"Na ... akhirnya kamu sadar juga," ucap Yama seraya tersenyum lembut menatap Tiana yang kini tengah menatapnya juga. “Haus, Kak ...” Dengan cepat, Yama bergegas mengambil minum dan memberikan minuman itu kepada Tiana. Yama membantu Tiana agar sedikit bengkit dari tidurnya, tangan Yama menahan punggung Tiana dan membiarkan gadis itu meneguk air dari dalam gelas. “Udah?” tanyanya. Tiana mengangguk pelan sebagai jawabannya. Yama kembali membenarkan posisi Tiana agar gadis itu nyaman. Setelah ia melihat Tiana kembali berbaring, Yama tersenyum sekali lagi. “Tunggu ya ... aku panggil dokter dulu ke sini buat cek keadaan kamu.” Yama memencet sebuah tombol yang ada di atas ranjang Tiana. Tak lama, seorang dokter dan perawat pun datang menemui mereka. “Bagaimana keadaannya dokter?” tany

