenyap di tikungan jalan.
Sang bibi hanya mengangkat bahu dan melupakan kejadian ini dengan cepat. Lagi Pula ia punya tamu spesial yang telah membuat janji dengannya malam ini di Tea Room Lotus Blossom.
++++
Pasar Hitam Kota Shuimiao bernama Flower Bite dan terletak di bagian timur kota, paling ujung dari Kawasan Bar dan Rumah Hiburan.
Li Wei berdiri di tanah luas yang penuh dengan tanaman gandum. Ini hanyalah sebuah gudang untuk produk pertanian.
Bagaimana rumor burung mengatakan bahwa tempat ini adalah pasar ilegal? Ia menatap papan nama yang tertulis dengan huruf besar di atas “Gudang Pertanian.”
Pada akhirnya, Li Wei masuk ke bangunan yang terbuat dari kayu, meskipun tinggi dan luas itu, dengan penuh keraguan.
BLAM!
Kenyataannya, keadaan di dalam Gudang itu ternyata sangat berbeda dengan penampilannya dari luar.
Li Wei berjalan pelan mengelilingi bagian dalam Gudang.
"Flowerbite ini ternyata tempat minum arak?” Li Wei terdiam karenanya. Namun, ia cepat menyesuaikan diri, karena keadaan didalam sana terasa seperti yang ia lihat di Tea Room Lotus Blossom.
Seorang pria, berpakaian seperti praktisi dunia Jianghu, tampak memesan minuman pada bartender, yang setengah tua tetapi tampaknya mahir.
"Berikan aku arak Huangjiu, dan aku akan berjalan-jalan di pasar gelap."
Setelahnya, bartender itu memberikan satu token kepada pria Jianghu. Pria itu lalu menyelinap dan masuk ke dalam kamar yang samar di sudut paling belakang, di mana ada satu tukang pukul yang berjaga di sana.
Li wei memerhatikan dengan cermat, ketika pria Jianghu menunjukkan token kepada tukang pukul, si tukang pukul itu tidak menghalangi pria itu, dan membiarkannya masuk kedalam kamar samar itu.
Semua itu dicatat oleh Li Wei.
Setelah sebelumnya melaburi wajahnya dengan abu agar terkesan kasar, dia berpura-pura agar tidak terlihat seperti anak remaja. Li Wei melakukan ini ketika semua mata tidak tertuju padanya karena ruangan itu sangatlah ramai.
“Aku meminta arak Huangjiu, dan aku akan menjelajah Blackmarket,” kata Li Wei dengan suara yang dibuat-buat, terdengar parau, dan tua.
Beruntung semua berjalan lancar.
Tidak lama kemudian, dia berdiri di depan kamar yang dijaga tukang pukul itu, keduanya saling menatap.
Curiga!
Tukang pukul itu bertanya, "Apakah anda telah cukup umur?" Dia menatap Li Wei dengan tajam.
“Tak perlu menanyakan usia aku . Yang paling penting adalah uang, dan setiap orang telah mencapai dewasa yang diperlukan untuk berbelanja di pasar hitam.”
Tukang pukul itu menjadi lebih ramah ketika Li wei memberikan satu keping koin perak dari kantongnya. Li Wei selama bekerja di Lotus Blossom, ia belajar teknik suap ini dengan tekun.
“Tak ada yang tak dapat dibayar dengan uang di dunia ini!” kata bibinya pada waktu itu.
“Saya minta maaf atas ketidak cermatan ku melihat tuan muda yang cukup umur ini.“ Silahkan tuan muda masuk, dan berbelanja di Black Market Flowerbite,” kata tukang pukul, dan Li Wei menyelinap dengan cepat.
Ia lalu lenyap di antara orang-orang yang berkumpul di pasar hitam. Ia tak ingin tukang pukul itu berubah pikiran dan menariknya keluar dari pasar gelap itu.
++++
Black Market!
Li Wei saat ini dalam keadaan kebingungan.
Banyak pedagang menggelar barang. Semuanya tampak menarik, dan ia ingin membelinya. "Aku harus menahan diri."
Menurut buku Sejarah Kaum Sage, Energi Nebula hanya dapat dikendalikan dengan sarung tangan sihir. Li Wei berputar-putar mencari barang yang sesuai keinginannya – sarung tangan sihir yang dibaca di buku sejarah itu.
Sayangnya, barang yang ia cari tidak umum.
Tidak ada satupun penjual disana, yang ketika ditanyainya, mereka tahu jenis sarung tangan elementalist yang ia maksud.
Li Wei mulai putus asa dan bertanya-tanya,
Apakah aku ditakdirkan untuk tidak menjadi seorang ahli elementalist?"
Mengeluh dan berjalan gontai. Semua semangat menggebu-gebu seketika pudar dari wajah anak muda itu.
Saat siang tiba, dan Blackmarket itu mulai lengang, tanpa di duga-duga seorang pria menegur Li Wei dari belakang.
“Apa yang Anda cari sebagai remaja? Wajahmu terlihat gundah gulana!”
Li Wei berbalik lalu menatap pedagang itu.
Li wei lama memerhatikan pria asing itu, dan meski mencoba mengingat-ingat sesuatu, ia tak kenal sosok itu.
Pria itu tersenyum ramah dan berkata, "Mari berkunjung ke kedai Erkin, maka kamu dapat membiarkan Erkin tua ini meramal nasibmu."
Li Wei tercengan. “Dia seorang Gipsi dari suku Ughor? Suku yang sering dikaitkan dengan sihir dan seni ramalan Nasib?” harapan itu mendadak membuncah di d**a Li wei.
Li Wei menimbang-nimbang, lalu wajahnya menjadi cerah dan ia masuk ke kedai Erkin tanpa berpikir panjang.
Sebagai Suku pengelana yang erat hubungannya dengan sihir, barangkali orang tua pasti bisa memberitahu Li wei apa yang ia inginkan.
Kata Li Wei dengan lugas ketika di dalam kios pria itu.
"Tuan. Dimana aku dapat memperoleh Sarung Tangan Elementalist?"
Wajah pria Bernama erkin itu seketika terlihat serius. “Kamu mencari sarung tangan elementalist? Itu bukan hal yang muda didapat. Namun jika kamu percaya Erkin tua ini, duduklah. Maka aku akan memberimu informasi! Namun kita harus memulai semuanya dengan meramal nasib mu terlebih dahulu!”
Erkin, pria orang Gipsi itu lalu memutar-mutar bola kristal di depannya dengan mulut komat-kamit.
Sementara itu. Li Wei duduk terlihat tenang. Tapi sesungguhnya dalam hati anak muda itu penuh dengan tanda tanya.
“Dia tampak hanya seorang peramal Nasib belaka. Apakah dia dapat menyediakan Sarung Tangan Elementalist seperti yang aku butuhkan?”
Seketika Li Wei merasa cemas. “Apakah aku akan ditipu pria Gipsi ini? Ku dengar, orang Gipsi sangat gemar menipu pelanggan mereka, sesudahnya kabur setelah mengantongi banyak uang pelanggan yang ia peras.”
Seketika keringat dingin mengucur di pelipis Li Wei. Ia ingin pergi, tapi ia juga takut dengan Tuan Erkin yang terlihat kuat itu.
Bersambung