Selama Tiana dirawat di rumah sakit, Yama tak pernah meninggalkannya, lelaki itu selalu merawat Tiana dengan baik. Memberikan semua yang dibutuhkan oleh Tiana dengan cepat. Yama hanya ingin bisa terus dekat dengan Tiana sebelum akhirnya mereka berpisah. "Kamu mau makan apa, Na?" tanya Yama seraya menatap gadis itu yang tengah termenung di atas ranjang. Akhir-akhir ini, Yama sering sekali melihat Tiana melamun, gadis itu seperti kehilangan semangat hidupnya. "Mau martabak spesial? Pake telor bebek dua kayaknya enak." Yama terus mengajak Tiana berbicara. "Mau?" Hanya gelengan kepala yang Yama dapatkan atas jawaban dari pertanyaannya. Yama menghela napasnya pelan, ia kemudian menggenggam tangan Tiana dengan lembut dan mengecupnya. "Kamu gak boleh gini terus, kamu harus segera sembuh ... k

