Gilang diam berdiri di belakang Dimas. Lelaki itu tahu semua tentang apa yang tengah Danial dan Ela bicarakan. “Ivan.” Dimas menghampiri lelaki itu yang sedang mematung di tempatnya. Ke dua matanya memandang kosong lurus ke depan. “Jadi selama ini …” Lelaki itu sudah tidak bisa berkata-kata lebih banyak lagi, karena fakta yang diterimanya sangat membuatnya tidak percaya. Dimas terkekeh. “Iya. Aku pamanmu. Dulu waktu kakakku menikah dengan papamu aku datang. Mungkin kamu tidak melihatku, tapi aku dulu sempat melihatmu.” “Kenapa paman nggak bilang sejak awal kalau paman ini adik dari wanita itu?” tanyanya yang masih bingung. “Paman tidak mau kamu juga ikut menjauhi paman.” Dimas menghela napasnya pelan. “Maafkan kelakuan kakakku dan keponakanku. Mereka berdua memang sama-sama mempun

