Chapter 4 : Pertaruhan

1503 Words
"Oh astaga, Casey! bagaimana bisa kami tidak tahu bahwa kau berteman dengan putra Tuan Blaxton? " Netra Casey membola penuh binar, tatkala mendengar suara yang begitu sangat dikenalnya. Itu adalah suara Tom, Casey sedikit bersyukur karena semula Casey sempat berpikir bahwa Tom tidak akan mengakuinya dan lepas tangan begitu saja. Sean menatap Casey dan Tom bergantian sebelum detik selanjutnya ia kembali bersuara. "Kami tidak berteman, karena ia ... " Sean menggantung ucapannya lalu ia menarik Casey untuk merapat pada tubuhnya, Oh Tuhan apakah ini akhir dari perjalanannya sebagai pencuri? Apakah ia akan masuk penjara di usia dua puluh tahun? Bahkan ia belum pernah berpacaran. Bagaimana bisa ia menghabiskan masa mudanya di penjara? "Katakan kau akan memberiku apa pun yang aku minta, dan Aku berjanji akan segera mengeluarkan mu dari situasi ini" bisik Sean lalu mencium daun telinga Casey yang membuat Casey sedikit merinding.  "Apa pun, tentu saja." balas Casey ikut berbisik. "Great." serunya pelan, lalu kembali mencuri dari ciuman dari bibir Casey. Sementara Casey hanya bisa menahan emosi dan keterkejutannya atas perlakuan sang Tuan Muda Blaxton, seraya berusaha menetralkan detak jantungnya yang bertalu dengan cepat. Tak apa Casey, bertahanlah. Seperti nya putra Blaxton ini cukup baik dan Tak berniat untuk membongkar kedok Casey sebagai pencuri. Setidaknya, untuk sekarang. "Casey ini, adalah kekasihku." Casey yang baru saja bisa menetralkan napasnya itu kembali merasakan serangan jantung yang lebih menyengat dari sebelumnya tatkala Sean mengatakan hal itu tanpa pertimbangan atau nada ragu sedikit pun. Sean mengatakan hal itu dengan sangat mantap. Casey memutar kepalanya menoleh ke arah Sean untuk protes. Namun ia malah mendapatkan lagi benda kenyal kembali hinggap di bibirnya. Tuan Muda menyebalkan ini kembali mencuri ciuman darinya! "Semuanya akan baik-baik saja sayang. Kita tidak perlu lagi menyembunyikan hubungan kita," ujar Sean seraya menyentuh surai Casey. Casey hanya bisa merasakan alis dan bibirnya berkedut. Omong kosong apa yang dibicarakan Tuan Muda Blaxton gila ini? "Sebaiknya kau memastikan bibir mu terus tertutup. Jika kau berani bersuara, aku pastikan saat kau pulang dari sini bibirmu itu akan bengkak." ancam Sean berbisik lagi. "Jadi, anakku berpacaran dengan anak Tuan Blaxton? Oh kabar yang mengejutkan!" seru seorang pria tua bertubuh tinggi, sepertinya seusia dengan Tom dan memang perawakannya mirip dengan Tom. Ia terlihat berjalan cukup gesit ke arah Tom dengan tongkat kayu nya. Dan Casey kembali mengumpat dalam hati, jangan-jangan pria ini adalah Tuan Blaxton? "Kalau begitu sekalian saja sahkan mereka dalam ikatan pertunangan!" ujar pria paruh baya itu dan segera saja Casey dan Sean menolak. "Tidak!" "jangan dulu!" pekik Casey dan Sean bersamaan. "Lho, kenapa? Kalian tidak ingin menikah cepat? Aku ingin merayakan pesta ini sekaligus mengumumkan kehadiran dua putraku sebagai pewaris! Dan kabar baik mengejutkan karena rupanya kedua putraku sudah memiliki kekasih masing-masing," ungkap Tuan Blaxton terdengar tulus. "Tentu ayah! Baiklah umumkan saja," balas Sean tiba-tiba terlihat berubah pikiran. Casey secara refleks menyikut perut Sean bersama dengan sebuah delikan tak setuju, namun Sean membalasnya dengan tatapan tajam yang membuat Casey menelan ludah dan tak bisa melawan.  "Baiklah, karena semuanya sudah setuju. Ayo kita ke Aula depan untuk mengumumkan kabar baik dari kedua putraku." ungkap Tuan Blaxton yang merangkul Tom keluar dari tempat itu diekori kerumunan orang yang tadi ikut menangkap basah Casey dan Sean. Sepertinya ia terlihat senang. Pria tinggi yang tadi menginterupsi Sean dan Casey menatap ke arah mereka berdua sekilas, sebelum seorang wanita berambut coklat yang tersanggul muncul dan menarik lengan pria itu membawanya pergi.  Casey segera menepis tangan Sean yang tadi merangkul pinggang Casey tatkala kerumunan itu keluar dari ruangan penuh benda gemerlap berlian dan permata itu. "Kau bilang kau akan mengeluarkan ku dari situasi tadi! Tapi apa yang baru saja kau lakukan? Kau malah mendorongku lebih jauh! Oh astaga dari semua alasan, kenapa harus kekasih? Kau bisa kan menyebutku sahabat atau apa kan?!" gerutu Casey menatap pria yang jauh lebih tinggi dari pada dirinya itu. "Kau gila?! Dengan gaun bagian depanmu yang sobek dan kau berada di sini aku mengatakan pada mereka kau hanya teman? Kau pikir semua orang bisa masuk ke sini? Tidak sembarang orang yang bisa dibawa ke sini. Hanya orang tuaku, pewaris Blaxton, dan tunangan pewaris Blaxton yang bisa memasuki ruangan ini!" ungkap Sean rendah namun menusuk. "Tapi aku bukan tunangan mu! Dan salah siapa gaun bagian depanku robek?! " "Ya kau seorang pencuri tentu saja!" tuding Sean. "Kau jangan sembarangan menuduh ya! Aku bisa menuntut mu ke meja hijau jika kau tidak menjaga mulutmu! Apalagi kau sudah merobek gaun bagian depanku! Ini adalah sebuah pelecehan!" ancam Casey dengan amarah menggebu. Untung sekali ia sudah mahir menghadapi tuntutan seperti ini, Sehingga ia tidak terlihat gelagapan. "Lalu kenapa kau terlihat panik saat kerumunan orang kesini memergoki kita? Kau jelas takut identitas mu aku bongkar bukan?" ungkapnya yang sempat membuat Casey sedikit tercekat. Ah tadi ia begitu panik, ia takut Tom tidak akan membelanya, dan bodohnya ia karena tak bisa menyembunyikan itu dari Tuan Muda Blaxton ini.  "Karena aku putri Tom Stone! Aku- aku hanya gadis lemah yang tak tahu apa-apa dan kau memanfaatkannya! kau juga merobek gaun bagian depanku dan Kau memaksaku berada dalam situasi yang membuatku berpikiran bahwa aku akan di-diperkosa," Casey tak melanjutkan ucapannya dan memilih memalingkan wajahnya seperti tokoh protagonis yang terluka. Ah ini kacau! Ia bisa memanipulasi banyak hal, tapi bersikap seakan-akan ia gadis lemah dan polos adalah hal tersulit. Semoga saja pria di hadapannya ini percaya.  "Aku masih tidak percaya," sahut Sean mengambang. Membuat Casey mengumpat dalam hatinya. Sial, kenapa malah tepat seperti dugaannya? "Oh begitu? Dengar, secara logika jika aku adalah pencuri berlian aku tentu harus bisa membedakan mana berlian asli dan palsu! Tapi nyatanya saat kau menyematkan cincin itu di jariku, aku tidak tahu bukan? Itu sudah cukup membuktikan bahwa aku gadis polos, lemah lembut yang tidak mengerti dengan perhiasan. Aku dibesarkan di lingkungan yang menjauhi keindahan dunia." ungkap Casey lagi, kaki ini menunjukkan wajah yang seolah begitu polos khas gadis desa yang taat. Dalam hati, Sean mengakui bahwa alasan yang di paparkan gadis itu cukup logis. "Lagi, jika aku ingin mencuri seharusnya aku senang bukan saat menerima pernyataan sepihak mu soal kekasih dan pertunangan? Karena itu berarti aku bisa mencuri lebih banyak, selagi kau tidur?" ujar