episode 7 keanehan

917 Words
tak lama aku sudah berada di depan gerbang istana kerajaan tetapi aku dilarang masuk oleh penjaga istana karena kekacauan yang sedang terjadi di istana " maaf tuan anda tidak boleh masuk sembarangan " ucap seorang penjaga. " tuan aku hanya ingin menjemput teman ku disini sungguh.. tolong jika saya tidak boleh masuk panggil kan nona Ziiafeinan didalam dia ada disana " ucap ku memohon. " baik tolong tunggu di pos penjagaan " jawabnya. aku menuju pos penjagaan tak sengaja aku bertemu salah satu pangeran kerajaan entah ada apa hari ini aku banyak sekali bertemu dengan para pangeran tapi itu bagus,, aku bisa lebih mengenal orang orang yang ada di istana kerjaan, tapi karena hari ini aku sedang malas menyapa orang lain jadi aku pura pura tidak melihat nya dan sedikit menjauh dari pos penjagaan. " salam tuan liangfei.. aku pangeran long apakah ada sesuatu yang membuat mu kemari? " sapa nya padaku. sial sekali aku harus menyapa nya sungguh! hari ini aku tidak berminat untuk sapa menyapa tapi.. mau tidak mau harus menyapa nya sekarang. " salam tuan long anda mengenal saya? yah saya ingin menjemput teman saya yang tadi saya tinggal disini " jawabku padanya. " tentu anda teman nya nona Elizabeth kan saya melihat Anda tadi di tempat kejadian dimana nona Elizabeth apa dia baik baik saja? " tanyanya padaku. belum aku menjawab pertanyaan nya Ziiafeinan datang menghampiri ku dan tiba tiba menangis ketakutan " ada apa? " ucap ku. aku mencoba membuat nya tenang tetapi ia terus menarik baju ku dan merengek mengajak ku pulang " maaf pangeran long aku pamit dulu teman ku seperti nya sedang ketakutan " sahutku padanya. " ya baiklah tolong hati hati dijalan keadaan sedang tidak aman saat ini " balas nya. aku segera membawa Ziiafeinan naik ke atas kuda dan membawa nya pulang menuju ke rumah di perjalanan Ziiafeinan masih saja terus menangis aku mencoba menanyai nya tetapi dia hanya diam dan menatap ku dengan perasaan takut. beberapa menit kemudian kami berdua sampai di rumah aku terkejut Ziiafeinan tiba tiba melompat dari atas kuda dan berlari masuk menuju kamar nya. " kamu apakan dia? " sahut Elizabeth. aku dibuat kaget oleh nya yang tiba tiba ada di samping Ku. " YA TUHAN!! apa kamu setan datang tiba tiba gak ada suara " " kamu saja yang gak denger.. so kamu apakan Ziiafeinan? " " Aku? Ckck aku aja gak tau dia tiba tiba sudah nangis saat aku jemput tadi... Hei!! Elizabeth Mau kemana!! " " Tanya Ziiafeinan " ucap nya. Aku bergegas menyusul Elizabeth yang langsung menyelenong masuk ke kamar Ziiafeinan " hei jangan begitu tidak sopan! Biarkan dulu Ziiafeinan mungkin sedang menenangkan diri nanti kita bisa mengganggu nya " ajak ku padanya. Yah seperti sifat awalnya yang keras kepala dia tidak menggubris ucapan ku dan tetap melanjutkan tindakannya. " Aaaahhhh!!! Tidak!! Kumohon tidak!!! Pergi! Kubilang pergi!! Tidak!" Itu teriakan Ziiafeinan. Aku yang mendengar teriakan itu berpikir pasti ada yang tidak beres dengan Ziiafeinan " dobrak pintu nya liangfei! Dobrak cepat! Gawat!! " Ucap Elizabeth dengan tidak sabar. Tanpa basa basi aku mengikuti ucapan Elizabeth mendobrak pintu kamar Ziiafeinan membutuhkan tenaga yang banyak untuk mendobrak pintu nya yang Keras, tapi setelah kesekian kalinya aku berhasil mendobrak pintu kamar nya. Setelah di dobrak betapa gila nya aku melihat kamar yang sudah berantakan seperti kapal pecah! Ada darah berceceran di lantai dan, astaga tubuh Ziiafeinan yang berubah menjadi warna biru pucat. " Terlambat liangfei! Terlambat Sudah bereaksi! " teriak Elizabeth padaku. " Apa yang sudah bereaksi?!! Beritahu aku jangan bertele-tele Elizabeth! " " tidak ada waktu ikat dia liangfei bahaya dia bisa membunuh dirinya sendiri! " Ucap Elizabeth. Sontak itu membuat ku terkejut langsung saja aku menarik kain jendela dan bersama Elizabeth mengikat Ziiafeinan betapa gilanya Ziiafeinan tubuh nya pucat dan membiru tetapi tenaga nya kuat melebihi tenaga asli nya, dan astaga! kain bajunya dipenuhi darah dari sobekan di perut nya. " Ya Tuhan! Kenapa dia Elizabeth dia mencoba menyobek perut nya sendiri!! Apa dia masih waras? " Tanyaku. " Bantu aku Jauh kan benda benda tajam liangfei cepat..Tunggu! Jangan buang benda itu cukup jauhkan saja.. ya disitu saja kamu taro di luar saja,, kita membutuhkan benda tajam itu nanti " " Ada apa Elizabeth Sebenarnya! Jangan membuat ku takut ini gila! " " Tenang kan diri mu Liangfei! Racun... Ziiafeinan terkena racun pasti ada yang meracuninya.. coba katakan padaku kamu bilang dia sudah menangis saat kamu menjemput nya di istana tadi, apa kamu melihat ada orang yang mencurigakan tadi di istana? " " Aku tidak tau Elizabeth aku tidak di izinkan masuk oleh penjaga aku menunggu di pos penjagaan.. dan aku juga tidak terlalu mengamati Ziiafeinan keluar dari gerbang istana saat itu Aku sedang mengobrol dengan pangeran long dan tiba tiba Ziiafeinan muncul sambil menangis ketakutan " " Ketakutan? hhmm.. ada yang tidak beres... sudah lah saat ini kita fokus ke Ziiafeinan dulu Liangfei apa ada tabib di sekitar daerah sini? " Ya ada! Kediaman ini mempunyai langganan tabib kamu membutuhkan kan nya? " " Sangat aku sangat membutuhkan Kan nya baiklah tolong Panggil kan.. seperti nya suara kegaduhan kita menarik pendengaran mereka ya.. " " Kakek nenek dan para pelayan kemari astaga apa yang kita harus lakukan Elizabeth? " " Aku akan mengurus nya.. dan kamu cepatlah pergi panggil tabib tidak ada waktu lagi sekarang " jawab Elizabeth padaku. Aku segera bergegas memanggil tabib aku tidak menggubris panggilan kakek dan nenek padaku, karena sejujurnya aku sangat khawatir dengan kondisi Ziiafeinan sobekan perut nya benar benar membuat orang merinding.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD