Gulungan Teknik Flame Tempest

1033 Words
Li Wei duduk di depan Tuan Erkin. Pria itu memegang kartu tarot, yang sering digunakan oleh para peramal. Tuan Erkin mengocok kartu dengan suara desiran angin tipis yang terdengar. Ia meminta Li Wei untuk memilih dua kartu. "Siapa namamu, berapa usiamu, dan dimana tempat kelahiranmu. Mari kita lihat bagaimana kartu ini akan mengungkapkan masa depanmu," ujar Tuan Erkin dengan serius. "Namaku Li Wei, berusia 14 tahun, dan aku lahir di Kota Shuimiao," jawab Li Wei dengan mantap. Tuan Erkin tersenyum. "Sudah kuduga, kamu masih remaja," kata Tuan Erkin. "Sekarang, pilih satu kartu, dan mari kita lihat apa yang dikatakannya tentang masa depanmu." Li Wei memilih kartu secara acak. "Silakan ambil satu kartu lagi!" perintah Tuan Erkin. Li Wei patuh dan mengambil kartu kedua. Kemudian terjadi keheningan sejenak. Tuan Erkin membuka kartu pertama dengan rasa kagum. "Baiklah, sekarang mari kita lihat kartu kedua." Begitu kartu kedua terbuka, Tuan Erkin terkejut. Matanya melebar, dan dia bahkan tampak melongo. "I-ini tidak mungkin," bisiknya, sementara Li Wei mulai merasa cemas. Ia takut ramalan itu akan membawa kabar buruk. "A-apakah itu pertanda sesuatu yang buruk akan menimpa saya?" tanya Li Wei dengan wajah pucat. Tuan Erkin berusaha untuk tenangk an. "Tidak, tidak seperti yang kamu pikir. Mari kita mencoba lagi dengan mengambil dua kartu lainnya. Aku perlu percobaan kedua." Suara desiran angin kartu kocokan terdengar lagi, kali ini lebih lama. "Silakan ambil dua kartu seperti sebelumnya, dan mari kita lihat apa kejutan berikutnya yang akan diungkapkan," kata Tuan Erkin dengan serius. "Apa yang..." Li Wei merasa seperti mengalami déjà vu. Tuan Erkin sekali lagi terkejut, dengan mulut terbuka lebar. "Ini tak mungkin!" Tuan Erkin dengan marah melempar kartu-kartunya, membuatnya berhamburan. Li Wei ketakutan. "Apakah ada yang salah dengan diriku?" Li Wei berseru panik. Menghampirinya, dia ingin pergi dari toko Tuan Erkin, tetapi Tuan Erkin memanggilnya dengan keras. "Tahan langkahmu, anak muda!" Li Wei berhenti di depan pintu toko, tidak berani bergerak, dan ia bertanya dengan penuh ketakutan. "A-apa yang Anda inginkan?" Wajahnya pucat. Jika Tuan Erkin berniat menyerangnya, Li Wei yakin dia akan mati. Kemampuannya untuk mengendalikan api masih belum pasti. Kejadian di jembatan Yunxiu, itu mungkin hanya kebetulan. Li Wei memegang napas dengan ketakutan yang melanda dirinya. Namun, tiba-tiba wajah Tuan Erkin berubah menjadi lembut. "Jangan takut. Silakan duduk," pinta Tuan Erkin dengan lembut. "Ada sesuatu yang harus saya bicarakan denganmu. Semuanya terkait dengan ramalan kartu tarot tadi." Melihat Tuan Erkin berubah menjadi lembut, Li Wei merasa lega dan kehilangan rasa takut. Ia mendekat dan duduk di kursi di mana proses peramalan tadi berlangsung. Wajah Tuan Erkin kini tampak serius. "Dengarkan aku, anak muda. Kartu tarot jarang berbohong. Hasil ramalan pertamamu adalah bahwa jalan hidupmu akan penuh dengan kesulitan. Kamu akan mengalami pengkhianatan besar dalam hidupmu." Tuan Erkin berhenti sejenak, sementara Li Wei tercekat dan tak bisa berkata-kata. Li Wei sangat gelisah. Jika ramalan itu benar, maka hidupnya akan penuh dengan derita. Tuan Erkin menyambung, "Sekarang, tolong ceritakan apa yang dinyatakan oleh kartu kedua." Li Wei mendesak. Dia semakin gelisah, takut bahwa ramalan ini akan menjadi lebih buruk. Tuan Erkin mengambil napas dalam-dalam dan kemudian melanjutkan, "Tentang kartu kedua, kartu tersebut mengungkapkan bahwa suatu hari nanti, setelah melewati semua kesulitan, kamu akan menjadi seorang tokoh terkemuka di benua ini. Namamu akan begitu besar hingga kamu akan melampaui kebesaran Kaisar dari Lima Negara di Benua Longwu ini." Kata-kata itu seolah-olah seperti guntur di langit. Li Wei tidak bisa berkata-kata lagi. Ramalan ini adalah sesuatu yang tak terduga baginya. Tuan Erkin melanjutkan dengan penjelasan yang membuat bulu kuduk Li Wei merinding. "Kamu tahu, gambar yang terdapat di kartu kedua adalah gambar seorang Dewa Api. Kartu ini meramalkan bahwa kedudukan besar yang kamu capai akan setara dengan Dewa Api. Kamu adalah seorang pengendali api yang kekal." Tuan Erkin pucat ketika menjelaskan ini. Keberadaan pengendali api di Benua Longwu adalah sesosok yang dianggap sebagai sesuatu yang suci. Hening menyelimuti ruangan setelah penjelasan Tuan Erkin. Kemudian, dengan rasa ragu, Li Wei mengungkapkan keinginannya untuk mengunjungi Black Market - Flowerbite. "Tuan Erkin, karena Anda telah meramalkan kemampuanku, izinkan aku bertanya. Apakah Anda tahu seseorang yang dapat membuat sarung tangan untuk seorang pengendali api dan mengendalikan energinya?" Li Wei bertanya dengan malu-malu. Mata Tuan Erkin menyipit. Setelah beberapa saat pertimbangan, dia akhirnya berkata, "Sarung tangan yang bisa digunakan oleh seorang pengendali elemen dunia, meskipun pada tingkat yang paling dasar, sangat sulit didapat." Li Wei merasa kecewa, yang jelas terlihat di wajahnya. Tuan Erkin tersenyum dan mencoba memberi harapan. "Tetapi saya belum selesai. Sebenarnya, tak ada yang tahu. Saya adalah seorang penyuling benda sihir. Ini adalah teknik bawaan kami sebagai anggota Suku nomaden Oghur." Ini membuat harapan muncul di wajah Li Wei. "Apakah Anda bersedia membuatkan satu untuk saya? Saya akan memberikan kompensasi yang pantas, selama saya bisa memiliki sarung tangan pengendali api." Li Wei memohon. Tetapi jawaban Tuan Erkin kembali membuatnya kecewa. "Jangan berharap terlalu banyak, anak muda. Sarung tangan semacam itu tidak akan bisa dibuat dengan mudah. Untuk membuat sarung tangan seperti itu, kita memerlukan bahan-bahan langka untuk menyulingnya." Li Wei kembali merasa kecewa. Terlihat jelas di wajahnya. Tiba-tiba, Tuan Erkin menyodorkan gulungan yang tampak lusuh dan tua. "Ini adalah salinan mantra dan teknik pernapasan bagi para pengendali api. Itu disebut Teknik Pernapasan Flame Tempest. Aku tidak bisa menggunakan ini, dan aku akan memberikannya padamu." Li Wei tidak percaya, tapi Tuan Erkin meyakinkannya. "Mulailah dengan melatih teknik pengendalian Energi Nebula terlebih dahulu. Setelah itu, kamu bisa menghubungiku, dan kita akan berbicara lebih lanjut tentang bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat sarung tangan impianmu." Keduanya terlibat dalam pembicaraan lebih lanjut mengenai langkah selanjutnya yang akan diambil oleh Li Wei. Li Wei berjanji untuk kembali dua minggu kemudian setelah berhasil menguasai teknik dalam salinan itu. Hari menjelang sore, matahari menurun ke ufuk barat. Li Wei pergi dengan cepat, melintasi lorong-lorong kompleks pertokoan menuju sebuah rumah. Ia merasa senang, menggenggam erat salinan Teknik Pernapasan Flame Tempest di tangannya. "Aku akan mulai berlatih mengendalikan Energi Nebula!" Li Wei pulang dengan hati berdebar-debar. Apakah dia akan mampu menguasai Energi mengendalikan api dan disebut Firebender? Yang ia dengar dari cerita banyak orang, untuk memulai seorang pengendali api atau mengolah energi Nebula, itu tingkat kesulitannya sebesar dua kali lipat kesulitan, dibanding menjadi seorang pengolah Energi Mingzhu! Akankah Li wei berhasil? BERSAMBUNG.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD