54

1493 Words

Sedari tadi Nean hanya bisa melengkungkan bibirnya membentuk sebuah senyuman lebar saat melihat gadisnya sedang merapihkan kembali riasannya agar tidak membuat Nean malu di depan semua rekan bisnisnya. “Kakak kenapa sih?” Tanya gadis itu yang mulai risih dengan tatapan mata yang diberikan lelaki itu kepadanya. “Lagi memandangi bidadari,” Jawabnya tanpa menyudahi senyumannya. Zenna yang sedang memoleskan bedak ke seluruh bagian wajahnya pun terkekeh geli mendengar jawaban lelaki itu. Gadis itu baru saja tahu sifat baru Nean yang ternyata suka sekali menggombal. “Kok ketawa sih?” Lelaki itu bertanya dengan raut wajah yang tidak suka. Lalu ia beranjak dari kasurnya untuk menghampiri sang gadis yang sedang duduk di depan cermin. “Geli aja denger kak Nean ngegombal,” jawab gadis itu.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD