Bab 5 Syafea – Selalu SalahDaun pintu dengan ukiran bunga mawar terbuka lebar bersamaan dengan anak pemilik rumah yang terlihat dari baliknya. Wajahnya serupa kardus dilipat. Lalu, gadis bernama Nia itu menjauh pergi dengan mengentakkan kaki. Entah apa salahku kali ini. Bahkan aku tidak tahu kenapa Nia bisa bersikap seperti itu . Aku masih mematung di ambang pintu. Haruskah selamanya aku menumpang di keluarga ini? Sedang yang kutahu, seisi rumah selalu saja tidak acuh padaku, menganggap diriku seolah tidak pernah ada di tempat ini. Apa mungkin mereka terbebani dengan keberadaanku di sini? Satu tarikan napas dalam-dalam kulakukan sebelum melangkah memasuki rumah. Suami Bulik seperti menghindar ketika melihat kedatanganku. Jelas kentara dari gestur yang diperlihatkannya saat mematikan tele

