Bab 6 Fabian – Tiket Liburan GratisSeharusnya, cuaca panas di kotaku Bisa membakar rindu Kepada ia yang tak kukenal Kepada ia yang menjadi misteri alam Sedang tidak ingin bercanda dengan semesta Namun, jika hendak tertawa Kubuat tebak-tebak kata Ia orang asing Kutemui di tempat asing Jika waktu menyulam temu kembali Apa berarti kami (akan) tak asing lagi? “Nulis apa, Bro?” Angga memasuki ruangan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, membuat pandanganku secara otomatis berpindah ke arahnya. “Kalimat,” jawabku singkat. Kututup segera, buku bersampul hitam terbuat dari kulit yang terbiasa menjadi tempatku menggoreskan pena. “Pasti puisi,” tebak Angga. Aku mengabaikan apa yang Angga sampaikan. Setelahnya, aku lebih memilih memasukkan buku tersebut ke laci meja. Meski sebenarnya

