Pov : Azka Pikiranku mendadak kacau setelah membaca pesan dan telpon dari ummi. Bagaimana tidak? Apa pun yang kulakukan selalu saja salah di matanya. Yang lebih mengherankan, apa pun yang kulakukan dengan Rania di luar rumah, kenapa sering kali dia bisa tahu? Apa memang ummi sengaja mengirimkan mata-mata untukku dan Rania? Atau ummi memang mengutus seseorang untuk selalu mengawasi hari-hariku hingga ummi seolah tahu apapun yang kulakukan di luar sana. Belum juga terheran-heran dengan pesan dari ummi, tiba-tiba aku dikejutkan dengan kehadiran Gaza di tempat yang sama. Aneh bukan? Atau memang sekadar kebetulan? Adakah sebuah kebetulan yang terjadi berulang-ulang? Atau memang sebenarnya dia memang masih begitu memperhatikan Rania? Aku tahu dari tatapannya, masih jelas terlihat ada cint

