Bab 60

1460 Words

Pov : Rania  Pagi ini Abah dan Ummi datang ke rumah. Tiga hari setelah Mas Azka pulang dari rumah sakit. Kulihat wajah Ummi sedikit tirus dan lesu. Tak seperti biasanya yang selalu gesit, ceria dan mudah tersenyum apalagi saat melihat cucu kesayangannya.  Apakah Ummi masih memikirkan ucapan Mas Azka waktu itu? Mas Azka yang Ummi pikir tak mungkin memberontak, tak mungkin berani membantah kata-kata Ummi dan tak mungkin bicara dengan nada tinggi ternyata tak sesuai dengan prediksinya.  Bukan karena Mas Azka durhaka. Bukan. Aku yakin itu hanya karena Mas Azka terlalu lelah hingga tak sengaja menyakiti hati Ummi. Mas Azka hanya ingin mengungkapkan segala sesak dalam d**a dan tak pernah menyangka jika ucapannya itu membuat Ummi terluka.  Aku tahu bagaimana perasaan Mas Azka. Dia hanya ingin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD