Pov : Rania "Assalamu'alaikum." Kuucap salam saat membuka pintu kamar Mas Azka. Laki-laki kebanggaanku itu tersenyum tipis menatapku, yang mulai melangkah perlahan ke arahnya setelah menutup pintu perlahan. "Wa'alaikumsalam, Sayang. Kamu ke sini? Al sama siapa?" tanyanya sedikit kaget lalu berusaha untuk duduk saat aku sampai di sampingnya. "Althaf sama ibu. Gimana keadaanmu, Mas? Sudah membaik, kan?" Laki-laki itu kembali tersenyum lalu menganggukkan kepala. "Alhamdulillah, Dek. Besok juga sudah boleh pulang." Sesakit apa pun, aku sudah bisa menebak jika Mas Azka akan menjawab baik-baik saja. Selalu begitu. "Ohya, Ummi gimana?" sambungnya lagi. Laki-laki ini, meski berulang kali disakiti Ummi, tetap saja menanyakan kabarnya untuk pertama kali. Mas Azka tahu Ummi sakit sejak men