Casey lagi. Dan sungguh ia mengagumi otaknya sendiri. Bagaimana bisa otaknya bekerja dengan sangat cepat dan cerdas seperti ini? Sementara Sean hanya bisa terdiam sedikit memalingkan wajahnya. Semua yang dikatakan gadis ini teramat sangat logis. Tidak ada alasan bagi Sean untuk menuduhnya mencuri, ia hanya penasaran karena dari awal kedatangannya Sean merasa bahwa ia mengendus sesuatu yang janggal. Sedari awal kedatangannya, gadis ini seperti menargetkan seseorang. Tapi Sean sepertinya terlalu terburu-buru. Ternyata gadis ini putri Tuan Stone, si kolektor kaya yang belakangan berhasil menyaingi koleksi ayahnya. Juga nama yang belakangan sedang naik di kalangan kolektor atas dengan julukan kuda hitam karena berhasil memamerkan banyak koleksi langka dalam pertemuan awal. Tapi dari semua gerak-gerik gadis ini saat memasuki hall, semuanya menunjukan gerak-gerik seorang thief. Sean jelas menyadarinya.  "Ah aku tahu, kau dari awal memang tertarik padaku ya? Kau melakukan ini sebagai modus untuk menjebak ku dalam pertunangan bodoh ya?! "  Casey menyeringai dalam hati. Tiga-kosong. Ia menang telak dari pria ini. Kini tak ada alasan pria itu untuk menuduh Casey pencuri.  Tuan muda Blaxton itu terdiam seraya menatap Casey tak bisa berkata-kata, "Untuk beberapa hal benar, aku memang tertarik pada tubuhmu yang sintal terutama payudaramu. Tapi menjebak mu dalam pertunangan bukanlah ide ku. Aku seorang yang tidak mau terikat pada komitmen konyol. asal kau tahu aku lebih suka mencicipi saat penasaran, lalu meninggalkannya ketika puas-" "Should I care? Aku tak perduli. Itu hidupmu, tapi bagaimana sekarang dengan statusku yang kau rubah seenaknya?" ungkap Casey memotong celoteh Sean yang dirasajya tak berfaedah itu. "Itu, begini kita akan melakukan simbiosis mutualisme saja. Kau bertahanlah dengan status sebagai tunangan ku, dan kau akan mendapatkan Blue Moon of Josephine sebagai cincin pertunangan kita, Blue Moon of Josephine yang asli. Lalu nanti setelah beberapa bulan, kita akhiri pertunangan kita dan aku akan mengganti berlianmu dengan yang lain, kapan kau ulang tahun? " tanya Sean. "Kau ingin menawariku Garnet? Aku sudah memiliki koleksi lengkap garnet."  "Aku akan melengkapi koleksimu yang lain. Cukup katakan kau mau berlian, perhiasan atau apa pun." ungkap Sean lagi. Dan seketika Casey menyeringai, ia baru saja mendapatkan ikan yang besar. Ia benar-benar baru saja mendapatkan jack pot! "Setuju-" "Tapi jika aku menemukan hal mencurigakan darimu. Maka tubuhmu menjadi jaminannya, sejarang ikutlah denganku aku akan menyuruh maid menyiapkan gaun untukmu" bisik Sean ditelinga Casey, menggigit ujung daun telinga Casey dan mengecupnya sekilas sebelum pria itu berjalan terlebih dahulu meninggalkannya. "Tapi jika kau menuduhku lagi tanpa dasar seperti tadi, aku juga akan meminta permata yang lebih banyak." seringai Casey yang juga dijawab Sean dengan seringai, lalu ia melangkah pergi meninggalkan Casey yang dalam hati bersorak sorai. Ia sungguh lolos dari tuduhan Sean? Ah ia memang hebat! Seperti nya pria ini tidak terlalu pintar, jadi Casey akan mempertaruhkan cukup banyak peruntungannya di papan judi ini.  "Pertaruhan huh? Beruntungnya aku karena sepertinya dadu berpihak padaku," ujar Casey dengan seringai. Lalu ia ikut melangkahkan kakinya mengikuti jejak Sean ke arah pintu keluar dari ruangan itu. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD