Bab 25

1766 Words

"Kamu pucat sekali, Dek. Dari pagi mual-mual terus, mas suapin bubur kacang hijau, ya? Tadi sudah mas masakin, kalau misal kurang enak ya harap maklum," ucap Mas Azka sembari tersenyum kecil sedangkan tangan kanannya menggaruk-garuk kepalanya yang mungkin tak gatal.  "Males makan, Mas. Percuma makan, nanti ke luar lagi. Pahit sekali tenggorokanku karena mual sedari pagi," balasku, kembali merebahkan badan ke pembaringan. Hanya kasur saja tanpa dipan. Kontrakan sederhana ini menjadi saksi, bagaimana perjuanganku menjalani kehamilan pertama ini. "Tapi kata ibu dan ummi, kamu harus jaga nutrisi, Dek. Mas bisa kena omel lagi nanti kalau kamu kurus dan lemas begini"  Kulihat wajah Mas Azka cukup kebingungan. Sayu di matanya terlihat cukup ketara. Bisa kupastikan dia memang tak ingin membuat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD